Ulang Tahun FSPMIDiulang tahunnya yang ke-15, FSPMI mendapatkan banyak ucapan selamat. Ada yang mengirimkan rangkaian bunga, menuliskan refleksi dan memanjatkan do`a.  Sengaja saya menampilkan catatan itu disini, agar lebih banyak kawan-kawan yang membaca.

Surya Tjandra

Sulit untuk dibantah bahwa FSPMI adalah pelopor modernisasi gerakan serikat buruh dan gerakan buruh (dengan melibatkan unsur-unsur lain di luar serikat) di era reformasi. Organisasi buruh inilah yang sejak beberapa tahun lalu memimpin berbagai terobosan perjuangan yang mampu membawa gerakan buruh ke posisi yang lebih diperhitungkan di masyarakat. Kemampuan mobilisasi dengan keberanian mengangkat isu-isu konkret buruh dari bawah ke tingkat nasional dan pengambilan keputusan politik, mendorong percepatan gerakan pada berbagai organisasi buruh lainnya.

Semua ini dimulai dengan revolusi sistem iuran anggotanya, dari yang dulunya lebih banyak diserap di tingkat pabrik dan habis di cabang, dan nihil di pusat (yang membuat pusat jadi bergantung melulu pada belas kasihan negara atau jamsostek via kerja sama operasional), menjadi terpusat di mana pusat bertanggung jawab mengumpulkan iuran secara nasional untuk kemudian didistribusikan ke bawah. Ini membuat organisasi pusat menjadi kuat karena memang bermanfaat, sementara cabang dan wilayah yang lebih lemah bisa diperkuat karena wilayah yang sudah kuat bisa membantunya. Ini juga membuat pusat secara sistemik harus lebih akuntabel dalam mengelola dana anggota. Kekuatan pusat ini mendorong penguatan wilayah juga, menjadi FSPMI sebagai organisasi yang disegani secara nasional juga di semua wilayahnya ia berada.

Surya Tjandra

Surya Tjandra

Kekuatan artikulasi isu yang diangkat, keteguhan dalam perjuangan, kemampuan mobilisasi yang istimewa, dilengkapi dengan relatif tidak korupnya para pemimpinnya di tingkat pusat maupun wilayah, hingga ke tingkat pabrik, menjadikan FSPMI organisasi berwibawa di mata buruh dan negara. Semua serikat buruh di negeri ini, kalau jujur, ikut menikmati marwah gerakan yang menguat tersebut seiring konsolidasi gerakan yang menguat. Menguatnya marwah mendorong penguatan harapan untuk berbagai peluang di kemudian hari. Isu upah layak, pembatasan praktek outsourcing yang merugikan buruh, hingga jaminan sosial, termasuk “go politics” untuk memasukkan para aktivis buruh ke dalam ruang pengambilan kebijakan politik, menunjukkan peran besar gerakan buruh yang mulai tampak, bermanfaat tidak hanya untuk buruh tapi juga seluruh rakyat.

Buruh, serikat buruh, dan gerakan buruh, adalah satu kekuatan sosial yang penting, dimana solusi-solusi alternatif dari berbagai persoalan bangsa bisa kita harapkan akan muncul. Khususnya ketika kekuatan sosial lainnya, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dll, telah menjadi korup atau tidak cukup punya kekuatan untuk bertindak sebaliknya. Itulah yang ditunjukkan sejarah berbagai negara di dunia yang melahirkan negara kesejahteraan, di mana negara terlibat aktif mengusahakan kesejahteraan seluruh rakyatnya dan berani menolak melulu tunduk pada kekuatan modal. Hasil perjuangan panjang dan sulit namun penting dan bermanfaat juga bermartabat.

Terima kasih FSPMI, anda sudah memulainya, sekarang tugas kita semua untuk menjaganya bersama-sama.

 

Teguh Maianto

Sebagai awal tulisan singkat ini saya ingin menyampaikan Selamat Milad yang ke-15 kepada kawan-kawan FSPMI. Sebuah komunitas yang menurut saya tidak saja solid tetapi mampu memberikan warna baru ditengah malasnya orang berserikat karena berbagai hal. Dari yang tidak kenal ketika berada dalam satu komunitas yang sama mereka semua berkawan. Hingga hari ini saya berkawan baik dengan teman-teman FSPMI, dibanyak tempat dan forum saya berinteraksi dengan mereka.

Mulai dari aksi parlemen jalanan, di fraksi balkon parlemen beneran, yang sedikit serius di beberapa workshop/seminar bahkan di area bencana banjir pun tempat yang nyaman buat diskusi. Januari 2013 tahun lalu saya bersama beberapa teman FKI jalan bareng untuk membantu korban banjir bersama teman-teman FSPMI ke daerah Pebayuran Bekasi ada kawan Iqbal, Obon, Baris, Nyumarno, Nurdin dan masih banyak lagi.

