Tangerang, FSPMI – Beredar pernyataan dari berbagai sumber media elektronika terkait ucapan Gubernur Banten, Wahidin Halim yang mengatakan bahwa dia tidak akan merevisi besaran UMK 2022, meskipun buruh melakukan aksi mogok kerja dan unjuk rasa.

“Gubernur tidak akan mengubah keputusan yang sudah ditetapkan walaupun terjadi mogok, sepanjang tidak ada perintah dari Pak Presiden”, Ujar Wahidin di Gedung Pendopo Lama, Kota Serang. Senin (06/12/2021)

“Saya bilang ke pengusaha, ya kalian cari tenaga kerja baru, masih banyak yang nganggur, yang butuh kerja, yang cukup gaji Rp. 2,5 juta, Rp. 4 juta juga masih banyak”, Lanjutnya

Dengan adanya pernyataan Gubernur Halim, Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menjadi marah bahkan menilai sikap pernyataan Gubernur Banten itu seperti lupa akan janjinya kepada buruh.

“Aksi ini, akibat ulah pernyataan Gubernur, yang memprovokasi kami. Ia sudah lupa dengan buruh, dengan janjinya dulu”. Ungkap salah satu orator saat menyampaikan diatas mobil komando. Selasa (07/12/2021).

Sekitar ratusan massa buruh menyambangi perusahaan yang berada disekitaran Batu Ceper, Jurumudi dan Daan Mogot Kota Tangerang.

Buruh pun akan terus melakukan aksi mogok kerja sampai dengan 10 Desember 2021 sesuai dengan surat pemberitahuan.

Penulis : Chuky
Photo : Kontributor Tangerang