Karyawan Giant Hypermarket Terima Kartu Pekerja Jakarta

Jakarta, FSPMI.or.id – Kembali Kartu Pekerja Jakarta diserahkan kepada kaum pekerja yang ada di wilayah Jakarta. Pada Rabu, 10 April 2019, telah diserahkan secara simbolis, Kartu Pekerja Jakarta kepada beberapa orang karyawan Giant Hypermarket Ujung Menteng, Jakarta.

Penyerahan Kartu Pekerja Jakarta kali ini, diserahkan secara simbolis dari Ketua Majelis Nasional KSPI Didi Suprijadi kepada para kaum pekerja yang bekerja di Giant Hypermarket Ujung Menteng. Hadir pula
perwakilan dari serikat pekerja Yulianto Ketua FSP LEM-SPSI Jakarta Timur.

Untuk dapat memiliki KartuPekerja Jakarta, salah satu syaratnya yakni harus ber-KTP DKI Jakarta. “Sasaran utamanya yaitu mereka yang ber-KTP DKI Jakarta. Karena program ini, baru berjalan di wilayah DKI Jakarta. Dan bisa saja menjadi wilayah percontohan bagi wilayah lainnya” ungkap pria yang akrab disapa dengan panggilan Ayah Didi ini.

“Buruh-buruh atau Kaum Pekerja yang ingin mendapatkan Kartu Pekerja Jakarta, harus memiliki gaji atau upah maksimal 10 persen di atas UMP, tanpa dibatasi masa kerja. Dinas Tenaga Kerja setempat, bekerja sama dengan serikat pekerja dan perusahaan akan mendata buruh dengan gaji tersebut” jelas Yulianto.

Ada beberapa syarat dan mekanisme yang harus dilalui, dalam pengajuan Kartu Pekerja Jakarta, yakni :

  1. Pemohon mengumpulkan fotokopi KTP, KK, NPWP, slip gaji, dan surat keterangan bekerja dari perusahaan.
  2. Pendaftaran dilakukan melalui Dinas dan atau Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta atau melalui tim kerja yang akan dan atau telah dibentuk (serikat pekerja, asosiasi perusahaan atau Dinas Tenaga Kerja).
  3. Disnakertrans DKI Jakarta melakukan verifikasi terhadap data permohonan yang diajukan.
  4. Pemohon melakukan pembukaan rekening Bank DKI (minimal deposit Rp 50.000 rupiah) serta Bank DKI akan mencetak kartu bagi pemohon yang dinyatakan lolos verifikasi.
  5. Disnakertrans DKI Jakarta bersama Bank DKI akan mendistribusikan Kartu Pekerja Jakarta di titik-titik yang telah ditentukan oleh serikat pekerja.

Kartu Pekerja ini memiliki beberapa manfaat. Salah satunya adalah dapat digunakan sebagai alat pembayaran secara gratis, untuk dapat menikmati layanan transportasi Bus Transjakarta di 13 koridor.

Kartu Pekerja Jakarta ini, juga berfungsi sebagai member JakGrosir. Dan dengan menggunakan kartu itu, buruh-buruh atau kaum pekerja di Jakarta bisa berbelanja kebutuhan bahan-bahan pokok di JakGrosir milik PD Pasar Jaya. Karena harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang tersedia di JakGrosir lebih murah dan kompetitif jika dibandingkan dengan harga pasaran yang ada.

Bahkan tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga menyiapkan subsidi 6 (enam) produk pangan setiap bulan bagi buruh yang memiliki Kartu Pekerja Jakarta. 6 (enam) produk pangan itu yakni daging sapi beku, daging ayam beku, telur ayam, beras, ikan kembung beku, dan susu UHT. (Tendy/RDW)

Gelar Rakernik, PUK SPAI FSPMI PT. Emblem Asia Angkat Tema Fighting To Better

Bekasi, KPonline – Pada hari Rabu (19/12/2018) bertempat di Warna Warni Cafe dan Resto Tambun Selatan, PUK SPAI FSPMI PT. Emblem Asia menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Unit Kerja (Rakernik) ke 1.

