PC SPAI FSPMI Tangerang Raya Mengadakan Pendidikan Kesekretariatan

TANGERANG-Sebanyak 53 orang peserta dari 28 PUK Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) se-Tangerang Raya, mengikuti Pendidikan Kesekretariatan. Pendidikan yang di adakan oleh PC AI pada hari Minggu, (30/10) bertempat di ruang Meeting Room PT Jumbo Cable Tangerang.

Menurut salah seorang Perangkat Cabang Aneka Industri (PC AI), sekaligus sebagai Trainer Pendidikan Kesekretariatan Bambang Santoso, Pendidikan kesekretariantan sangat penting, mengingat FSPMI sebagai wadah organisasi buruh yang besar yang beranggotakan para buruh serta PUK dibeberapa perusahaan diseluruh  Indonesia sering berbenturan dengan pihak managemet maka diperlukan sebuah penyelesaian secara perdata.

” Contohnya Sekretaris perlu mengetahui tatacara penulisan surat-menyurat agar tidak ada kesalahaan ketika ada sebuah permasalah, maka diperlukan kejelasan surat yang dibuat tertuju untuk dinas yang dimakdsud ” ujar Bambang Santoso

Para peserta sangat antusias mengikuti acara pendidikan ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan di acara tanya jawab.

Kedepannya, acara Advokasi juga Pendidikan seperti ini akan terus di kembangkan. Supaya semua anggota, baik itu pengurus PUK, atau anggota biasa, bisa memahami pentingnya berorganisasi, juga bisa mengambil manfaat dari berorganisasi. Salah satunya pengembangan sumber daya manusia melalui training – training seperti ini (Rey)

Siaran Pers : Hak Mogok Keja buruh dikebiri oleh Intervensi dan Represif Aparat Kepolisian

Siaran Pers

Hak Mogok Keja buruh dikebiri oleh Intervensi dan Represif Aparat Kepolisian

BURUH AKAN MELAWAN……..!!!

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

ATURAN HUKUM TENTANG MOGOK KERJA

Mogok kerja merupakan salah satu hak dasar buruh yang diatur dan dilindungi Undang-Undang. Adapun aturan hukum mogok kerja adalah sebagai berikut:
. UU 13/2003 Pasal 137:
“Mogok kerja adalah hak dasar pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh…….”
. UU 13/2003 Pasal 143:
Ayat (1) :
“Siapapun tidak dapat menghalang-halangi pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh untuk menggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan damai”
Ayat (2) :
“Siapapun dilarang melakukan penangkapan dan/atau penahanan terhadap pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh yang melakukan mogok kerja secara sah, tertib, dan damai sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”
. UU 13/2003 Pasal 185 :
Ayat (1) :
“Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 ayat (1) dan ayat (2), pasal 68, pasal 69 ayat (2), pasal 80, pasal 82, pasal 90 ayat (1), pasal 139, pasal 143, dan pasal 160 ayat (4) dan ayat (7), dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah)”
Ayat (2) :
“Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan”

INTERVENSI DAN REPRESIF KEPOLISIAN PADA MOGOK KERJA BURUH PT.KALBE FARMA Tbk

Sejak 12 September 2013 ratusan pekerja PT.Kalbe Farma Tbk Cikarang melakukan mogok kerja yang sudah secara resmi diberitahukan kepada pihak perusahaan dan juga pihak Dinas Tenaga Kerja, sebagai syarat sah-nya mogok kerja.
Para pekerja PT,Kalbe Farma tersebut menuntut:
1. Kenaikan Upah tahun 2013 yang diputuskan sepihak tanpa dirundingkan dengan pihak pekerja
2. Penghapusan sistem kerja Outsourcing
3. Penghapusan sistem kerja fleksi (Flexible Time)
4. Penghapusan diskriminasi pemberian uang transportasi
5. Penghapusan diskriminasi uang shif 3 antara pekerja tetap dengan pekerja kontrak
6. Menuntut di bangunnya Masjid sebagai sarana peribadatan pekerja

Mogok kerja yang dimulai pada jam 08.00 pagi pada hari itu dilakukan dengan tertib dan damai tiba-tiba mendapatkan intervensi dari Kepolisian Resort Kab.Bekasi baik di dalam perundingan maupun intimidasi dilapangan. Kepolisian tidak lagi mengindahkan Perkap No.1 tahun 2005, yang pada intinya berisi “dalam perselisihan hubungan industrial Polisi harus berada dalam jarak 25 meter dan tidak boleh terlibat langsung di dalam perselisihan hubungan industrial”.

Namun yang terjadi pada hari itu di PT.Kalbe Farma Tbk Cikarang Kapolres, Kabagops, serta jajaran Kepolisian Metro Kab.Bekasi hadur langsung memimpin tindakan brutal tersebut, bahkan sempat memaksakan Serikat pekerja untuk menandatangani kesepakatan perundingan, namun ditolak oleh Pihak Pekerja. Tuntutan tak terpenuhi, intimidasi dan represif yang didapat para pekerja Kalbe Farma Tbk.

Tepat pukul 22.00 para peserta mogok kerja di represif polisi, ratusan Polisi yang ada didalam PT.Kalbe Farma Tbk mendorong dan membubarkan paksa para pekerja yang hanya berjumlah sekitar 40 orang di depan gerbang utama. Puluhan pekerja luka-luka atas insiden ini, dan tak hanya itu puluhan motor ikut ditendang dan dirusak oleh Polisi.
Sebagai bentuk protes, ratusan buruh mendatangi Kantor Kepolisian Resort Bekasi untuk melakukan protes dan meminta pertanggungjawaban, namun yang di dapat buruh hanya tembakan gas air mata dan ada satu buruh tertangkap.

KEJAHATAN POLISI: REPRESIF POLISI TERUS BERLANJUT, BURUH MOGOK KERJA DITANGKAP

Mogok kerja yang dilakukan para pekerja PT.Kalbe Farma Tbk terus berlanjut, karena tak ada satu tuntutan-pun yang dipenuhi oleh Pihak Perusahaan. Perundingan yang dilakukan di PT.Kalbe Farma Pusat di Cempaka Putih pada 19 September 2013 pun hanya menghasilkan sebuah janji, pihak perusahaan PT.Kalbe Farma Tbk berjanji akan menuntaskan tuntutan para buruh maksimal dalam 7 (tujuh) hari kerja. Hari ketujuh sebagaimana dijanjikan oleh Perusahaan, tepatnya 26 September 2013 Perundingan antara manajemen PT.kalbe Farma Tbk dengan Pihak Serikat Pekerja dilakukan di Zurry Ekspres Lippo Cikarang. Perundingan yang dimulai sejak pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.00 tak menghasilkan hasil apapun. Pihak Perusahaan PT.Kalbe Farma Tbk ingkar janji, jangankan menuntaskan dalam 7 (tujuh) hari kerja, satu tuntutan pekerja-pun tak ada yang dikabulkan.

Sementara perundingan berjalan alot dan tanpa hasil, di lapangan areal mogok kerja PT.Kalbe Farma Tbk Polisi kembali menunjukkan arogansi dan kebrutalannya dengan membubarkan mogok kerja buruh PT.Kalbe Farma Tbk. Buruh yang sedang selesai menunaikan sholat maghrib dan sedang duduk berdoa sambil mengucapkan doa-doa pada pukul 19.00 di bubarkan oleh Polisi.

Cara yang digunakan untuk membubarkan pun sangat tidak manusiawi, hanya diberikan kesempatan satu kali untuk membubarkan diri kemudian buruh ditarik, diseret, ditendang, disiksa, dianiaya, ditelanjangi, di sundut rokok dan tindakan lain yang tak seharusnya dilakukan. Kejadian ini menimpa Pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Bekasi Sdr.M .Nuhfahrozzy dan dua rekan buruh bernama Irwan dan Sopiyan Hadi. Ketiganya bukan didorong mundur untuk dibubarkan, namun ditarik dan diseret masuk ke dalam PT.Kalbe Farma Tbk dan dianiaya oleh oknum-oknum aparat Kepolisian.

Peserta mogok tak juga diam, di pintu gerbang utama mereka semua duduk sambil membaca doa-doa dan tuntutn agar rekan pekerja yang ditangkap bisa dibebaskan, namun ancaman pembubaran dari Ratusan Polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres dan Kabagops Kab.Bekasi semakin kencang. Water Canon dan pasukan Polisi bertameng seolah-olah disiapkan untuk perang dengan buruh. Suasana mencekam pada malam itu hanya ada dua pilihan bagi buruh, menahan diri dan sabar demi tujuan perjuangan, atau bangkit melawan tindakan brutal aparat kepolisian.

Obon Tabroni pimpinan Buruh Bekasi yang pada malam itu datang ke lokasi memilih menciptakan kondisi kondusif, dengan memberikan dua pilihan kepada Kepolisian untuk berdamai “bebaskan ketiga rekan buruh yang ditangkap ataukah kami akan instruksikan untuk semua pabrik stop produksi dan mogok daerah”. Polisi akhirnya membebaskan ketiga korban, dan ketiganya yang penuh luka di bawa oleh rekan-rekan buruh ke RS.Hosana Medika.

BURUH MELAWAN, BURUH LAPORKAN TINDAK PIDANA KE RESKRIM POLDA METRO JAYA DAN PROPAM POLDA METRO JAYA

Atas tindakan Polisi pada malam itu, siang harinya 27 September 2013 ketiga korban mengadukan tindakan brutal Polres Bekasi ke Polda Metro Jaya dengan di dampingi oleh LBH FSPMI dan LBH Jakarta. Dalam pengaduan tersebut korban mengadukan Tindak Pidana Penganiayaan, Pengeroyokan, Pencurian dan Tindak Pidana Pembubaran Mogok Kerja dengan Nomor LP.TBL/3395/IX/2013/PMJ/DitReskrimum. Selain itu korban juga melaporkan ke Propam Polda Metro Jaya atas tindakan Pembubaran Mogok kerja yang tidak sesuai dengan UU dengan Nomor: STPL /88/IX/2013/Yanduan. Kedua pelaporan tersebut dengan Terlapor : Kompol YS Muryono (Kabagops Polresta Kab.Bekasi) dan anggota Polisi (dalam penyelidikan), sedangkan Pelapornya adalah M.Nurfahrozzy.

Jakarta, 03 Oktober 2013;
Nyumarno, LBH FSPMI

Tentang Buruh Kalbe diserang dan ditangkap aparat

Siaran Pers KSPI
26 September 2013
Tentang Buruh Kalbe diserang dan ditangkap aparat

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

Ratusan buruh yang tergabung dalam  PUK PT Kalbe Farma Cikarang dan ribuan elemen buruh lainnya kembali diserang aparat kepolisian pada pukul 19.00 WIB. Puluhan pekerja yang tenggah melakukan gerakan insiatif solidaritas menuntut manajemen PT Kalbe Farma merealisasikan tuntutan pekerja mengalami luka-luka. Sementara 3 pekerja diantaranya ditangkap aparat kepolisian.

Pengurus Pusat FSPMI bekasi Nyumarno mengungkapkan, pada pukul 19.00 WIB para pekerja yang sedang melakukan gerakan solidaritas di PT Kalbe Farma dengan berduduk-duduk didepan pintu utama Perusahaan, diseret paksa aparat dan dipukul. Menurutnya, aparat juga mengunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Dia menerangkan, apa yang tengah dilakukan pekerja PT Kalbe ini bukan merupakan aksi demonstrasi, melainkan gerakan solidaritas untuk membantu perjuangan pekerja PT Kalbe Farma. Sehingga, lanjut dia, tidak sepantasnya dibubarkan paksa dan dianiyaya seperti ini.

