Siaran Pers KSPI : Aksi buruh di Demak dan Hasil Rapat Panja Komisi IX

Siaran Pers KSPI

24 September 2013

Tentang aksi buruh di Demak dan Hasil Rapat Panja Komisi IX

Aksi Gerakan Buruh Demak ( Gebrak ) melakukan aksi tolak upah murah

Aksi Gerakan Buruh Demak ( Gebrak ) melakukan aksi tolak upah murah

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, Sejak jam 10 tadi pagi hingga saat ini ribuan buruh dari ratusan pabrik di Demak dan Semarang melakukan aksi yang mengakibatkan jalan lintas Semarang Surabaya lumpuh total. Menurutnya, para pekerja menuntut kenaikan upah min Demak,Kendal,Semarang mjd Rp2,7 juta (naik 100% lebih,krn UMP/K Jateng terendah di Indonesia dan rata2 UMP/K nya hanya 79% KHL). Dia juga memastikan, saat ini para pendemo masih melumpuhkan ruas jalan dan sebagian ada di kantor Bupati/DPRD Demak, menuntut penghapusan outsourcing yg ternyata masih banyak digunakan pengusaha serta meminta jalankan Jaminan Kesehatan seluruh rakyat bukan bertahap 2019.

Terkait hasil rapat panja Komisi IX tadi malam, Iqbal menegaskan, KSPI menuntut meneg bumn dan direksi tuk menghapus outsourcing(OS) di bumn(PLN,Telkom,Jamsostek,Askes,Pertamina,Indofarma,Kimia Farma,Jasa Marga,Krakatau Steel dll). Sebab menurutnya, hasil rapat panja komisi 9 DPR semalam (23/9) menunjukan tidak ada keinginan dari direksi bumn mengangkat pekerja OS menjadi karyawan tetap & rencananya panja akan panggil direksi pada 26 September. Dia juga memastikan, bila OS bumn tidak dihapus maka seluruh Pekerja OS bersama KSPI akan mogok nasional pd 30 okt,

Terimakasih
Said Iqbal
Presiden KSPI

Kado Untuk Iqbal (1)

431239_3119729526546_193226425_nOleh: Obon Tabroni *)

Hingga hari ini, saya tidak pernah bisa melupakan masa-masa itu. Satu masa, ketika saya mulai berinteraksi dengan Said Iqbal. Sosok bersahaja yang kini menjadi Presiden FSPMI dan kemudian menjelma sebagai tokoh buruh berkelas dunia. Penghargaan De Febe Elizabeth Velasquez Trade Union Award yang baru saja diterimanya, adalah bukti nyata bahwa ia telah menorehkan karya nyata sebagai pembebas buruh yang tertindas.

Saat itu awal tahun 90-an, ketika kawan-kawan PT. Kotobuki Elektronics Indonesia (sekarang PT. PHCI) melakukan aksinya yang pertama. Dan dalam aksi yang pertama itulah, awal saya melihat kepemimpinan Iqbal.

Aksi memang tidak berlanjut. Tetapi interaksi saya dengan Iqbal terus terajut. Apalagi setelah Iqbal dan Vony akan di PHK.

Ketika itu, jumlah pekerja di PT. Kotobuki Elektronics Indonesia kurang lebih sebanyak 700 orang. Iqbal menjadi leader di Final Departemen. Sementara saya adalah maintenance di Painting & Molding. Komitment Iqbal terhadap kesejahteraan kaum buruh sudah terlihat sejak dulu. Nyatanya, meski sudah menjadi leader, Iqbal berani berdiri di garis terdepan memimpin aksi.

Saya mulai aktif dalam serikat.

Tanggung jawab saya yang pertama adalah membantu pengurus di bidang pendidikan sebagai biro. Kondisinya belum  seperti yang kita lihat sekarang. Jangankan sekretariat. Lemari arsip pun belum kami miliki. Meskipun begitu, tidak sedikitpun mengurangi semangat kami untuk melakukan kerja-kerja organisasi.