Teguh Maianto

Teguh Maianto

Menyenangkan bisa bersama mereka, diskusi sepanjang jalan menuju dan pulang dari daerah banjir tidak ada habisnya, apa saja kami bahas mulai dari Haji Yasin orang tua Bupati Bekasi sekarang yang katanya kayanya tujuh turunan sampai tempat tinggal kawan Obon di desa yang tidak jauh dari daerah yang saat itu kena musibah banjir sampai juga dengan berita terhangat metamorfosis FKI dari Forum yang berubah dan berkembang menjadi Federasi pada 20 Desember 2012, Januari 2014 ini saya juga kembali ke sana untuk misi yang sama tetapi beda jadwal dengan teman-teman FSPMI.

Yang saya tahu, koreksi saya jika salah, agar tulisan singkat ini sempurna organisasi ini lahir dari perbedaan perspektif perjuangan antara kaum muda yang revolusioner dengan kaum tua yang feodal anti perubahan, termasuk di dalamnya regenerasi organisasi dalam sebuah keniscayaan hidup, bahwa kehidupan sesungguhnya adalah perubahan itu sendiri, saat sekolah di SD dulu rasanya pernah kita diajarkan dalam pelajaran IPA bahwa salah ciri khas adanya mahkluk hidup adalah adanya perubahan, pindah tempat dst dari muda menjadi tua, dari satu menjadi dua berkembang biak begitu dst, konflik perebutan gedung antara barisan muda dengan barisan tua yang saat ini menjadi gedung Sekretariat DPC SPSI Kab/Kota Bekasi menjadi bagian dari catatan sejarah tersendiri, hingga pernah suatu hari kata si Engkong yang bercerita gedung itu pernah menjadi gedung kosong tak berpenghuni beberapa saat sebelum akhirnya saudara tua kembali menempati gedung itu.

Kodrat manusia memang tidak ada yang sama selalu ada perbedaan baik suku, bangsa, agama, warna kulit pun termasuk perbedaan pandangan dalam hal berserikat kalimat terbaiknya adalah kita syukuri saja perbedaan itu karena itu adalah anugerah dari Tuhan juga alat belajar yang baik, karena kalau sama semua susah juga membedakan mana yang salah mana yang benar mana yang baik dan mana yang tidak baik. Segala hal yang dilakukan oleh teman-teman FSPMI sedikit banyak telah memberikan inspirasi bagi banyak orang, tentu banyak hal yang kita bisa catat dari sejarah 15 tahun organisasi ini meskipun organisasi ini belum menjadi yang terbaik diantara yang ada.

Catatan Pertama tentang kebanggaan terhadap organisasi indikatornya mudah sekali terlihat dari banyaknya jaket kaos atau atribut lainnya yang dipakai anggotanya saat berkendara lihat saja di jalan-jalan pintu keluar masuk kawasan industri meskipun tidak semuanya ada juga lainnya.

Catatan yang Kedua adalah tentang soliditas dan militansi yang dimiliki anggota terutama Garda Metal meskipun di satu dua event justru berkebalikan tetapi secara umum soliditas dan militansi yang dipunyai cukup baik dan bisa dibanggakan.

Catatan yang Ketiga adalah manajemen organisasi yang sudah mengarah kepada manajemen organisasi yang modern, administrasi saya kira hal yang tidak boleh dianggap remeh dalam berorganisasi, termasuk di dalamnya adalah pembagian kewenangan yang jelas antara Pimpinan Pusat dengan Pimpinan Daerah juga Pimpinan Cabang, tidak jarang banyak organisasi dimana pembagian kewenangan ini belum clear hingga terjadi tumpang tindih kewenangan bahkan konflik struktural sering terjadi pimpinan pusat terlalu mendominasi area pimpinan cabang akibatnya bisa ditebak pimpinan cabang kerjanya tidak efektif, terkungkung tidak bisa bergerak bebas sesuai dengan kewenangannya ruang itu coba dibuka dan diajarkan dengan baik agar fungsi struktural bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Catatan yang Keempat adalah manajemen sumber dana organisasi yang modern. Bahwa dana adalah darahnya organisasi menjadi hal prinsip di dalam organisasi, konsistensi pembayaran uang cos sebagai kewajiban anggota terhadap organisasi menjadi contoh yang sangat baik. Mudah sekali melihatnya, lihat saja setiap ada aksi besar ke Jakarta, berpuluh-puluh bus bahkan bisa jadi ratusan bus siap membawa anggota organisasi aksi ke Jakarta ada beberapa memang bus jemputan. Tentu banyak indikator lainnya dari masifnya pengelolaan dana dari anggota. Pembuatan bendera, spanduk, jaket, kaos dan atribut lainnya tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, pelatihan-pelatihan dalam rangka capacity building anggota dan pengurus tentu membutuhkan dana yang besar, jika dikatakan kehidupan organisasi sangat tergantung dengan semangat loyalitas anggotanya ya benar itu baru 50 persen dan 50 persen nya lagi adalah dana. Atribut organisasi, mobil operasional PUK bahkan membangun Gedung Training Center juga kantor Sekretariat Cabang maupun Pusat tentu membutuhkan dana yang besar dan itu sudah dilakukan oleh teman-teman FSPMI.

