PUK SP AMK PT. AISIN TAKAOKA INDONESIA (ATI) Gelar Pendidikan Serikat Pekerja

Karawang, KPonline – PUK SP AMK PT. AISIN TAKAOKA INDONESIA (ATI) menggelar Pendidikan Dasar Organisasi pada hari Minggu (17/9/17) bertempat di
Citra Grand Hotel, Jl. Akses Tol Karawang Barat, Karawang.

PUK ATI mengundang 60 orang anggotanya sebagai peserta pendidikan ini. Menjadi luar biasa ketika seluruh undangan hadir dan siap mengikuti pendidikan dasar yang diisi oleh Suparno perwakilan direktorat Forum SP AOP dan Arif Wicaksono dari PC SP AMK Karawang.

PUK SP AMK PT. AISIN TAKAOKA INDONESIA

PUK SP AMK PT. AISIN TAKAOKA INDONESIA

Sejalan dengan tema yang diusung, dalam sambutan Ketua PUK ATI, Engkos Kosasih menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir untuk terus meningkatkan solidaritas sesama anggota serikat pekerja. Menjaga dan terus memperbaiki militansi dalam berorganisasi dan kebersamaan demi kemajuan organisasi serta kesejahteraan bersama.

Seluruh peserta yang hadir mengikuti seluruh rangkaian acara pendidikan ini, memperhatikan dan menyimak setiap materi yang disampaikan sebagai tambahan pengetahuan dalam menjalankan roda organisasi di PUK SP AMK FSPMI PT. Aisin Takaoka Indonesia kedepan.

(Hdyt).

PUK SPL FSPMI PT. Karya Mandiri Gelar Pendidikan Keorganisasian dan Advokasi

Tangerang, FSPMI – Minggu, 26 Februari 2017, bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kadu Jaya, Cisereh Kabupaten Tangerang, sebanyak 31 orang peserta yang berasal dari anggota PUK SPL FSPMI PT. Karya Mandiri Sepakat mengikuti acara pendidikan keorganisasian dan advokasi yang diadakan oleh Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT. Karya Mandiri Sepakat.

Pendidikan ini diselenggarakan dengan dana swadaya dari anggota.

Baca juga: FSPMI Batam Optimis 20 Ribu Anggota Akan Memperoleh Pendidikan Dasar Dalam Setahun

Tidak dipungkiri, pendidikan keorganisasian dan advokasi sangat penting diadakan. Seperti diketahui, selama ini ketika buruh diajak untuk berorganisasi atau berserikat selalu merasa takut. Salah satu bebanya, mereka tidak mengetahui dasar-dasar hukum berserikat. Bahwa menjadi anggota serikat adalah hak buruh dan dilindungi oleh hukum.

Turut hadir dalam pendidikan ini adalah pengurus Pimpinan Cabang SPL FSPMI Tangerang yang menjadi mentor dalam pendidikan tersebut, Joko Witono (Kabid Pendidikan), Zaenudin (Wakabid Pendidikan), Sopiyudin Sidiq (Kabid Advokasi) dan Jejen Mustopa (Sekbid Organisasi). Serta turut hadir pula Sekretaris PC SPL FSPMI Tangerang Kristian Lelono. Di sela-sela acara memberikan motivasi dan pencerahan kepada para peserta pendidikan.

Baca juga: Pendidikan Dasar FSPMI Deli Serdang Tahap 2 Diselenggarakan

Baca juga: FSPMI Semarang Selenggarakan Pendidikan Dasar Advokasi

Dijelaskan oleh Joko Witono, bahwasanya masih banyak perusahaan yang “membandel” atau tidak sesuai dengan segala aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam memberikan upah terhadap para pekerja.

Seperti yang diketahui bahwasanya Pemerintah juga masih lalai dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan khususnya Dinas Ketenagakerjaan.