Agenda ini merupakan amanat dari AD ART SPAI FSPMI yang wajib dijalankan 3sebagai wadah pembuatan program kerja dan evaluasi program kerja yang sudah berjalan.

“Rakernik ke 1 ini mengambil tema Fighting To Better, yg mempunyai makna menuju perubahan yang lebih baik, secara Sumber Daya Manusia, administrasi, program kerja,” ujar Edi Prasetyo selaku Ketua Panitia.

“Pengelolaan anggaran, sesuai fungsi menejemen organisasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengarahan, pelaporan dan pengawasan atau biasa disebut dengan P6,” lanjut Edi.

Turut hadir pula Aan Suryana, selaku Wakil Sekretaris Bidang Organisasi dan Pendidikan yang mendampingi agenda Rakernik ini hingga selesai. (Ahmad)

PUK SPAMK FSPMI PT. Kaneta Indonesia Selenggarakan Pendidikan Dasar Serikat Pekerja

Karawang, KPonline – Menjalankan salah satu program kerja yang diamanatkan di MUSNIK V; PUK SPAMK FSPMI PT. KANETA INDONESIA melaksanakan Pendidikan Dasar Organisasi untuk anggota yang belum pernah mengikuti.

Bertempat di Rumah Makan Pawon Sae pada hari Sab’tu (8/12/2018), agenda Pendidikan Dasar Organisasi dilaksanakan. Ada 30 anggota mengikuti pendidikan ini.

Acara ini dimulai dari Pukul 10 : 00 Wib diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars FSPMI.

Sebelum acara Pendidikan Dasar dimulai, peserta diberi motivasi terlebih dahulu oleh Dadan Hendar dan dilanjutkan dengan Materi Pendidikan Dasar yang disampaikan oleh Arif Wicaksono selaku Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Karawang.

Jujun Junaedi Riadi selaku Bidang Pendidikan sekaligus menjadi Ketua Panitia agenda ini menjelaskan tujuan diadakannya pendidikan.

“Saya berharap dengan diadakannya Pendidikan ini menambah wawasan dan memahami tentang Organisasi Serikat Pekerja sesuai AD/ART, dan juga merupakan hak anggota untuk mendapatkan Pendidikan,” ujarnya. (Red.Dadan Hendar)

FSPMI Gelar Sembako Murah

Deli Serdang,FSPMI – FSPMI ( Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ) mengelar acara sembako murah untuk masyarakat di propinsi Sumatera Utara

Dikoordinir oleh Nur Aidah Soeharno, FSPMI Provinsi Utara membuka pasar murah menjual sembako. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan anggota FSPMI Provinsi Sumatera Utara.

Bertempat di Kantor Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) FSPMI SUMUT, Jl. Medan-Tg morawa Km. 13,1 Gang Dwi Warna, Desa Bangun Sari Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Selasa tanggal 13 Juni 2017.

Bekerjasama antara DPW, KC, PC dan PUK FSPMI se-Provinsi Sumatera Utara , pasar murah ini bertujuan membangun kekeluargaan yang tidak berbatas.

Pengadaan pasar murah disambut baik oleh masyarakat sekitar dan juga disambut riang oleh anggota FSPMI.

Witri Mineli yang merupakan masyarakat sekitar dan anggota PUK FSPMI di PT Girvi Mas mengaku sangat terbantu.”

Pasar murah ini hanya digelar dalam sehari.

Tini selaku salah satu Panitia memaparkan, “Sampai pukul 18:30 wib, antusias para masyarakat, sampai-sampai kita kerepotan. Tetapi asik karena dapat membuat para masyarakat merasa terbantu oleh adanya pasar murah ini.”

“Direncanakan hal seperti ini akan rutin kita lakukan, bukan hanya dalam waktu di bulan Ramadhan saja, tetapi kita akan coba juga dihari-hari biasa. Karena hal ini sangatlah membantu dan serta meningkatkan silatuhrahmi antar kita anggota FSPMI dan masyarakat,” sambut Nuraidah.

