PUK SPAMK FSPMI PT. PEMI-PASI Beri Santunan 1.000 Anak Yatim

Paduan Suara PUK SPAMK FSPMI PT, PEMI-PASI

Paduan Suara PUK SPAMK FSPMI PT, PEMI-PASI

 

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-8, PUK SPAMK FSPMI PT. PEMI-PASI yang terletak di Balaraja – Tangerang memberikan santunan kepada seribu anak yatim. “Ini adalah bentuk rasa syukur kita, karena sejak PUK ini berdiri 8 tahun yang lalu hingga saat ini, sudah banyak hal yang berhasil kita dapatkan,” ujar Ketua PUK Jarim hari ini.

Pemberian santunan terhadap 1.000 anak yatim ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Terutama dari masyarakat yang ada disekitar perusahaan. Seperti disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yang diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. “Dengan diakannya santunan ini, hubungan antara karyawan dan masyarakat disekitar perusahaan menjadi lebih dekat. Bahkan kalau dilihat dari jumlah anak yatim yang mendapatkan santunan, ini layak mendapatkan rekor muri,” katanya bercanda.

Kedekatan seperti ini penting, karena pada hakekatnya karyawan adalah bagian yang tak terpisahkan. Sehingga pada satu saat nanti tercipta sebuah kondisi, dimana gerakan buruh juga mendapat dukungan dari masyarakat.

Presiden DPP FSPMI Said Iqbal dalam sambutannya mengingatkan kepada pekerja PT. PEMI – PASI untuk menjaga persatuan dan kerukunan antar karyawan. Bahwa tugas untuk memperbaiki bukan hanya berada dipundak FSPMI. Tugas memperbaiki adalah tugas semua orang yang mencintai perubahan. “Kita tahu, setiap niat baik akan dinilai sebagai sebuah kebaikan. Oleh karena itu, kita harus selalu mengedepankan niat baik itu.”

Santunan ini sendiri sekaligus menjadi bukti, bahwa buruh tidak hanya bisa aksi. Ia  juga peduli. Memiliki empati kepada masayarakat sekitar. Tidak hanya berempati, karena kepedulian itu ia wujudkan dalam bentuk nyata di hari ini.

Delapan tahun memang bukan waktu yang lama dalam sebuah peradapan. Tetapi delapan tahun itu, tentu saja sudah banyak hal yang dilakukan. Semoga dengan bertambahnya usia, FSPMI PEMI-PASI akan semakin jaya. (*)

Besok Buruh Bekasi Gelar Pentas Seni

555049_4671247479156_1099812915_n

Besok buruh Bekasi akan menggelar festival band buruh. Tidak hanya band yang akan tampil, kegiatan ini juga akan menjadi ajang konsolidasi diisi dengan orasi tokoh, lokal dan nasional. “Rencananya juga akan menampilkan tari-tarian,” ujar Sekretaris KC FSPMI Bekasi Mike Latuwael.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua KC FSPMI Bekasi Obon Tabroni menghimbau kepada warga Bekasi untuk hadir dalam acara ini. “Kami tidak membatasi siapapun yang hadir besok di acara parade musik buruh. Kalaulah kepanitiaan dan segalanya kami yang menyiapkan, itu hanyalah faktor teknis. Sesungguhnya besok adalah harinya buruh Bekasi untuk sama-sama bergembira, belajar, dan berkonsolidasi.” ujarnya.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Kawasan Industri JURONG, Jababeka. Adapun tema yang diusung dalam acara yang rencananya akan dihadiri ribuan buruh ini adalah, “Sikapi Dengan Positif  Ekspresi Dengan Inovatif.”

Silahkan kawan-kawan hadir dan menikmati sajian seni. Sebagai bukti, bahwa buruh tidak hanya bisa aksi. (Kascey)

Distribusi Anggaran Untuk Perangkat Organisasi Meningkat

IMG_00000672Komitmen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk menjadi organisasi serikat pekerja yang mandiri dan independent bukan hanya isapan jempol belaka. Hal ini terbukti, dari waktu ke waktu iuran anggota terus meningkat. Dengan mendanai perjuangannya sendiri, kaum buruh bisa menentukan cita-citanya tanpa intervensi dari pihak manapun.