Dia menegaskan, seharusnya hari ini  (26/09) merupakan batas perundingan antara pekerja PT Kalbe Farma dengan pihak peruahaan. Tetapi, lanjut dia, perundingan ini deadlock.  Sementara itu, dalam perundingan sebelumnya pihak perushaan hanya menyepakati 2 tuntutan pekerja dari 4 tuntutan yang dilayangkan, yaitu; sistem kerja yang fleksibel, dan sarana ibadah. Sementara, penuntasan upah minimum sesuai standart UMP/K, penghapusan outsourcing masih belum ada kesepakatan.

Hingga saat ini, gerakan solidaritas pekerja masih berlangsung di depan PT Kalbe Farma Cikarang meskipun mendapatkan perlawanan sengit dan represif dari aparat.

Trimakasih
Tim Media KSPI
Cp. Nyumarno  081808582024

Inilah Perkembangan Terkini Aksi Buruh Kalbe Farma

Polisi melakukan penjagaan ekstra di PT. Kalbe Farma. Padahal apa yang dilakukan buruh hanyalah meminta agar perusahaan memberikan hak normatif yang selama ini tidak dijalankan oleh perusahaan

Polisi melakukan penjagaan ekstra di PT. Kalbe Farma. Padahal apa yang dilakukan buruh hanyalah meminta agar perusahaan memberikan hak normatif yang selama ini tidak dijalankan oleh perusahaan (foto diambil di hari pertama mogok kerja, minggu lalu)

Kemarin, hari Kamis 19 September 2013 para pekerja PT.Kalbe Farma Tbk dan ribuan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi unjuk rasa ke PT.Kalbe Farma Tbk Pusat di Jl.Letjend Suprapto, Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut perwakilan PT. Kalbe Farma Pusat Husni (Direksi PT.Kalbe Farma Tbk), Michael dan Kemalsyah Siregar (Konsultan Hukum PT.Kalbe Farma Tbk) berunding dengan pihak pekerja (PUK PT.Kalbe, PC SPAI FSPMI, dan Pimpinan Pusat SPAI FSPMI.

Dalam pertemuan yang dimulai sejak jam 11.30 siang sampai dengan jam 18.00, pihak pekerja menyampaikan tuntutan-tuntutan. Pembahasan satu persatu tuntutan alot diperdebatkan. Diakhir perundingan terdapat kesepahaman terkait tuntutan pembuatan  Masjid dan penolakan Sistem Kerja Fleksi/Flexible Time. Pihak Perusahaan sudah mau menyepakati tuntutan buruh.

Sedangkan tuntutan Kenaikan Upah sekalian membuat formula/rumusan skala upah (agar tahun-tahun berikutnya tak lagi ada masalah upah), penghapusan pekerja OS, diskriminasi transport dan uang insentif akan diselesaikan dirundingkan antara Tim Perunding Serikat Pekerja dengan Pihak Kalbe Farma Tbk Pusat dan WAJIB untuk diselesaikan semuanya terhitung 7 hari kerja (maksimal 26 September 2013).

Pihak serikat pekerja menerima hasil tersebut dengan catatan Mogok Kerja di PT.Kalbe Farma AKAN TETAP berlangsung di PT.Kalbe Farma Tbk Cikarang, sampai benar-benar tuntutan terealisasi. Bahkan jika tidak terselesaikan semua sampai batas waktu 26 Sept 2013, FSPMI akan melakukan aksi besar-besaran di PT.Kalbe Farma Tbk Pusat di Jakarta dan mengancam akan menginap sampai dengan tuntutan terpenuhi.

