Mogok Daerah dan Puncaknya Mogok Nasional

Mogok Nasional

Upah Minimum naik 50%, Hapuskan Outsourcing, Jaminan Sosial untuk seluruh Rakyat!

Salam Juang,

Indonesia negara Tujuan Investasi Dunia

Aksi Buruh Bekasi Bergerak pada Monas tahun 2012 ( Foto : Buruh Bekasi Bergerak )

Aksi Buruh Bekasi Bergerak pada Monas tahun 2012 ( Foto : Buruh Bekasi Bergerak )

Pertemuan APEC di Bali awal Oktober 2013 hasilnya tak jauh dari perkiraan banyak orang, bahwa Indonesia akan membuka seluas-luasnya perdagangan dan investasi bagi korporasi /perusahaan multinasional atau dengan kata lain akan Liberalisasai Perdagangan

Indonesia punya peran penting untuk mengatasi krisis ekonomian dunia akibat krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika.Cara mengatasinya adalah memperluas serta memperdalam lapangan invetasi. Agar modal-modal yang macet di Amerika, Eropa, bahkan Jepang, bisa terus berputar, menghisap , dengan pembukaan pasar lebih luas ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negeri emerging economic countries, hal ini tampak darai dibukannya 20 ( dua puluh ) kawasan industry baru di Indonesia di tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini tak bisa dilepaskan dari produktifitas kerja kaum buruh. Tapi kontribusi buruh terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dipandang sebelah mata oleh Pemerintah , Presiden mengeluarkan Inpres bernomor 9 tahun 2013, yang pada intinya membatasi kenaikan upah minimum hanya sebesar 5 -10% diatas inflasi dan melibatkan aparat Kepolisian dalam penetapan upah minimum ditingkat lapangan .

Pada Industri tekstil dan produksi tekstil kaum buruh yang mampu membuat 3 – 5 potong pakaian, jas, celana jadi/hari hanya mendapat upah Rp. 50.000,-/hari sedangkan pengusaha dapat keuntungan lebih dari Rp. 1 Juta tiap buruhnya. Ini baru industri tekstil, yang padat karya , pada perusahaan tambang, otomotif, pengusaha mendapatkan keuntungan tak hanya dari waktu kerja dan upah yang diambil terhadap buruh ditambah , dengan sistem hubungan kerja yang ada, pengusaha, mendapatkan keuntungan tambahan dengan tak harus membayar uang pesangon, tunjangan dan lain sebagainya, karena adanya sistem fleksibiltas tenaga kerja (Labour Market Fleksiblity), yang biasa kita kenal sebagai sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Setelah berpuluh-puluha tahun menghisap kaum buruh dengan kerja yang padat serta lembur yang sering kali tak dibayar. Pengusaha berupaya lari terhadap masa depan hidup kaum buruh. Jaminan Sosial terhadap masa tua, Jaminan Kesehatan, Jaminan Pensiun ,Perumahan, Pendidikan anak, tak disiapkan oleh pengusaha. Jelas tujuannya, yakni meningkatkan terus keuntungan (profit) dari perusahannya.

Alasan Menolak Inpres no 9 tahun 2013 :

1.Inpres terbit karna “konspirasi jahat pejabat dan pengusaha hitam” agar bisa dijalankan “Politik Upah Murah di tahun 2014”.Hasil survei terbaru PricewaterhouseCoopers (PwC) terhadap 500 chief executive officers (CEO) di negara-negara Asia Pasifik (APEC) ada tiga negara yang jadi tujuan investasi utama para CEO APEC untuk 3-5 tahun ke depan yaitu China urutan pertama, Indonesia urutan kedua dan AS urutan ketiga.Peran Menperindag ,Menkoekuin dan Ketua Apindo ada dibelakang terbitnya Inpres agar para pengusaha bisa membayar buruhnya dengan upah murah .Secara pelanggaran konstitusi dengan diterbitannya Inpres karna UU 13 tahun 2003 ,Permenakertrans no 13 tahun 2012, Permenakertrans 01 tahun 1999 yang menyatakan penetapan upah minimum didasarkan pada survei biaya hidup dikenal dengan istilah Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Pemerintah tidak perlu mengeluarkan Inpres lebih baik berdiskusi dengan buruh dan pengusaha untuk menentukan berapa jumlah item KHL yang wajar agar tidak terjadi perselisihan antara pengusaha dan buruh ( usulan buruh KHL 84 item, sikap pemerintah dan pengusaha KHL berjumlah 60 item).Inpres wajib di tolak oleh Seluruh Gubernur/Walikota/Bupati karna akan menghilangkan kewenangan mereka saat penetapan UMP/K.