Catatan yang Kelima adalah Go Politik! Kalah menang tentu hal biasa dalam sebuah pertarungan tetapi keberanian mencoba tentu hal yang terpuji toh kalau gagal pun bisa menjadi bahan evaluasi periode selanjutnya. Inklusivitas perjuangan saat ini sudah mulai dilakukan oleh teman-teman FSPMI dengan mencoba keluar dari kebiasaan lamanya, eksklusivitas perjuangan yang selama ini dijalani ternyata hanya membuat gap yang semakin jauh dengan rakyat kebanyakan yang notabene bukan hanya buruh isinya, banyak yang mengeluh kalau jalan macet ketika ketika menuntut kesejahteraan / aksi buruh di sisi lain banyak juga persoalan-persoalan masyarakat luas yang tidak begitu banyak disentuh untuk diperjuangkan oleh berbagai elemen dan itu buruh bisa memperjuangakannya dengan berbagai cara ada jalan rusak, jaminan sosial, mahalnya biaya pendidikan dst jalannya hanya satu lewat Politik ! Ya Politik ! keputusan politiklah yang sesungguhnya menggerakan kemana arah mata angin pembangunan masyarakat diarahkan, maka itu buruh tidak boleh lagi buta politik apalagi benci politik ! Bahwa ada aktor politik yang brengsek itu adalah hal buruk yang tidak patut dicontoh ! tidak bisa lagi buruh berjuang dengan cara itu-itu saja, tidak bisa hanya mengandalkan gaya lama, KLA Konsep Lobi Aksi dst silahkan cara itu dipakai jika masih mungkin tetapi mesti disempurnakan dan jalurnya hanya satu lewat perjuangan politik !….perjuangan cara-cara lama rupanya sudah mulai disadari oleh buruh tidak banyak berpengaruh kepada keputusan-keputusan politik yang berimbas kepada kebijakan publik dimana buruh ada di dalamnya, buruh mulai sadar termasuk buruh yang ada di FSPMI, sebesar apapun aksi bahkan 100 ribu orang pun bahkan yang diserukan sebagai mogok nasional pun belum bisa memberikan hasil yang maksimal sepanjang aturannya belum dirubah dan untuk membuat aturan tersebut UU dst semuanya adalah melalui proses politik, UU adalah produk politik dan dihasilkan dari proses politik, aksi yang tidak terencana dengan baik bahkan tidak jarang menimbulkan persoàlan baru, kejadian di PT Plavis menjadi contoh buat kita semua, pelajaran yang sangat berharga.

Jika kita belajar teori tentang perkembangan organisasi maka ada 3 (tiga) fase atau tahapan yang lazim dikerjakan oleh organisasi yaitu :
1. Structure building
2. Preparation for take off
3. Take off

Ketiga fase tersebut hari ini telah dicapai oleh FSPMI, fase 5 (lima) tahunan yang di negeri ini dikenal dengan Pelita maka saat ini FSPMI memasuki fase Pelita yang terakhir yaitu fase take off / tinggal landas sebuah fase yang saya kira sangat penting dan menentukan sekali bagi masa depan organisasi ini. Harus secara serius hal ini dipersiapkan dengan baik, tidak boleh asal-asalan apalagi tanpa strategi yang matang dengan tidak melibatkan berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang sama, penting agar tiada penyesalan di kemudian hari.

Kawan-kawan FSPMI Teruslah berjuang tanpa henti, gagal bangkit lagi gagal bangkit lagi terbangkan semangat juangmu setinggi-tingginya !

Teruslah Berjuang Tanpa Batas !!!

Selamat Milad, Semoga semakin solid, semakin militan dan diberkahi Tuhan, Amin….

 

M. Nurfahrozy

Ozzy, saat membacakan puisi Kesaksian Akhir Abad di Istora Senayan

Ozzy, saat membacakan puisi Kesaksian Akhir Abad di Istora Senayan

Apa yang dapat ku banggakan

Dalam berorganisasi
Kalau para buruh masih hidup
dalam Ketertindasan….

Apa yang dapat kubanggakan
Dalam berorganisasi
Kalau para buruh masih hidup
Dalam kemiskinan..

Apa yang dapat kubanggakan
Dalam berorganisasi
Kalau parah buruh masih hidup
Dalam ketakutan….

Apa yang dapat kubanggakan
Dalam berorganisasi
Kalau para buruh masih hidup
Dalam ketakberdayaan…

Aku akan BERDOSA sebagai pemimpin buruh
Bila tak mampu mengangkat derajat anggotaku
Agar tidak lagi tertindas..

Aku akan BERDOSA sebagai pemimpin buruh
Bila tak mampu mensejahterakan anggotaku
Agar tak lagi hidup dalam kemiskinan

Aku akan BERDOSA sebagai pemimpin buruh
Bila tak mampu menciptakan keberanian aggotaku
Agar tak lagi ragu melawan tirani.

Aku akan BERDOSA sebagai pemimpin buruh
Bila tak dapat menyatukan anggotaku
Agar mimpi kita menjadi kenyataan….

bekasi,06 februari 2014
Rumput Teki

Dedicated to 15th Anniversary FSPMI

JAYALAH FSPMI KU…

Categories: Opini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *