Perempuan di Garis Depan

Pengumpulan Foto Close Up: ‘Perempuan di Garis Depan

FSPMI Perempuan di Garis Depan

Jakarta, FSPMI – Masih ingat dengan lomba menulis yang diselenggarakan Departemen Perempuan FSPMI pada bulan April yang lalu? Dalam waktu dekat, DPP FSPMI akan menerbitkan 50 tulisan terpilih kedalam sebuah buku yang akan diberi judul ‘Perempuan di Garis Depan’. Adapun daftar peserta yang tulisannya lolos seleksi adalah sebagaimana tertulis dibawah ini.

Untuk kepentingan penerbitan buku, atas nama Panitia kami memohon agar Anda mengirimkan data terbaru (nama, alamat, e-mail, nomor HP) dan foto close up (ukuran 1 Mb) ke e-mail: kahar.mis@gmail.com. Paling lambat tanggal 25 Agustus 2014

Saya berharap kawan-kawan berkenan memberikan informasi ini kepada nama-nama berikut:

1. Ahyati – Bakasi (Semangat Kartini Modern)
2. Alfi – Batam (Buruh Perempuan Bicara)
3. Alvina – Batam (Kartini Itu Adalah Ibuku)
4. Alvina – Batam (Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung)
5. Andika Tertiarini, Amd – Bekasi (Ibuku Wanita Luar Biasa)

6. Andriyani – Tangerang (Menjadi Perempuan Istimewa)
7. Anik Wijayati – Tangerang (Tantangan Sebagai Bakor)
8. Anita Tourisia – Bekasi (Perempuan Juga Bisa)
9. April Evanni – Tangerang (Indah Dalam Kenangan)
10. Ayudi`s – Batam (Perempuan Hanya Sebatas 30 Persen)

11. Az-Zahra – Batam (Kartini Masa Kini)
12. Az-Zahra – Batam (Wanita di GAris Depan)
13. Chaerun Nissa – Bekasi (Diantara)
14. Djarwati M. Rahayu – Cimanggis (Takdirku Bukan Mimpiku)
15. Ida Yani – Tangerang (Awal Mengenal FSPMI)

16. Jazilah – Batam (From Buruh To Guru)
17. Jazilah – Pasuruan (Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan)
18. Karina Expradana – Batam (Perempuan Bicara)
19. Kusuma Dewi – Karawang (Jeritan Seorang Anak Buruh)
20. Kusuma Dewi – Karawang (Seruan Buruh Perempuan)

21. Lailatul Fitria – Pasuruan (Kerjamu, Ibadahmu)
22. Lily – Tangerang (Pengalamanku)
23. Lisa Hartauli – Batam (Pekerja Perempuan Berbicara)
24. Madiani Marta – Tangerang (Perjanalananku di Organisasi Serikat Pekerja)
25. Mundiah – Tangerang (Ketuk Pintu Strategi Pemilu)

26. Mundiah – Tangerang (Merintis Pergerakan)
27. Nurhidayah – Batam (The Power of Single Parent)
28. Oktaviana – Batam (Batam Tersenyum Untuk Kami)
29. Olivia Qorina Audah – Bekasi (Dibalik Perjuanganku Ada Mereka)
30. Ponijem – Tangerang (Cerita Seorang Ibu)

31. Puji Astuti Hadiyati – Bogor (PRT yang Luar Biasa)
32. Purwaningsih – Pasuruan (Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Massa)
33. Ratna Dewi – Bekasi (Namaku Rani)
34. Siti Fatonah – Karawang (Srikandi Metal)
35. Siti Jumaeni – Bekasi (Abing Kangen Mamah)

36. Siti Qomariah – Tangerang (Quo Vadis Gender Quality)
37. Sri Wahyuni – Bekasi (Wanita Itu Kuat)
38. Susi Sentraco – Tangerang (Buruh Perempuan yang Berjuang)
39. Terisiati – Bekasi ( Perempuan Penuh Perjuangan)
40. Tri Setianingsih – Bekasi (Perjuangan Wanita Karir)

41. Tuti Yulistiawati – Bekasi (Emansipasi adalah Perjuangan)
42. Warsiah – Batam (Cahaya si Wajah Sendu)
43. Wati Anwar – Jakarta (Sebuah Pesan)
44. Widiarti – Bekasi ( Move On)
45. Yanti Sri Rejeki – Bekasi (Oh.. Ibu Pekerja)

46. Yeni Kartikasari – Purwakarta (Mujahidah dari Kota Purwakarta)
47. Yosi Susilowati – Purwakarta (Seberkas Cahaya di Kota Purwakarta)
48. Yuli Kusmini – Bekasi (Kisahku)
49. Yulianti Marta – Tangerang (Geliat Perempuan Hapuskan Diskriminasi)
50. Prolog

Salam,
Tim Media FSPMI

Pemesanan Buku Sepultura, Sebuah Cita-cita Perjuangan

sepultura buruh kspiBuku karya Kahar S. Cahyono dan Tim Media FSPMI yang berjudul Sepultura (Sebuah Cita-cita Perjuangan) sudah bisa dipesan sekarang. Berkisah tentang jejak langkah kaum buruh dalam memperjuangkan sepuluh tuntutan buruh dan rakyat. Sebuah buku yang layak Anda miliki sebagai dokumentasi dan kenangan berharga. Sebuah kisah yang pantas untuk diceritakan kepada generasi berikutnya.

Penulis: Kahar S. Cahyono & Tim Media FSPMI
Tebal: 154 halaman
Harga: Rp. 35.600,00 + Ongkos Kirim
ISBN: 978-602-225-897-1

Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via:
– SMS ke 0859 4573 1398
– Inbox Fb Kahar S. Cahyono
– Email ke kahar.mis@gmail.com
Atau klik >>> http://www.leutikaprio.com/produk/110210/true_stories/14081054/sepultura_sebuah_citacita_perjuangan/1102238/kahar_s_cahyono

Untuk efektivitas dan keringanan ongkos kirim, akan lebih baik jika teman-teman mengorganisir pembelian di satu unit kerja secara kolektif.

Adapun daftar menu yang tersaji didalam buku Sepultura (Sebuah Cita-cita Perjuangan) adalah sebagai berikut:

Sikap Kami!
Prolog: “Seperti Sedang Terkenang Pengalaman Malam Pertama”
Bagian 1: Semua Karena Cinta
Bagian 2: Mengenal Sepultura
Bagian 3: Rumah Indonesia
Bagian 4: Ketika Cinta Tak Sebatas Kata
Bagian 5: Menebar Inspirasi Dengan Berjalan Kaki
Bagian 6: Jawa Timur Harus Makmur
Bagian 7: Melangkah Hingga Jawa Tengah
Bagian 8: Menjatuhkan Pilihan
Bagian 9: Menyampaikan Deklarasi Kemenangan
Bagian 10: Melawan Tanpa Batas, Berjuang Hingga Akhir
Sekilas Tentang Tim Media FSPMI

NB: Berikut adalah penampakan cover buku Sepultura yang akan terbit dalam waktu dekat.

 

10628883_10202190004265730_4789886595322993514_o

 

10541430_10202190004625739_5475175085280807337_o

 

 

10608670_10202189963504711_7858569868991575522_o

LOMBA MENULIS: Saatnya Perempuan Bicara!

Seminar Perempuan FSPMI 4Tak perlu dipungkiri, hari Kartini menjadi symbol kebangkitan perempuan Indonesia. Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun ini, menulis surat kepada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda, diantaranya adalah Rosa Abendanon yang kemudian banyak mendukungnya melalui buku-buku, koran dan majalah Eropa.

Surat-surat Kartini sebagai hasil korespondennya dengan beberapa rekan sahabatnya di Eropa kemudian dijadikan sebuah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Didalam suratnya itu, Kartini sangat tertarik pada kemajuan berpikir perempuan-perempuan di Eropa. Ia ingin memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status sosial rendah.

Berdasarkan pengalaman Kartini itulah, dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2014, Departemen Perempuan FSPMI bermaksud menyelenggarakan lomba menulis untuk anggota perempuan FSPMI. Adapun ketentuan untuk mengikuti lomba menulis adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi anggota FSPMI.
  2. Tulisan harus berupa kisah nyata buruh perempuan (baik di tempat kerja, di serikat pekerja dan di rumah tangga). Bisa berupa pengalaman pribadi atau orang-orang terdekat. Tulisan bisa berbentuk curah pendapat, surat terbuka, artikel, dan sebagainya.
  3. Panjang tulisan adalah 2 – 5 halaman A4 dengan jenis hurub Times New Roman dengan ukuran 12.
  4. Tulisan dikirimkan ke alamat e-mail berikut: infokomburuh@gmail.com dan di CC ke: atundoank79@gmail.com, hanipahdiono@gmail.com dan kahar.mis@gmail.com dengan subjek email: PEREMPUAN BICARA.
  5. Setiap penulis wajib mengirimkan foto close up dan biodata lengkap, seperti nama, tempat kerja, dan nomor handphone.
  6. Setiap 1 orang penulis maksimal boleh mengirimkan 2 (dua) buah tulisan.
  7. Lomba menulis ini dibuka pada tanggal 14 Maret 2014 dan ditutup pada tanggal 15 April 2014. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada tanggal 21 April 2014.
  8.  Seluruh naskah yang masuk menjadi hak milik FSPMI. Dan bagi naskah yang dianggap layak akan diterbitkan di Koran Perdjoeangan, Website FSPMI dan akan dibukukan.
  9. Setiap penulis yang mengirimkan tulisan akan mendapatkan souvenir. Sedangkan tiga tulisan terbaik mendapatkan Piagam Penghargaan dan hadiah menarik dari dari Departemen Perempuan FSPMI.
  10. Bertindak selaku dewan juri dalam lomba menulis ini adalah Tim Media FSPMI dan Departemen Perempuan FSPMI.

Mari berpartisipasi. Saatnya perempuan bicara!

MENANGKAP MATAHARI (5): “Adalah Tugas Serikat Untuk Menyelesaikannya”

DPW FSPMI Aceh, saat membuka membership meeting

DPW FSPMI Aceh, saat membuka membership meeting

Pukul 23.00, kami tiba di Meulaboh. Sudah hampir tengah malam. Lelah itu semakin terasa.

Sejak meninggalkan Rumah Makan Ujung Batee, tempat kami menikmati makan malam dan mendengarkan banyak cerita tentang tsunami, saya tertidur di kendaraan. Mata sudah tak bisa ditahan, ngantuk sekali rasanya. Apalagi paginya saya harus bangun pagi-pagi agar bisa sampai di bandara Soeta.

Lagi pula hari sudah gelap. Dari dalam kendaraan, yang bisa kami lihat hanya hitam pekat. Tak terlihat lagi keindahan sebagaimana yang terlihat sore tadi.

Kami menginap di Hotel Tiara, yang sekaligus menjadi tempat pelaksanaan membership meeting dan training advokasi. Meskipun akhir pekan, hotel yang memiliki banyak kamar ini terlihat sepi. Sehingga saya merasa seperti berada ditempat sendiri. Satu hal yang membuat istimewa, di hotel ini tersedia wifi gratis. Bagi pengguna sosial media aktif seperti saya, berada disatu tempat tanpa jaringan Internet terasa hampa.

***

Suasana membership meeting

Suasana membership meeting

Sabtu, 12 Oktober 2013.

Agenda di Meulaboh ini diawali dengan membership meeting. Ini semacam rapat akbar yang melibatkan banyak anggota. Tujiannya agar mereka memiliki kepedulian dan tergugah untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi.

Puluhan peserta dari berbagai Perusahaan hadir dalam kegiatan ini. Menandakan bahwa FSPMI Aceh terus tumbuh. Memang belum sebesar kota-kota lain yang terlebih dahulu bergabung dengan FSPMI, namun sebagai daerah baru, kondisi ini sungguh menyerahkan.

Kami terlebih dahulu melakukan identifikasi masalah ditiap-tiap unit kerja. Rata-rata permasalahan mereka adalah tidak adanya skala upah (pekerja yang sudah sepuluh tahun bekerja upahnya sama dengan mereka yang baru masuk bekerja) dan pembuatan PKB. Oh ya, ada satu lagi. Seorang peserta yang hendak bergabung dengan FSPMI  mengeluhkan besarnya iuran yang dirasa terlalu tinggi.

Kami membahas setiap permasalahan tersebut satu persatu. Memberikan penjelasan secara detail, bahwa memang tugas serikat buruh adalah untuk menyelesaikan semua permasalahan yang mereka keluhkan itu.

Dengan adanya keluhan, itu pertanda serikat pekerja ada. Karena memang untuk itulah serikat dibuat, guna menyelesaikan permasalahan yang ada. (Kascey)

 

=============================

Tulisan ini adalah catatan perjalanan kami berempat (Obon Tabroni, Prihanani, Nani Kusmaeni, dan Kahar S. Cahyono) ketika bertugas ke Aceh untuk menghadiri membership meeting dan Training Advokasi pada tanggal 11 – 14 Oktober 2013. Sengaja kami menuliskan kembali secara detail, sebagai bentuk laporan dari kami. Dengan maksud agar kawan-kawan didaerah lain bisa lebih memahami bagaimana perkembangan FSPMI di bumi Serambi Mekah dan sekaligus menyadari betapa Indonesia yang kita cintai adalah sebuah negeri yang kaya raya.o