Suasana rapat Dewan Pengupahan Kota Batam

Suasana rapat Dewan Pengupahan Kota Batam

Rapat Dewan Pengupahan Kota Batam terkait dengan pembahasan UMK Batam hari ini ditutup pukul 14:00. Dua jam lebih awal dari jadwal, yang semula direncanakan berakhir pukul 16:00.

“Dalam pembahasan tadi, wakil DPK dari FSPMI tetap meminta dari dinas-dinas terkait yang tidak hadir dalam pembahasan UMK tanggal 11 Oktober 2013 kemarin harus Hadir,” ujar anggota Depeko Batam, Mustofa.

Akhirnya, dalam kesempatan kali ini, 3 dinas yang dalam pertemuan lalu tidak hadir akhirnya hadir dalam rapat. Mereka berasal dari dinas Tata Kota, Perhubungan, Perdagangan) dan 2 lembaga (Bank Indonesia & Otorita Batam).

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh 2 lembaga (BI & Otorita Batam), kesimpulannya adalah, bahwa UMK bukanlah indikator utama yang menjadi pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Batam. Yang mereka lihat justru terkait dengan kepastian hukum dan infrastutur.

Jadi jelas, kenaikan UMK tidak ada kaitannya dengan investasi. Jika pun ada, itu sangat kecil pengaruhnya.

Hal lain yang menarik adalah, pengaruh UMK atas kenaikan bahan-bahan pokok, transportasi, dan perumahan hampir tidak ada. Sehingga kenaikan upah tidak akan memengaruhi inflansi. Justru yang mendongkrak inflansi adalah kenaikan BBM, sebagaimana yang terjadi pada pertengahan tahun lalu.

“Jadipengaruh kenaikan UMK sangat kecil atas inflasi,” ujar Muhamad Mustofa, wakil Depeko dari FSPMI.

Untuk selanjutnya, dewan pengupahan Kota Batam akan kembali mengadakan rapat pada tanggal 22 Oktober 2013.

Dalam pembahasan UMK kali ini, sudah mulai ada pengawalan buruh. Hari ini, misalnya, seratus lebih anggota FSPMI hadir untuk memberikan pengawalan. (*)

Categories: Kabar Anggota

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *