Aksi Surabaya

Tolak PP Pengupahan, buruh Surabaya melakukan aksi hingga malam hari. (Foto: Fb)

Terima kasih pimpinan buruh…,

Malam itu, dalam aksi menolak PP Pengupahan di Istana Negara, kalian tidak menginstruksikan kepada kami untuk mundur.

Kami tahu, kalian tidak bermaksud melawan aparat. Bahkan ketika ada diantara kami yang mulai memegang batu dan bambu, kalian meminta agar ditaruh kembali. Darah kami berdesir ketika kalian mengatakan, kita bertahan untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa buruh Indonesia serius dalam menolak PP Pengupahan. Bahkan kita adalah buruh beradab yang tidak melakukan kekerasan dalam berjuang.

Tidak terbayangkan, apa jadinya jika malam itu kalian meminta agar kami meninggalkan gelanggang perjuangan. Jika itu yang kalian lakukan, pasti kami akan berjalan dengan wajah tertunduk. Kemudian alam semesta akan mengutuk kami sebagai pengecut. Lalu memberikan stempel dalam jidat kami sebagai pecundang.

Maka, sekali lagi, terima kasih para pemimpin buruh. Kalian mengajarkan kami arti perjuangan yang sesungguhnya untuk melawan. Sebaik-baiknya. Sehormat-hormatnya.

Lihatlah, pemimpinku…

Saat ini seluruh buruh menegakkan kepalanya. Rasanya, kita telah siap untuk mengemban tugas sejarah. Memimpin perubahan sosial.

Kami bangga ketika melihat Ilham Syah (KPBI) masih bersuara lantang menyemangati kami. Ketika melihat Muhammad Rusdi (KSPI) dan Pangkornas Garda Metal Baris Silitonga masih tegak berdiri di atas mobil komando. Juga ada Mudofir (KSBSI) yang masih bertahan. Bahkan Andi Gani Nena Wea (KSPSI) masih terus berorasi ketika water canon menembaki massa aksi. Para pimpinan FSPASI, SBSI 92, dan FSUI juga berada di tengah-tengah kami.

Rangkullah kaum tani, nelayan dan gerakan demokrasi lainnya untuk berjuang bersama untuk cita-cita yang lebih besar. Ajak seluruh buruh untuk bergandengan tangan tanpa membedakan warna bendera. Kami siap bersatu. Kami siap berjuang bersama-sama dengan mereka.

Pasti kamu sudah tahu, pemimpinku. Kawan-kawan kita yang kemarin ditangkap, bahkan masih tersenyum penuh kebanggaan. Mereka semakin percaya diri. Semakin bersemangat dalam berjuang. Dan itu semangat mereka telah menular kepada kami.

Percayalah, kami tidak akan pernah menyalahkan kalian jika kami ditangkap, dipukuli, bahkan di penjara sekali pun. Justru kami akan menyesal jika kalian diam, padahal PP Pengupahan masih tetap diberlakukan.

Pemimpinku…,

Kami mendengar, atas nama Komite Aksi Upah – Gerakan Buruh Indonesia (KAU-GBI) hari ini di LBH Jakarta kalian akan mengadakan konsolidasi dan konfrensi pers untuk mensosialisasikan agenda-agenda perlawanan kedepan.

Serukan kembali perlawanan yang hebat, pemimpinku. Kami siap terlibat dalam Komite Pemogokan di setiap wilayah industri. Kami siap melakukan aksi-aksi. Bahkan telah bersiap melakukan pemogokan secara serentak di seluruh negeri. (*)

Categories: Kabar Anggota