Kami sudah terbiasa melakukan meeting di sela-sela tumpukan kardus spare part Matrial Departement. Itu pun kami lakukan pada saat istirahat sore atau sepulang kerja. Perusahaan belum mengijinkan kami menggunakan jam kerja untuk menjalankan aktifitas serikat pekerja.

Konsep PKB yang pertama, juga kami rumuskan dari balik tumpukan kardus di sela jam istirahat. Lama kami menjalani masa-masa sulit itu. Tetapi tanpa saya sadari, justru kesulitan-kesulitan itulah yang membuat kami semakin kuat dalam melangkah. Tidak membuat kami menjadi cengeng dan mudah menyerah  ketika menghadapi masalah.

471002_491312814221449_1577616051_oHingga satu ketika, perusahaan memberikan kami sekretariat. Jangan kira itu ruangan mewah yang dilengkapi alat pendingin. Apa yang kami sebut sebagai sekretariat itu, tidak lain adalah bekas bedeng project yang sudah ditinggalkan. Di tempat yang baru ini,  kami bukan hanya meeting tentang serikat pekerja. Kami juga berdiskusi agar perusahaan tetap eksis, produktifitas tinggi, karyawan yang tidak disiplin dan absensi tinggi kami ingatkan, program perusahaan yang bertujuan meningkatkan produktifitas kami dukung, kami selalu diingatkan jika perusahaan adalah ladang kami yang harus kami jaga. Tentu saja, kami pun sering mengingatkan perusahaan kalau mereka keluar dari aturan dan kebiasaan

Waktu berjalan.

Pasca MUSNIK, posisi saya bukan lagi sebagai biro, tetapi menjadi pengurus . Tanggung jawab pun bertambah. Tanggung jawab pertama saya di pengurus adalah sebagai Team Perundingan Kalender Kerja. Kemudian berlanjut untuk perundingan bonus, kenaikan upah dan Asuransi Kesehatan.

Oh, ya. Kali ini saya akan menceritakan sesuatu yang paling saya ingat ketika pertamakali harus mengabil keputusan tentang bonus. Sehari sebelumnya, team sudah menyepakati beberapa hal terkait konsep, strategi dan personal yang akan ikut dalam perundingan. Jadwal perundingan pun sudah disepakati dengan pihak perusahaan. Sehabis istirahat sore, jam 16:00 WIB.

Dari jam 13:00 kami sudah siap.

Akan tetapi, hingga jam 14.00 Iqbal belum datang.

Akhirnya dengan menggunakan pager (saat itu belum ada HP) kami mengontak Iqbal. Lega. Saat mendapat jawaban jika Iqbal sedang  OTW.

Jam 15:30. Belum datang!

Jam 16:00. Ini waktu yang telah disepakati, bahwa perundingan akan segera dimulai. Tetapi Iqbal belum datang juga.

Saat itulah kami sangat gelisah. Panik. Tanpa kehadiran Iqbal, kami tidak cukup memiliki kepercayaan diri untuk berargumentasi dengan pihak perusahaan. Apalagi perundingan kali ini akan mengambil keputusan penting untuk 7000-an anggota kami.

Jam 16:30, terdengar panggilan di  speaker dari personalia. Bahwa kami semua di tunggu di Meeting Room.

Saya mengupat. Hati berdebar tak karuan. Panas dingin. Tapi okelah, show must go on.

Siapa sangka, itu menjadi pengalaman pertama berunding dengan Presdir. Memutuskan sesuatu yang berat tanpa Iqbal, yang sebelumnya memang sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti ini. Meski suasana perundingan sempat memanas, akhirnya kami bisa menyelesaikan itu dengan baik.

374217_2167804803155_1431565387_n

Wajah tanpa dosa itu. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya. Betapa tidak, Iqbal hanya tertawa ketika bertemu kami, selepas perundingan yang menegangkan itu terjadi.

Namun dari situ, saya mendapatkan pelajaran yang berharga. Akhirnya saya memahami, terkadang untuk mengkader seseorang, harus terlebih dahulu dijerumuskan.