Penulis: Rohidayat
Photo: Aisyah

Buruh Perkebunan di Aceh Mengikuti Training Leadership dan Keuangan Serikat Pekerja

Banda Aceh, FSPMI – Hari Jumat hingga Sabtu (25-26/11/2016), Trade Union Care Center (TUCC) mengadakan training leadership dan keuangan serikat bagi para pengurus serikat pekerja di sektor perkebunan. Dalam kegiatan tersebut dihadiri peserta dari berbegai serikat pekerja, seperti FSPMI, SPSI, SP BUN, dan serikat pekerja lain yang belum berafiliasi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Aceh ini dimaksudkan untuk memperkuat gerakan buruh di Aceh, khususnya di sektor perkebunan.

Dalam kegiatan ini, TUCC mengundang narasumber dari Jakarta, yakni Sekretaris Jenderal DPP FSPMI Riden Hatam Aziz yang memberikan wejangan tentang leadership dan Bendahara Umum DPP FSPMI Endang Widuri yang memberikan masukan dan penguatan organisasi dalam mengelola keuangan serikat.

Peserta terlihat antusias mengikuti training ini. Terlebih lagi, kedepannya, tantangan serikat pekerja di sektor perkebunan tidak bisa dianggap enteng. Dibutuhkan organisasi yang kuat, agar bisa memaksimalkan perannya dalam memberikan perlindungan, pembelaan, dan memperjuangkan hak serta kepentingan kaum buruh. (*)

Cuti Haid Jadi Polemik, Indusri All Global Gelar Penyuluhan Buruh Perempuan

MEDAN,FSPMI- IndustriALL Global Union sedang memperjuangkan kembali perlindungan maternitas bagi para buruh perempuan di Indonesia yang hampir terlupakan, diantaranya adalah cuti haid dan cuti melahirkan.

“Sebenarnya ini adalah masalah klasik, ini selalu menjadi isu polemik sejak puluhan tahun lalu,” ujar Koordinator Proyek IndustriALL, Indah Saptorini kepada wartawan usai acara Organising Training di Swiss Belliin Hotel Medan, Jumat (25/11/2016).
Selama ini, para buruh hanya terfokus kepada upah minimum dan tunjangan. 

Jarang menyoroti hak-hak buruh perempuan seperti ini, padahal banyak pelanggaran-pelanggaran terjadi yang dilakukan pengusaha terhadap buruh perempuan di perusahaan-perusahaan. Padahal cuti haid dan cuti melahirkan diatur dalam UU No 1 Tahun 1948 dan UU No 13 Tahun 2003.

“Banyak buruh menganggap hal ini tidak menjadi masalah, yang terpenting upah naik terus. Bahkan, banyak buruh perempuan tidak mengambil cuti tersebut karena dianggap tidak penting atau dipersulit pihak manajemen perusahaan. Di dalam serikat pekerja sendiri pun, isu-isu utama selalu ditentukan pihak buruh laki-laki, sehingga isu-isu seperti ini terlupakan, karena buruh perempuan tidak memiliki kesempatan menuangkan pemikiran dan aspirasinya di dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB),” bebernya.

Karena itu, Indah berharap, serikat pekerja harus mulai memberikan edukasi kepada anggotanya terkait ini. Serikat pekerja diharapkan dapat melibatkan para buruh perempuan dalam menentukan poin-poin di dalam PKB.

“Ini harus cepat ditangani, kalau tidak maka cuti haid akan segera dihapuskan. Cuti melahirkan malah dikurangi karena dianggap tidak begitu penting. Kita berharap agar permasalahan ini menjadi isu utama, agar nantinya ke depan tidak semakin memburuk. Di dunia saja, cuti ini hanyaa ada di 3 negara, yakni Korea Selatan, Jepang dan Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, isu-isu seperti ini jika di munculkan ke permukaan, malah menjadi bumerang bagi para buruh sendiri. Ini karena tidak berimbang perundingan antara serikat pekerja dan pengusaha. “Karena itu, kekuatan buruh harus diperhatikan. Berikan edukasi kepada para buruh, bahwa ini menjadi hal yang penting,” katanya.

Ia berharap, serikat buruh haruslah berimbang. Bukan hanya terlihat hebat saat di melakukan aksi, tetapi juga di internal perusahaan tersebut.