Demikian kami sampaikan, mohon terus pengawalan dan dukungan solidaritasnya untuk perjuangan rekan-rekan PUK SPAI FSPMI PT.Kalbe Farma Tbk.

Terimakasih.

Hormat kami, PC SPAI FSPMI Bekasi

 

Mengetahui, Pimpinan Pusat SPAI FSPMI

 

 

 

Tak Gentar: Sore ini Buruh Bekasi Kembali Geruduk PT. Kalbe Farma

Setelah tadi pagi melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bekasi, sore ini buruh kembali menggeruduk PT. Kalbe Farma yang berlokasi Kawasan EJIP, Bekasi. Di Kantor Bupati Bekasi, mereka menuntut pencopotan Kapolres Kabupaten Bekasi yang dinilai tidak becus dalam melakukan penanganan aksi, yang berakhir bentrok, tadi malam.

Dihubungi melalui telepon gengam, Pengurus Pimpinan Pusat SPAI FSPMI Nyumarno membenarkan jika saat ini buruh kembali mendatangi PT. Kalbe Farma. “Sebagian massa juga masih ada yang di Kantor Bupati,” ujarnya.

Buruh bertekad akan terus melakukan aksi hingga tuntutannya terpenuhi. Oleh karena itu, Nyumarno meminta kepada seluruh anggota FSPMI untuk bersolidaritas dan segera merapat ke Kawasan Ejio. Nyumarno juga menyampaikan, bahwa saat ini hanya ada beberapa polisi di PT. Kalbe Farma, tidak sebanyak kemarin, yang menurutnya jumlahnya ‘gila-gilaan.’

“Ini aku bersama korban, akan ke Kontras. Sebanyak 3 (tiga) orang korban akan menyiapkan laporan ke Propam,” ujar Nyumarno.

Berikut beberapa foto yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Media FSPMI, sepanjang hari kemarin. Untuk mengigatkan kepada kita semua, betapa tidak profesionalnya pihak kepolisian dalam melakukan penanganan aksi mogok kerja.

Polisi melakukan penjagaan ekstra di PT. Kalbe Farma. Padahal apa yang dilakukan buruh hanyalah meminta agar perusahaan memberikan hak normatif yang selama ini tidak dijalankan oleh perusahaan

Polisi melakukan penjagaan ekstra di PT. Kalbe Farma, 12 September 2013. Padahal apa yang dilakukan buruh hanyalah meminta agar perusahaan memberikan hak normatif yang selama ini tidak dijalankan oleh perusahaan

 

Sekitar pukul 17:44 WIB,  sore hari (12 September 2013), ribuan massa solidaritas mulai berdatangan.

Sekitar pukul 17:44 WIB, sore hari, ribuan massa solidaritas mulai berdatangan. Mereka melakukan aksi duduk dengan tertib, mendengarkan orasi dan lagu-lagu perjuangan.

 

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

Ratusan aparat kepolisian bersiap membubarkan peserta mogok kerja. Hari sudah merangkak petang ketika itu, pukul 18.15 WIB. Polisi dan karyawan PT. Kalbe Farma yang mayoritas perempuan berhadap-hadapan dengan aparat yang bersenjatakan pentungan, tameng, dan gas air mata.

 

Dan inilah hasil karya mereka. Puluhan motor peserta aksi mogok kerja dirusak oleh Polisi.

Dan inilah hasil karya mereka. Puluhan motor peserta aksi mogok kerja dirusak oleh Polisi.

Tak berhenti sampai disitu, kawan-kawan kami juga dipukuli hingga luka-luka.

Tak berhenti sampai disitu, kawan-kawan kami juga dipukuli hingga mengakibatkan luka-luka. Sore ini, didampingi dengan Perangkat FSPMI mereka akan mendatangi Kontras untuk melaporkan arogansi Polisi dalam menangani aksi. Copot Kapolres Bekasi!