Setelah Gojek, Grab, dan Uber Bergabung dengan FSPMI

Jakarta, KPonline – Satu lagi elemen driver ojek online resmi bergabung dengan Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPDT FSPMI), Minggu, 18 Juni 2017. Kali ini dari PT Uber Teknologi Indonesia, atau yang kita dikenal: UBER.

Dengan bergabungnya Uber, hingga kini ada tiga driver ojek online yang resmi bergabung dengan FSPMI. Melengkapi Gojek dan Uber yang sudah lebih dulu bergabung.

Bergabungnya para driver ojek online dalam sebuah organisasi serikat pekerja merupakan langkah maju. Dengan demikian, mereka memiliki wadah untuk menyatukan kekuatan dan mendiskusikan berbagai hal tentang kepentingan mereka.

Ada ungkapan, “sesama bus kota jangan saling mendahului.” Begitu pun dengan keberadaan driver online ini. “Pertarungan” yang sesungguhnya bukanlah sesama driver, bukan pula mempertentangkan ojek online dan pangkalan. Tetapi lebih pada sistem dan keberpihakan para penguasa.

driver ojek online ‘UBER’ resmi bergabung dengan FSPMI-KSPI,

driver ojek online ‘UBER’ resmi bergabung dengan FSPMI-KSPI,

Sayangnya, para driver ini tidak pernah dilibatkan dalam menyusun berbagai kebijakan. Tidak jarang, kebijakan perusahaan penyedia aplikasi diprotes para driver karena dianggap merugikan mereka. Setiap kebijakan tarif yang ditentukan, misalnya, para driver-lah yang akan paling merasakan dampaknya. Karena mereka yang berada di lapangan.

Bergabung dengan serikat pekerja, secara politis juga hendak menegaskan bahwa mereka adalah pekerja. Sebagai pekerja, mereka berhak mendapatkan berbagai jaminan dan fasilitas, seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sebagian menganggap bahwa mereka adalah mitra. Bukan pekerja. Satu hal yang harus diketahui, bahwa orang bekerja tidak hanya di dalam perusahaan. Tetapi juga di luar perusahaan. Dalam hal ini, driver ojek identik dengan pekerja. Mereka bahkan bisa di PHK. Karirnya terhenti karena di suspend.

Kepercayaan diri untuk menegaskan bahwa mereka adalah pekerja sangatlah penting. Untuk kemudian menuntut pengakuan, agar dipandang dan dihargai sama halnya dengan profesi-profesi yang lain.

Keuntungan perusahaan penyedia aplikasi juga tidak buruk-buruk amat. Ambil contoh, Gojek. Bersama Traveloka, perusahaan ini menjadi sponsor utama Liga 1. Saat launching Gojek Taveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan jika keduanya menggelontorkan total Rp 180 miliar. Jumlah yang tidak sedikit, tentu saja. Wajar jika kemudian para driver juga menuntut kesejahteraan mereka lebih diperhatikan.

 

 GRAB bergabung dengan FSPMI – KSPI

GRAB bergabung dengan FSPMI – KSPI

Hal lain, tentu saja, berkaitan dengan regulasi di Indonesia. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan sejauh ini belum memberikan pengakuan dan proteksi terhadap keberadaan ojek online.

Padahal harus diakui, saat ini, keberadaan ojek online sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Khususnya di kota-kota besar. Oleh karena itu, peraturan perundang-undangan hendaknya bersifat dinamis, mengikuti perkembangan zaman. Saat ini yang dibutuhkan pengaturan, bukan pelarangan.

Konstitusi kita mengamanatkan, setiap orang mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kita tidak bisa lagi melihat keberadaan para driver ojek online dengan sebelah mata. Keberadaannya harus diakomodir dan diakui sebagaimana layaknya profesi-profesi yang lain.

Hal-hal seperti inilah tugas berat kita kedepan. Semacam tantangan, ketika para driver ojek online telah bersatu untuk mengorganisir kekuatan.