Seorang peserta Pelatihan Organising Training Bidang Perempuan KC FSPMI Deliserdang Nuraidah mengungkapkan, bersyukur dapat mengikuti pelatihan tentang buruh, yang diadakan IndustriALL.

“Dengan edukasi ini kita jadi paham, bahwa cuti haid dan cuti melahirkan itu sangat penting. Saya berharap cuti-cuti ini dapat ditambah. Ternyata ada perusahaan yang sudah menyetujui hak-hak perempuan di dalam PKB, seperti cuti haid, cuti menyusui, cuti melahirkan selama 14 minggu hari kerja dan sebagainya,” katanya.

Untuk ke depannya, Nuraidah berencana akan membentuk biro-biro perempuan bagi para buruh perempuan, agar dapat muncul ke permukaan permasalahan-permasalahan bagi buruh perempuan selama ini, yang hanya sebagai gunung es.

Wau
Buruh perempuan usai penyuluhan oleh Industri All Global di Medan

PUK FSPMI SPAMK PT. PEMI-PEMI AW Lakukan Penyuluhan dan Pemeriksaan Papsmear Bagi Pekerja Wanita

Tangerang, KPonline – Untuk memberikan edukasi bagi pekerja wanita, PUK FSPMI SPAMK PT. PEMI-PEMI AW bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Tangerang menyelenggarakan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita dan  pemeriksaan PAPSMEAR.

Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Serba Guna Sugimoto PEMI-PASI Tangerang, Sabtu (22/10), diikuti 126 peserta dan dihadiri Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tangerang Akmad Jumali. Sementara itu, bertindak sebagai pemberi materi adalah dr Supri Suryadi dari RS Sari Asih Karawaci dan  Tim BPJS Kesehatan.

Papsmear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HP,Vvirus yang bertanggung jawab menyebabkan Kanker Serviks. Kanker Serviks adalah penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Tiap hari di Indonesia ada 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Sangat mengerikan bukan?

Tidak aneh kalau kanker serviks menjadi momok yang sangat menakutkan bagi wanita. Tidak hanya di Indonesia, kanker serviks juga menjadi ancaman mematikan bagi wanita di seluruh dunia. Berdasarkan data, tiap tahun terdapat 493.242 wanita di seluruh dunia yang terdeteksi terkena kanker serviks dan sebanyak 273.505 wanita meninggal. Tiap hari di seluruh dunia sekitar 700 wanita harus meninggal karena kanker serviks.

Akan lebih mengerikan bila kita melihat dari segi durasi kematian wanita yang meninggal karena kanker serviks. Di Indonesia, setiap 1 jam ada satu wanita yang meninggal karena kanker ganas ini. Keganasan kanker serviks di Indonesia ini didukung oleh sejumlah faktor yaitu: (1) Kanker serviks yang bersifat sangat ganas; (2) Banyak wanita yang belum mengerti mengenai gejala dan tanda-tanda kanker serviks; (3) Kanker Serviks memang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, tapi bukan berarti orang-orang yang belum pernah berhubungan seksual tidak akan terkena kanker serviks. Kanker serviks dapat terjadi pada setiap wanita.

Dengan diadakannya penyuluhan dan pemeriksaan Papsmear ini, Ketua Panitia Ponijem berharap kedepannya para peserta dapat lebih menjaga kesehatan dan kebersihan terutama dibagian organ intim kewanitaannya, serta membantu menurunkan kemungkinan wanita untuk terkena kanker leher rahim (serviks), dan mengetahui gejala-gejala kanker serviks juga mengetahui

Sementara Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. PEMI-PEMI AW Rasukan mengatakan, pemahaman papsmear sendiri masih sangat tabu di lingkungan masyarakat. Rasukan pun meminta kepada BPJS Kesehatan agar penyuluhan dan pemeriksaan ini dapat dilakukan disetiap klinik dan farkes ditiap daerah.

Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Kontributor: Chuky/Ovlost/Rey