Siaran Pers: Buruh Minta Kapolres Bekasi Dicopot

IMG-20130912-WA004Aksi mogok kerja yang sah para pekerja PT.Kalbe Farma Tbk malam ini 12 September 2013 di Represif oleh aparat Polres Metro Kab.Bekasi. Mogok kerja yang dimulai dari pagi jam 09.00 dilakukan secara tertib dan damai. Tuntutan pekerja diantaranya Kenaikan Upah tahun 2013 yang belum selesai dirundingkan, penghapusan sistem kerja outsourcing, pemberlakuan bonus yang diskriminatif, pemberian uang transportasi pekerja yang tidak sama antara pekerja kontrak dan pekerja tetap, tidak dibangun-nya Masjid sebagai fasilitas ibadah pekerja, dan banyak lagi pelanggaran ketenagakerjaan lain.

Akan tetapi, aksi mogok kerja yang sah, tertib, dan damai direpresif oleh Polisi. Menurut keterangan Supriyadi (salah satu buruh) kejadian berawal dari brimob yang di dalam pagar memprovokasi buruh yang mogok di luar pagar dengan memaki dan mengumpat, terjadi adu mulut antara brimob dengan peserta mogok yang di luar pagar yang hanya sekitar 40 orang. Tiba-tiba brimob yang di dalam mendorong pintu pagar dan keluar, langsung memukuli masa dengan menggunakan rotan dan tongkat PHH, merubuhkan motor merusak memukuli dan menendangi motor peserta mogok kerja. Puluhan buruh luka-luka dan motor rusak”.

Sebagai bentuk protes, ribuan buruh yang ada di rumah dan di pabrik-pabrik berdatangan dan menuju Polres Metro Kab.Bekasi. Sesampai di Polres buruh di pukul mundur buruh dengan gas air mata, buruh luka-luka, dan ada yang ditangkap. Untuk menghindarkan beentrokan dengan aparat, buruh mundur dan saat ini menuju Kantor Bupati Bekasi dan ribuan buruh akan bergelombang menginap di Kantor Bupati.

Atas kejadian ini kami mendesak:

1. Mendesak Kapolri untuk men-Copot Kapolres Metro Kab.Bekasi yang pada saat kejadian mogok ada di lokasi.

2. Mendesak Pemerintah Kab.Bekasi & PT.Kalbe Farma untuk tuntaskan tuntutan pekerja.

Bekasi, 12 September 2013

Nyumarno
Pimpinan Pusat SPAI FSPMI
Bidang Advokasi & Pembelaan

Cp. 081808582024

Aksi Solidaritas Untuk Pekerja Indofarma Dirubah Menjadi Hari Rabu

antaranews.com

antaranews.com

Aksi solidaritas untuk memperjuangkan agar 334 orang anggota FSPMI yang dipecat oleh PT. Indofarma (Tbk) agar dipekerjakan kembali dan menjadi karyawan tetap yang semula akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 30 Juli 2013, oleh Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) dirubah menjadi hari Rabu, 31 Juli 2013.

Adapun tujuan aksi masih sama. Di Kantor Meneg BUMN yang terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta Pusat.

Seperti yang kami sampaikan beberapa waktu lalu, ada 2 (dua) tuntutan yang disampaikan. Pertama,  meminta  agar 334 orang anggota FSPMI yang dipecat secara sepihak oleh perusahaan dipekerjakan kembali dengan status sebagai karyawan tetap. Sedangkan yang kedua adalah, meminta penghapusan outsourcing di BUMN  PT. Indofarma (Tbk).

Dalam surat bernomor: 01294/Org/DPP FSPMI/VII/2013 tanggal 27 Juli 2013, DPP FSPMI menginstruksikan kepada Konsulat Cabang FSPMI, Pimpinan Cabang SPA FSPMI; dan Anggota Garda Metal se – Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Bandung, Serang & Cilegon untuk berpartisipasi dalam aksi ini dengan mengirimkan anggotanya dengan rincian sebagai berikut: Jakarta, 100 Orang; Bogor, 200 Orang; Depok, 50 Orang; Tangerang, 200 Orang; Bekasi 750 Orang; Karawang, 200 Orang; Purwakarta, 100 Orang; Bandung, 25 Orang; Serang, 25 Orang, dan Cilegon, 25 Orang.