Kita patut berbangga, bahwa FSPMI mampu menggerakkan roda organisasi dari dana yang diperoleh dari iuran anggotanya. Ini menjadi ciri organisasi yang kuat dan bermartabat.

Bahkan Handoko Wibowo, tokoh Omah Tani Batang, yang sempat mendengarkan paparan keuangan FSPMI mengatakan, Partai Politik pun akan iri jika tahu betapa antusiasnya anggota FSPMI dalam membayar iuran. “Hanya sedikit organisasi yang operasional organisasinya didanai oleh anggota,” ujarnya.

Menurut Bendahara Umum DPP FSPMI Judy  Winarno, hingga bulan Juli 2013 saja, iuran anggota yang sudah masuk ke DPP mencapai hampir 1,5 miliar. Seperti diketahui, besarnya iuran anggota FSPMI adalah 1% dari upah minimum. Dimana dari 1% tersebut, 60% dikelola oleh PUK dan 40% ditransfer ke DPP. Dana ini oleh DPP kemudian didistribusikan kiembali kepada seluruh perangkat organisasi: DPW, KC, PP, PC di seluruh Indonesia.

Disampaikan oleh Judy, terkait dengan peningkatan iuran anggota, jumlah distribusi ke perangkat pun meningkat. Distribusi untuk DPW FSPMI yang semula berjumlah Rp. 64,7 Juta menjadi Rp. 95 Jt (naik 47,5%). Sedangkan distribusi untuk KC FSPMI naik dari Rp. 29,7 Jt menjadi Rp. 40,5 Jt (naik 36,4%).

Distribusi untuk SPA juga mengalami peningkatan. Distribusi untuk SPEE FSPMI naik 73%, dari yang semula Rp. 78.720.000,- menjadi Rp. 127.210.000,-. SPAMK FSPMI naik 121%, dari semula Rp. 55.210.000,- menjadi Rp. 121.995.000,-. SPL FSPMI naik 75%, dari 31.350.000,- menjadi Rp. 47.605.000,-. Sedangkan si bungsu, SPAI FSPMI naik 43%, menjadi Rp. 36.300.000,-

Tentu saja kita berharap, dengan peningkatan jumlah iuran dan distribusi keperangkat organisasi, FSPMI akan tumbuh sebagai organisasi serikat pekerja yang kuat dan disegani. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan kehidupan kaum pekerja yang lebih sejahtera bisa tercapai. (Kascey)

Manajemen Komunikasi dan Informasi Menjadi Prioritas Untuk Dibahas

IMG_00000664Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menganggap manajemen komunikasi dan komunikasi di internal organisasi merupakan salah satu yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, permasalahan komunikasi menjadi salah satu yang menjadi prioritas untuk dibahas dalam Rapat Konsolidasi Nasional Organisasi FSPMI yang diselenggarakan di Cisarua – Bogor pada tanggal 22 – 24 Agustus 2013.

“Saat ini saya melihat, sistem komunikasi belum menjadi bagian yang penting dalam organisasi kita,” ujar Wakil Presiden DPP FSPMI Obon Tabroni ketika memaparkan tentang komunikasi dan Koran Perdjoeangan.

“Kita memiliki SMS Center, Koran Perdjoeangan, Website, YouTube, media sosial seperti Facebook dan Twitter, hingga milist. Akan tetapi semua itu berjalan sendiri-sendiri. Belum menjadi bagian dari sebuah sistem yang terorganisir,” ujarnya. Lebih lanjut Obon mengatakan, media komunikasi yang ada masih bersifat personal.

Obon mencontohkan, YouTube yang berisi kegiatan-kegiatan FSPMI, saat ini dikelola oleh Maxie. Koran Perdjoeangan dikelola oleh tim tersendiri. Terpisah dengan tim yang mengelola Website, yang bahkan, bisa jadi tidak ada koordinasi dengan tim yang mengelola Koran Perdjoeangan. Jika kondisi ini terus kita biarkan, bukan tidak mungkin satu ketika Koran Perdjoeangan dan Website memberikan informasi yang berbeda terhadap satu isu yang sama.