Setelah itu kami mulai berani berjalan sendiri. Meskipun tanpa Iqbal. Saya pikir, itulah sebabnya mengapa kita berorganisasi. Kita harus mulai terbiasa untuk tidak hanya bergantung pada seseorang. Siapa pun boleh keluar-masuk organisasi ini, tetapi cita-cita perjuangan harus tetap dilanjutkan.

Banyak keputusan strategis yang kami buat setalah itu. Termasuk Asuransi Kesehatan. Berbekal pengalaman kelahiran anak pertama saya yang bermasalah di Rumah Sakit, saya bertekad cukup saya yang mengalami. Kami berjuang. Hingga akhirnya, pada tahun 1997 di tempat kami bekerja, wanita punya hak menanggung suami dan anak. Meskipun suami masih bekerja. Semua biaya ditanggung. Tanpa limit.

 

Bersambung…

*) Tulisan ini diedit kembali oleh Kahar S. Cahyono, tanpa merubah substansi/isi

Said Iqbal Presiden FSPMI

”Berikut Ini adalah Petikan Naskah Pidato Presiden Buruh Indonesia (Presiden FSPMI & KSPI) di Kongres FNV di Belanda”.

Presiden FSPMIPertama-tama atas nama FSPMI, KSPI, dan Buruh Indonesia saya mengucapkan terimakasih kepada FNV yang telah mengundang kami dalam acara ini.
Sebuah kebahagian bagi saya membagi nilai-nilai perjuangan yang dilakukan buruh Indonesia dalam 5 tahun terakhir, Indonesia menjadi Negara penting di G20 contries. Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi No. 2 di seluruh dunia (setelah china), GDP nya no. 16 di seluruh dunia (U$ 800 bilion), Invesmentgrade AAA min, rating hutang turun, sumber alam berlimpah: minyak, gas, emas, pangan, hutan, semua ada di Indonesia.
Tapi mari kita lihat kondisi buruh nya yang bertolak belakang:
• Rata-rata upah minimum nasional 2012=U$120 perbulan, upah buruh Indonesia No. 69 dari 169 negara. Misal di Jakarta ibu kota Indonesia pada 2012 upah buruh nya US $160 per bulan (ongkos transportasi dan sewa rumah US $90, sisa US $70 per bulan untuk biaya makan, biaya pendidikan, beli baju dan lain-lain, hal ini adalah irrasional), untuk menutupi biaya hidup, maka buruh mencari tambahan dengan jadi tukang ojek, bahkan ada buruh perempuan yang menjual kue setelah pulang kerja.
• Jaminan kesehatan biayanya sangat limit dan buruh harus membayar tambahana biaya bila sakit, buruh perempuan yang melahirkan harus mencari tambahan untuk membiayai persalinan bahkan anak bayinya di tahan di RS sebelum di penuhi biaya persalinan tersebut. Masih adanya diskriminasi jaminan sosial, buruh hanya mendapat jaminan kesehatan saat bekerja saja dan itupun terbatas US $ 600 per tahun, dan kalau sudah tidak bekerja maka tidak ada jaminan kesehatan bahkan ada anak seorang buruh meninggal karena di tolak di 7 rumah sakit. Buruh tidak dapat jaminan pensiun selama puluhan tahun bekerja (hanya ada 0,05% buruh yang dapat dana pensiun).
• Ada 16 juta buruh Outsourcing melalui agen, tanpa jaminan kesehtan, tanpa jaminan pensiun, upah di bayar di bawah upah minimum dan kapan saja bisa di PHK.
Oleh karena itu gerakan buruh di pelopori FSPMI dan KSPI bersama serikat lainnya melakukan perjuangan untuk memastikan tidak boleh ada lagi istri buruh menangis menunggu suaminya pulang dari tempat kerja karena tidak ada uang untuk membeli susu anaknya, buruh diusir dari kontrakanya karena tidak cukup gajinya.
Saya selalu mengatakan kalau ada orang tidak bekerja atau menganggur menjadi miskin maka itu wajar sehingga Negara member subsidi. Tapi kalau ada orang bekerja 30-40 tahun tapi tetap miskin, bahkan membeli susu anaknya saja tidak mampu ini tidak wajar. Oleh karena itu kami melawan kebijakan upah murah. Tidak boleh ada lagi perbudakan dalam bentuk Outsurcing tanpa ada masa depan. Ini adalah persoalan tentang keadilan, kemanusiaan, dan persamaan bukan persoalan tentang kebencian kepada orang kaya atau pemilik modal, buruh punya hak mendapatkan makan dan pendidikan yang baik, buruh perempuan punya hak yang sama dalam upan dan jaminan sosial, dan tidak boelh ada lagi istri buruh yang menitikan air mata hanya karena tidak mampu untuk membeli susu untuk anaknya. Hamper 15 tahun kamu berjuang untuk itu. Lebih intensif tahun 2007 kami mulai menggalang persatuan perjuangan kaum buruh Indonesia untuk focus pada 3 isu yaitu, sotp upah murah, reformasi sistim jaminan sosial dan hapus outsourcing. Strategi yang kami pakai untuk memperjuangkan 3 isu tersebut adalah C-L-A (consep-lobby-action). Dipelopori FSPMI dan KSPI kami membuat konsep terhadap 3 isu tersebut. Kemudian konsep tersebut kami bawa untuk lobi/dialog ke parlemen, pemerintah, asosiasi pengusaha, tokoh agama, dan yang paling penting adalah saya keliling Indonesia menemui ratusan ribu buruh Indonesia untuk menjelaskan, membangun kesadaran dan berjuang bersama terhadap 3 isu tersebut. Saya temui mereka di pabrik, rumah, warung-warung makan bahkan di atas jembatan, saya berpidato dihadapan ribuan buruh. Setiap saya datang ke daerah pasti diintai oleh intelejen polisi dan intelejen Negara, bahkan beberapa preman selalu mengintai saya. Maka kami melakukan aksi-aksi di seluruh Indonesia. Bebapa contoh aksi yang kami lakukan:

• Dalam perjuangan reformasi jaminan sosial, para buruh long march jalan kaki 300 KM selama 6 hari terus menerus siang malam sambil mengumpulkan tanda tangan petisi rakyat untuk diserahkan kepada Presiden RI, hasil nya terkumpul 500.000 tanda tangan rakyat dan buruh yang setuju agar dilaksankan Social Security Reform.
• May Day setiap tahun 100 ribu buruh aksi ke Istana presiden dan parlemen, bahkan May Day 2013 diikuti 150 ribu buruh ke istana dan 1 juta buruh Rally May Day di seluruh Indonesia untuk terus menerus focus mengangkat 3 isu tersebut.
• Terkadang kami aksi menginap di parlement pusat dan daerah.
• Kami juga kampanye melalui Koran, media on line (website,fb,twiter,blog gll) bulletin buruh, debat di televise, buruh perempuan membuat acara khusus perempuan dan media massa sangat mendukung isu ini.
• Puncak nya, tanggal 03 oktober 2012 FSPMI dan KSPI sebagai pelopor bersama serikat pekerja lainya melakukan mogok nasional yang diikuti oleh 4 juta buruh di seluruh Indonesia.
Dan akhirnya kami menang, pemerintah & parlemen setuju memenuhi 3 isu tuntutan buruh tersebut yaitu:
1. Pemerintah dan parlemen sudah menandatangani Undang-Undang baru tentang reformasi jaminan sosial, yaitu seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan seumur hidup termasuk buruh (saat bekerja maupun tidak bekerja beserta keluarganya berhak mendapakan jaminan kesehatan seumur hidup) dengan biaya unlimited untu semua jenis penyakit (tidak ada lagi diskriminasi), pengusaha wajib membayar dana Pensiun kepada buruh dengan iuran berasal dari pengusaha & buruh.
2. Mulai tahun 2011-2012 dan seterusnya pemerintah menyatakan Stop Kebijakan Upah Murah, ini terlihat seperti tahun 2012 upah buruh naik 40%-80% (padahal inflasi = 4,6 dan pertumbuihan ekonomi = 6.4%), naik sekitar US $ 60- US $90 per bulan (padahal biasanya upah hanya naik US $ 10-$15 perbulan). Untuk tahun ini kami sedang berjuang naik upah sekitar 30-50% lagi.
3. Pemerintah mengeluarkan peraturan baru pada 2012 yaitu pengusaha dilarang menggunakan pekerja outsourcing di Indonesia kecuali untuk 5 jenis Industri (CL, Driver, Catering, Security, Jasa Penunjang Pertambangan atau Perminyakan), ini berarti ada 6 juta buruh berubah statusnya (60% buruh perempuan) menjadi pekerja tetap, dan ada 10 juta buruh kontrak langsung oleh perusahaan, tidak boleh melalui agen outsourcing. 16 juta buruh akan memiliki jaminan kesehatan, dana pensiun, upah minimum, serta punya masa depan yang jelas.
Tetapi semua hasil diatas tidak dengan mudah kami dapatkan, sejumlah pengusaha membiayai preman untuk menganiaya dan melakukan tindakan kekerasan kepada buruh, bahkan buruh perempuan diperlakukan dengan sexual harasement dijalan, rumah-rumah buruh didatangi preman dan oknum polisi untuk melakukan intimidasi. Sekelompok preman membawa pisau dan pedang mendatangi posko buruh di Bekasi, Karawang, Jakarta, Tangerang, Batam, medan dan lain-lain, sehingga buruh terluka dan oknum polisi membiarkan dan tidak ada proses hukum.
Rumah buruh didatangi para preman dengan melakukan intimidasi. Pemogokan diperusahaan diserang oleh sekolompok ornag dengan melakukan intimidasi kekerasan dan polisi membiarkan saja. Setelah mogok nasional, 4 orang buruh di penjara di Surabaya dan Bandung dan 12 buruh lainya di bogor diancam di penjara. Saya pun di ancam akan di penjara karena memimpin mogok nasional.
Sebagai Presiden Buruh, saya datangi markas pusat polisi dan markas pusat polisi daerah untuk membebaskan buruh-buruh yang di penjara tersebut. Dan bahkan saya datangi kantor Badan Intelejen Negara, akhirnya mereka dilepaskan karena aksi buruh semuanya damai dan sesuai konstitusi.
Setiap aksi besar buruh selalu berhadapan dengan polisi dan tentara dilapangan.
Sayapun dan istri selalu diancam oleh preman akan dibunuh, tapi selalu saya katakan kepada para preman tersebut ‘’anda boleh saja bertindak kekerasan kepada saya bahkan mengambil nyawa saja, tapi anda semua tidak akan bisa membeli saya dan menghentikan keadilan, kemanusian dan perdamaian yang sedang kami perjuangkan’’.
Sekarang ini pemerintah dan parlemen, sedikit demi sedikti sudah mau merubah kebijakan untuk lebih memberikan kesejahteraan jaminan sosial, upah layak, menghapus sistim kerja outsourcing dan mereka mengakui gerakan Serikat Buruh menjadi lebih kuat dalam pembangunan bangsa, walaupun Asosiasi Pengusaha masih resisten. Saya selalu mengatakan kepada kaum buruh Indonesia ‘’Tegakanlah keadilan walau langit akan runtuh hari ini’’.
‘’Sebaik-baiknya manusia di dunia adalah mereka yang bermanfaat untuk hidup orang lain’’. Terakhir saya ingin menyampaikan kepada kita semua ‘’Tuhan tidak akan mengubah nasib sekelompok orang, kecuali sekelompok orang itu mau berusaha untuk mengubahnya sendiri’’.
Terimakasih. Tuhan bersama Kita.
Special Thanks:
Terimakasih Presiden FNV & selamat kepada pengurus FNV yang baru terpilih, terimakasih Jyrki Raina & Industri All, Sharan Barrow & ITUC serta ITUC AP, Ruth Vermeuleun & FNV Mondial.
Dan terimakasih Buruh Indonesia, FSPMI, KSPI & Keluarga Saya..