Dari Kantor BUMN, peserta aksi akan menghadiri kegiatan berbuka puasa bersama di Bundaran HI. Terdapat 3 (tiga) tuntutan utama yang diusung dalam aksi simpatik kali ini:  Turunkan harga, naikkan upah minimum 50%  dan jalankan Jaminan Kesehatan seluruh rakyat mulai 1 Januari 2014, tidak bertahap hingga 2019.

Untuk itu, DPP FSPMI berharap  KC/PC SPA FSPMI segera melakukan koordinasi dengan PUK SPA FSPMI di wilayahnya masing – masing untuk mensukseskan kegiatan ini. (*)

Siaran Pers Aksi Unjuk Rasa Karyawan PT. Indofarma Tbk

Siaran Pers Aksi Unjuk Rasa Karyawan PT. Indofarma Tbk

demo buruh indofarma (ft : Day Xaveria)

demo buruh indofarma (ft : Day Xaveria)

Pada hari ini kamis, 04 Juli 2013 kami SPAI FSPMI Kab./Kota Bekasi melakukan Aksi Unjuk Rasa di salah satu perusahaan BUMN yaitu PT. Indofarma Tbk yang beralamat di jl. Indofarma No.1 Cikarang Barat Kab. Bekasi. Terkait pernasalahan Outsourcing, Pekerja Harian Lepas yang melanggar UU No.13 Th. 2003.

PT. Indofarma Tbk memproduksi obat-obatan generik seperti antalgin, paracetamol, dll..
Sangat Ironis perusahaan BUMN ini ternyata masih melakukan praktek Outsourcing dan pekerja harian lepas tidak sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Jadi sekarang telah terjawab sudah kenapa perusahaan Korea, China, bahkan Perusahaan Jepang pun melanggar UU Ketenagakerjaan karena Perusahaan Negara (BUMN) mengajarkan mereka untuk melanggar UU.

Para pekerja yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT. Indofarma yang telah resmi tercatat di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi dengan nomor bukti pencatatan 1344/CTT.250/X/2012 tertanggal 24 Oktober 2012.

Mereka telah melaporkan ke pihak Pengawas Disnaker Kab. Bekasi yang berisikan yaitu terjadi status pekerja OS dan PHL yang akhirnya pihak Pengawas Disnaker Kab. Bekasi melakukan SIDAK ke PT. Indofarma Tbk dan akhirnya mengeluarkan Surat Nota Dinas Pengawasan yang berisi bahwa Pekerja OS dan PHL PT. Indofarma Tbk diubah status kerjanya menjadi PEKERJA TETAP PT. Indofarma Tbk.

Akan tetapi pihak perusahaan BUMN ini tidak mau menjalankan isi Nota Dinas Pengawas Disnaker Kab. Bekasi. Akan tetapi walaupun perusahaan Negara ini tidak menjalankan isi Nota Dinas, tidak ada tindak lanjut dari Dinas Tenaga Kerja Kab. Bekasi hingga saat ini.
Tidak berhenti sampai disitu perjuangan pekerja PUK SPAI FSPMI PT. Indofarma Tbk terus mengadukan ke Kantor BUMN, KEMENAKERTRANS, KOMISI IX DPRRI, DPRD dan Bupati Kabupaten Bekasi. Lagi-lagi pengaduan mereka hanya mendapatkan isapan jempol belaka.

Kini mereka sudah 8 bulan tidak lagi mendapatkan Upah dari PT. Indofarma Tbk hingga yang sangat menyedihkan adalah salah satu pekerja wanita anggota PUK SPAI FSPMI PT. Indofarma berniat ingin menjual Ginjalnya untuk dapat menghidupi keluarganya hingga akhirnya salah satu statiun Tv swasta (TV-One) membuat film Dokumenter Pergerakan Buruh yang di siarkan pada 1 Mei kemarin yang ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sangatlah wajar perjuangan mereka tidak kenal lelah karena telah bertahun-tahun hingga ada yang sudah bekerja 20th membesarkan Perusahaan BUMN ini.

Maka dari itu kami SPAI FSPMI Kab./Kota Bekasi yang beranggotakan 107.498 anggota akan melakukan Reaksi hingga ada penyelesaian permasalahan Ketenagakerjaan di perusahaan Negara BUMN PT. Indofarma Tbk.

Terimakasih
Bekasi 04 Juli 2013
M. Nurfahroji
PC SPAI FSPMI Kab./Kota Bekasi