“Bahkan kalau kita mengetik nama FSPMI di Facebook, ada sekitar 20 akun yang mengatasnamakan FSPMI. Dari sekian banyak akun itu, mana akun FSPMI yang asli? Kita sendiri tidak tahu. Kalau informasinya benar, saya kira tidak masalah. Bagaimana kalau informasi yang disampaikan keliru, apakah tidak akan menimbulkan polemik di tingkat anggota?”

Seperti kita ketahui bersama,  dunia teknologi dan informasi berkembang sedemikian cepat. Sebagai organisasi modern, tentu FSPMI tidak boleh gagap dalam merespon perkembangan itu. “Anda bisa bayangkan, jika harus mengirim surat melalui fax kepada seluruh PUK di Bekasi saja, butuh waktu tiga hari. Jika ada instruksi turun aksi, bisa jadi aksinya sudah dimulai, surat baru sampai ke PUK. Ini masalah…,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bekasi. “Sistem fax bahkan sudah mulai ditinggalkan karena kalah cepat dengan informasi yang disebarluaskan melalui Facebook, SMS Cenderung, dsb.”

Belum lagi jika harus berbicara tentang, siapa yang memiliki kewenangan untuk melakukan tanggapan terhadap berita atau informasi yang menyudutkan organisasi. “Kita belum memiliki orang yang ditugaskan untuk mang-counter berita-berita seperti itu.”

Padahal disadari atau tidak, kita sudah memasuki sebuah era dimana informasi memegang peranan yang cukup penting. Dengan media informasi, kita bisa didukung atau bahkan dimusuhi. Oleh karena itu, FSPMI harus mulai mempersiapkan diri dengan baik agar bisa memenangkan “Perang Komunikasi” ini.

Sebagai informasi, DPP FSPMI sudah membentuk Tim Media. Hanya, memang, peran dan fungsinya perlu lebih ditingkatkan. Termasuk dukungan dari seluruh perangkat organisasi. Misalnya dengan men-suplay informasi terkait dengan kebijakan dan kegiatan organisasi. Jika Tim Media tidak diberikan kewenangan untuk mengakses informasi dari organisasi, bisa dipastikan perannya tidak akan maksimal.

Oleh karena itu, menurut Obon, rapat kali ini perlu membahas beberapa hal berikut: Struktur, Mekanisme, Personal in Charge, dan Ogoritas. Direncanakan, pembahasan hal itu akan dilakukan hari ini.

Dengan adanya perbaikan manajemen komunikasi dan informasi yang akan dilakukan FSPMI, semoga organisasi ini akan menjadi semakin baik lagi. (Kascey)

Hari Ini FSPMI Selenggarakan Konsolidasi Nasional

IMG_00000662_edit

“Dalam Rapat Konsolidasi kita kali ini kita akan mengambil langkah-langkah strategis, agar organisasi FSPMI bisa tetap eksis dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menyikapi perkembangan yang ada,” demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP FSPMI Sunarto B, dalam pembukaan Rapat Konsolidasi Organisasi FSPMI di Hotel Bonita, Cisarua – Bogor.

Suparno B juga menjelaskan, bahwa dalam Rapat Konsolidasi yang rencananya akan diselenggarakan dari tanggal 22 hingga 24 Agustus 2013 ini akan membahas beberapa isu krusial, seperti: PAW personil pengurus DPP yang tidak aktif menjalankan tugas-tugas organisasi; Rencana pengangunan Gedung DPP dan DPW Jawa Barat; dan pemberian beasiswa pendidikan untuk melanjutkan sekolah hukum kepada kader-kader FSPMI.

Tidak hanya itu, rapat kali ini juga akan membahas isu perjuangan FSPMI, manajemen aksi dan manajemen komunikasi.

Ditegaskan juga oleh Suparno B, perangkatan jabatan distruktur organisasi tidak boleh rangkap dua jabatan. “DPP FSPMI juga melarang SPA untuk merekrut anggota baru dari Afiliasi KSPI,” lanjut Suparno B.

Perlu diketahui, Rapat Konsolidasi ini rencananya akan akan dihadiri oleh 71 orang peserta, yang merupakan perwakilan Organisasi FSPMI se – Indonesia. (kascey)