Bekasi, KPonline – Bertepatan dengan hari guru, Kamis (25/11/2021), bagi buruh hari ini pun merupakan hari penting khususnya bagi buruh di Kabupaten dan Kota Bekasi.

Sejak pagi hari tadi, buruh keluar dari pabriknya masing-masing turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Tidak hanya ratusan ribu buruh Kabupaten Bekasi memenuhi jalan-jalan dan kawasan industri, puluhan ribu buruh Kota Bekasi pun dengan semangat mengikuti aksi bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan di depan Kantor Walikota Bekasi.

Rekomendasi UMK tahun 2022 Kota Bekasi yang sudah ditanda tangani Walikota Bekasi siang hari ini akan diserahkan langsung oleh Kadisnaker Kota Bekasi ke Gubernur Jawa Barat.

Rekomendasi UMK Kota Bekasi tahun 2022 naik sebesar 7,85% atau menjadi sebesar Rp. 5.158.396,00.

Dewan pengupahan Kota Bekasi dari FSPMI Indrayana, SH menyampaikan bahwa buruh harus tetap mengawal rekomendasi ini hingga ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat.

“Akhirnya perjuangan dewan pengupahan Kota Bekasi yang selama ini selalu terbentur dengan regulasi yaitu UU 11 tahun 2020 beserta aturan turunannya PP 36 tahun 2021 sedikit menghembuskan angin segar meski rekomendasi ini pun wajib dikawal sampai terbitnya SK Gubernur,” kata Indra.

Pukul 14.14 WIB, massa aksi buruh Kota Bekasi membubarkan diri setelah pembacan rekomendasi oleh Zen dari KEP SPSI Bekasi. (Wiwik)