2.Inpres melanggar Konvensi ILO no 87 dan no 98 serta bertentangan dengan UU no 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja. Berpotensi terjadi pelanggaran HAM dilapangan dalam Inpres memerintahkan Kepolisian RI turut campur dan terlibat dalam proses penetapan upah minimum. Artinya pemerintah memasukkan Kepolisian dalam persoalan Hubungan Industrial.Dan fakta lapangan aparat kepolisian seringkali bertindak arogan dan brutal dalam membubarkan aksi damai para buruh yang merupakan hak demokrasi yang dilindungi oleh Konsitusi Pasal 28 UUD 1945 .

Mengapa Wajar menuntut kenaikan 50 %

“Dasar argumetasi Kenaikan 50% ada 3 hal:

1. Pasca kenaikan harga BBM harga kebutuhan pokok ,kontrakan dan transport naik rata-rata 30%.Sehingga upah yang diterima buruh tahun 2013 sudah tergerus sebesar 30%. Buruh tidak dapat merasakan dampak kenaikan upah di tahun 2013.

2. Tahun 2014 diprediksi inflasi mencapai 2 digit (lebih dari 10%), ditambah perkiraan pertumbuhan ekonomi 6,2% harus dinikmati buruh karena buruh telah berkontribusi di dalamnya.Total mencapai 46,2% mendekati 50%. Sebab itu kenaikan UMP/K sebesar 50% merupakan hal yang realistis untuk diwujudkan.

3. Pidato Presiden SBY mengenai Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR,16 Agustus 2013.
Tahun 2004, kata SBY, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat US$ 645 miliar, saat ini telah mencapai lebih dari US$ 1,1 triliun.” pendapatan per kapita, tahun 2004 PDB per kapita US$ 1.177, angka meningkat jadi US$ 2.299 tahun 2009, dan mencapai US$ 3.592 pada tahun 2012. Bila kita terus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi kita, maka Insya Allah pada akhir tahun 2014, PDB per kapita akan mendekati US$ 5.000,” imbuhnya.SBY tahun 2012 dan 2013, di antara negara anggota G-20, Indonesia jadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah China.

“Pertumbuhan ekonomi yang membaik, juga diikuti oleh menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 9,86% pada tahun 2004, menjadi 5,92% pada Maret di tahun 2013. Demikan juga tingkat kemiskinan berhasil diturunkan dari 16,66% atau 37,2 juta orang pada tahun 2004, menjadi 11,37% atau 28,07 juta orang pada Maret 2013. .Artinya pendapatan per kapita Indonesia sekitar Rp. 50 juta/tahun atau berkisar antara Rp. 4,2 juta / bulan pada tahun 2014

Selain itu dalam waktu yang sangat berdekatan, ada 2 (dua) kabar yang cukup menggembirakan. Keduanya bukan sekedar kabar angin, karena disampaikan orang yang sangat penting. Pertama dari Ketua KPK Abraham Samad, yang mengatakan negara kita sesungguhnya mampu menggaji setiap warga negara sebesar 30 juta. Kabar kedua datang dari Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, yang mengatakan sesungguhnya Pengusaha berani membayar gaji buruh hingga 13 juta.

Dua hal itu, sekaligus mematahkan anggapan banyak orang, jika kenaikan upah sebesar 50 persen hanya akan membuat perusahaan bangkrut. Dalam hitungan kita, dengan kenaikan 50 persen itu, upah buruh Indonesia hanya berada dalam kisaran mendekati angka 3 juta. Artinya, kenaikan upah minimum yang kita minta masih 10 juta lebih rendah dari yang sesungguhnya bisa dibayarkan oleh pengusaha.

Solidaritas adalah kekuatan Rakyat

Aksi Buruh Bekasi Bergerak pada Monas tahun 2012 ( Foto : Buruh Bekasi Bergerak )

Aksi Buruh Bekasi Bergerak pada Monas tahun 2012 ( Foto : Buruh Bekasi Bergerak )

Kaum tani dan buruh tani Indonesia makin sulit bertahan hidup . Kebijakan impor yang memberikan keuntungan besar kepada perusahaan pemilik bibit, seperti Monsanto, kepada negara-negara besar pengekspor makanan dan daging, seperti Australia, atau pun terhadap para mafia impor. Sebaliknya, kaum tani dengan kebijakan impor yang beringas ini, mengalami kerugian besar-besaran. Belum lagi kaum tani menghadapi perampasan tanah pengusaha perkebunan dan pertambangan dan ke depannya melalui proyek MP3EI, perampasan tanah akan terjadi lebih marak dan dilegitimasi. Bukannya, membangun industri pertanian dan pertanian yang terencana dan baik, pemerintah justru memperdagangkan sumber daya yang ada, membuka pasar seluas-luasnya, dan pada akhirnya melumpuhkan kekuatan ekonomi kaum tani itu sendiri.

Kaum miskin perkotaan juga makin sulit hidup karena penggusuran yang terus terjadi. Kehidupan yang sulit di perkotaan karena akses terhadap modal, pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih menjadikan kalian sebagai bagian dari masyarakat yang paling bawah. Bukan pendidikan dan kesehatan yang layak. Bukan air bersih. Bukan perumahan yang baik. Bukan modal atau pekerjaan yang layak. Melainkan hanya bantuan sosial dari program BLSM , PNPM dan CSR dari perusahaan yang hanya sementara saja menaikkan kemampuan daya beli kaum miskin dalam tempo 3 bulan saja.

Kaum mahasiswa ikut menderita pendidikan sudah semakin mahal, karena kampus pun tak lepas di privatisasi. Negeri ini memiliki sejarah yang tak terbantahkan, bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan. Dan dalam kesempatan rencana mogok nasional ke depan, tak perlu diragukan lagi, mahasiswa sudah selayaknya harus memberikan dukungan politis kepada kaum buruh dalam pemogokan nasionalnya.

Mogok Nasional Jawaban atas Ketidakadilan Sosial dan Ekonomi

Perjuangan menuntut upah naik membuktikan , bahwa persoalan upah sebetulnya bukan persoalan adu argumentasi angka logika atau rasionalisasi semata tapi ditambah adu kekuatan memobilisasi massa . Disitulah penting pemogokan sebagai satu-satunya senjata perimbangan kekuatan kaum buruh.menghadapi kekuatan modal Tahun 2012 sudah bisa dibuktikan dengan aksi “Mogok Daerah dan Puncaknya Mogok Nasional “daerah yang massif bergerak seperti DKI Jakarta,Bogor,Depok,,Bekasi,Karawang,Purwakarta, Tangerang , Serang,Cilegon ,Batam,Medan ,Surabaya, Gresik,Mojokerto,Pasuruan,Sidoarjo bisa naik mulai 35 sd 60 % dan tidak terbukti ada perusahaan yang tutup atau terjadi PHK massal karna tingginya kenaikan upah seperti yang selalu digembar gemborkan oleh Apindo .

Tahun ini kesadaran Wajib DITINGKATKAN khususnya untuk daerah yang upahnya masih jauh dari Layak seperti di Cianjur ,Subang ,Sukabumi,Semarang ,Kendal ,,Demak ,Cilacap,Karang Anyar,Surakarta dll yang upahnya masih jauh dibawah Rp 1.5 Juta padahal didaerah lainnya Upah sudah jauh diatas Rp 2 JUTA ,sehingga bila tidak ada kesadaran untuk berjuang maka Upahnya akan makin tertinggal dengan daerah yang berjuang melalui mobilisasi massa dan bisa mendapat kemenangan naik 35 % sd 60 %

Aksi Daerah sudah dimulai pada 3 September 2013 di DKI Jakarta dilanjutkan Aksi Nasional pada 5 September 2013 dengan tuntutan UMP/K naik 50 % khusus DKI Jakarta Rp 3,7 Juta ,Revisi Komponan KHL dari 60 item jadi 84 item dan TOLAK INPRES TENTANG UPAH .Aksi terus berlanjut setelah dilakukan Konsolidasi Nasional di Bundaran HI pada 30 September 2013 dan seluruh Buruh di Indonesia sudah saatnya terus mendesak 3 ( tuntutan ) terkait upah dengan aksi aksi daerah serta pengawalan pada proses penetapan UMP/K tahun 2014 sampai puncaknya akan dilaksanakan pada 28 sd 30 Oktober 2013 bila aksi aksi di daerah tidak ditanggapi oleh dewan pengupahan Kab/Kota/Provinsi .

Seluruh rakyat indonesia: Kaum Buruh ,Mahasiswa , Tani, Kaum Miskin Perkotaan .Dengan dukungan Solidaritas Rakyat Buruh akan melaksanakan MOGOK NASIONAL tanggal 28 -30 Oktober. Jelas rakyat menghadapi masalah yang sama: daya beli yang rendah, syarat-syarat produktif yang dilumpukan, kebutuhan pokok yang begitu mahal, dan masa depan yang tak jelas. Padahal di sisi lain, para pengusaha mendapatkan keuntungan yang begitu tinggi, sehingga mudah saja bagi mereka untuk menambah anak perusahaan, merampas tanah, menggusur, atau bahkan berkonspirasi untuk kembali menjalankan Politik Upah Murah di tahun 2014

Seluruh rakyat, saatnya sadar dan bergerak berbarengan untuk :

1. Mendukung mogok nasional pada 28 -30 Oktober 2013 !
Pemanasan jelang Mogok Nasional akan dimulai besok senin 28 Oktober 2013. Aksi ini akan diikuti 5-10 ribu buruh di kawasan industri Pulo Gadung dan KBN Cakung dimana mereka akan melakukan mimbar bebas dan mogok (Cp M Rusdi),

Pada tanggal 28 Oktober juga aksi buruh se Bandung Raya(kota Cimahi,Kab Bandung,Kab Bandung Barat,kota Bandung) akan di ikuti lebih dari 50 ribu buruh yang aksinya akan dipusatkan di kantor Walikota Cimahi dan Bupati Bandung Barat(cp rosyad),

Pada hari yang sama 28 Oktober juga jam 17.00 ada 3000 buruh Karawang akan aksi konvoi dan konsolidasi di GOR Karawang. Begitu juga Buruh Jabotedabek akan melakukan aksi konvoi keliling kawasan industri dan berkumpul di kantor pemerintahan daerah. Di beberapa daerah seperti Batam, Medan, Makassar pun melakukan hal yg sama.
Pada 30 Oktober2013 Ribuan buruh dari Forum Buruh Jakarta juga akan melakukan aksi besar-besar dibalai kota DKI.
Puncak dari aksi-aksi ini adalah MOGOK NASIONAL pada 31 Oktober-1 November di seluruh Indonesia.

2. Kaum buruh bersama-sama di seluruh pabrik dan kawasan untuk datang ke Pabrik dan melakukan pemogokan dengan menghentikan mesin mesin produksi .

3. Mari kita perjuangkan: Kenaikan Upah minimal 50%, Hapus Outsourcing, dan Jalankan Jaminan Sosial untuk seluruh Rakyat ( Jaminan Kesehatan seluruh Rakyat 1 Januari 2014 tanpa pentahapan dan Jaminan Pensiun Wajib bagi Pekerja 1 Juli 2015 )

4. Bagi Mahasiswa kaum tani dan kaum miskin, pada hari yang sama melakukan aksi. Keluar dari rumah, kontrakan dan kost-kostan kalian. Suarakan tuntutan dan masalah rakyat . Dukung tuntutan kaum buruh. Tunjukan kepada pengusaha dan pemerintah bahwa kaum buruh, kaum tani, kaum miskin dan mahasiswa tak bisa dikalahkan dan dilumpuhkan
Upah,Hapus Outsourcing dan Jaminan Sosial Seluruh Rakyat adalah Tentang Keadilan dan Pemogokan adalah Alat Utama bagi Rakyat agar Keadilan Sosial dan Ekonomi didapat . .

Jakarta, 14 Oktober 2013
Presidium Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh

Menuju Mogok Nasional ( Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh)

Menuju Mogok Nasional ( Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh)

“Buruh Sangat Percaya Diri Untuk Mogok Nasional”

Para Aktivis FSPMI sedang melakukan persiapan akhir mogok nasional (25 Oktober 2013) | Foto: Kahar S. Cahyono

Para Aktivis FSPMI sedang melakukan persiapan akhir mogok nasional (25 Oktober 2013) | Foto: Kahar S. Cahyono

Kemarin sore, Jum’at tanggal 25 Oktober 2013, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan konsolidasi akhir mogok nasional. Dalam rapat konsolidasi yang diselenggarakan di Sekretariat DPP FSPMI tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus dari berbagai Provinsi, seperti: Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Setelah seluruh daerah memberikan pandangan terkait dengan kesiapannya melaksanakan mogok nasional,  semua yang hadir nampak lega. Wajah – wajah optimis terlihat. Senyum merekah di bibir mereka, karena faktanya ditingkat bawah menghendaki pemogokan nasional itu terjadi. Mereka sangat berbahagia, karena tak lama lagi hari yang ditunggu itu akan tiba.

Boleh jadi ada elit yang menolak. Tetapi diakar rumput akan ikut. Dan itu terjadi dimana-mana, hampir diseluruh pelosok negeri. Melihat antusiasme itu, sekaranglah saatnya. Tidak ada kata lain, pemogokan itu akan dilakukan. Apalagi pemerintah memang sudah menutup mata dan telinga terhadap aspirasi rakyatnya.

Tidak ada pengunduran jadwal mogok nasional. Karena per tanggal 28 Oktober 2013, buruh akan mulai melakukan pra kondisi mogok nasional. Dibeberapa daerah akan dilakukan aksi secara bergelombang, misalnya di Aceh, Depok, dan Serang. Terus berlanjut hingga pada puncaknya tanggal 31 Oktober 2013 – 1 Oktober 2013. Semalam, misalnya, 2000 buruh DKI Jakarta bahkan masih setia mengawal rapat Dewan Pengupahan.

Jika dibandingkan dengan pemogokan tahun lalu, eskalasi mogok nasional yang sekarang justru akan lebih luas. Sebab mogok nasional kali ini tidak hanya bersifat elitis, karena pemogokan kali ini berbasis aliansi daerah, tempat dimana massa buruh berada. Bandingkan dengan tahun lalu yang kebijakan untuk melakukan mogok lebih bersifat elitis.

Seperti yang sudah saya sampaikan diawal, saat ini, boleh jadi ditingkat elit menolak, tapi akar rumput pasti akan ikut. Siapa yang akan mencegah buruh ditingkat basis akan bergerak? Apalagi mereka akan bergerak serentak dari pabrik-pabrik dan kawasan-kawasan menjadi tsunami manusia, menerjang apa saja yang melintang dan menghalanginya.

Serikat Pekerja yang akan mengikuti mogok nasional pun jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan sebelumnya. Mereka, bahkan boleh dikata lebih militan. Sebut saja: KSPI, Sekber Buruh, GSBI, KSN, FSBI, SPTSK, OPSI, SPIN, SBSI Mochtar Pahpahan, SBSI 92, FBLP, KSBSI (Lomenik), KSPSI (Lem, Farkes,Pewarta), FSPMI, FSP-Kep, FSP-Farkes Reformasi, FSPPPMI, FSP-Par-Reformasi, FSP-ISI, Aspek Indonesia, FSBTPI, KASBI Progresif, SPN (di beberapa daerah) dan aliansi serikat pekerja di daerah seluruh Indonesia (seperti FB-DKI, ABY, BBB, FBBB, Mabur, dll).

Pemogokan ini akan diikuti 3 juta buruh di 20 Provinsi, dan saat ini ada 3 Provinsi lagi yang tengah bersiap untuk terlibat dalam pemogokan. Terjadi di 150 Kabuparen/Kota, serta akan diikuti oleh ratusan ribu perusahaan di 40 kawasan industri yang ada diseluruh Indonesia.

Provinsi dan Kabupaten/Kota yang akan bergerak melakukan mogok nasional pada 31 Okt -1 Nov 2013 adalah: Banten, Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Yogya, Jatim, Aceh, Sumut, Kepri, Sumsel, Lampung, Kalsel, Kaltim, Gorontalo, Sulut, Sulsel, Sultra, Sulteng, Papua, NTB, (menyusul Riau, Kalbar, Maluku): Sedangkan Kabupaten/Kota yang terlibat adalah: Cilegon, Serang, Tangerang, Tangsel, Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Krawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Cimahi, Bandung, Bandung Barat, Tasikmalaya, Semarang, Kendal, Demak, Batam, Pekalongan, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Purbolinggo, Gresik, Batam, Bintan, Karimun, Medan, Deli Serdang, Palembang, Pekanbaru, Makasar, cilacap, dll.

Dengan pemogokan yang seluas itu, sangat besar kemungkinannya pelabuhan, pusat-pusat industri dan produksi, serta bandara akan terkena dampak mogok nasional ini. Kawasan Industri yang akan lumpuh antara lain: Pulogadung, Sunter, KBN Cakung, Tanjung Priok, Delta Silicon, Ejip Cikarang, Tambun-Karawang, Lippo, MM 2100 Cibitung. Dan 11 kawasan industri Karawang, Purwakarta, Subang, Medan 5-6 kawasan industri, akan mengikuti mogok nasional.

Inilah mogok nasional yang sesungguhnya. Tidak hanya buruh. Berbagai kalangan, bahkan, telah menyampaikan dukungannya dan siap bergabung dalam pemogokan ini. Mulai dari petani, nelayan, guru, mahasiswa, dan element gerakan sosial yang lain.

Bersiaplah! Ibu pertiwi memanggil. Ayo bergerak dan ciptakan Indonesia baru. Indonesia yang sejahtera dan bebas dari korupsi. (Kascey)

Kesaksian Akhir Abad

Salah satu hal yang paling berkesan dalam Dialog Kebangsaan di Istora Senayan, 21 Oktober 2013, adalah saat Bung Ozy dan Bunda Ika membacakan puisi Ws Rendra yang berjudul Kesaksian Akhir Abad. Puisi yang dibawakan dengan apik oleh dua orang ini seakan menjadi inspirasi bagi semua yang hadir untuk menjadi saksi, bahwa sesungguhnya negeri ini belum merdeka. Oleh karenanya perlu ada partisipasi untuk memerdekannya.

 

Bunda Ika dan bung Ozy saat membacakan Puisi berjudul Kesaksian Akhir Abad, di Istora Senayan | Foto: Kahar C. Cahyono

Bunda Ika dan bung Ozy saat membacakan Puisi berjudul Kesaksian Akhir Abad, di Istora Senayan | Foto: Kahar C. Cahyono

KESAKSIAN AKHIR ABAD

Karya: WS Rendra

 

Ratap tangis menerpa pintu kalbuku. Bau anyir darah mengganggu tidur malamku.

O, tikar tafakur! O, bau sungai tohor yang kotor! Bagaimana aku akan bisa membaca keadaan ini?

ODi atas atap kesepian nalar pikiran yang digalaukan oleh lampu-lampu kota yang bertengkar dengan malam, aku menyerukan namamu:

Wahai, para leluhur Nusantara! O, Sanjaya! Leluhur dari kebudayaan tanah! O, Purnawarman! Leluhur dari kebudayaan air! Kedua wangsamu telah mampu mempersekutukan budaya tanah dan air!

O, Resi Kuturan! O, Resi Nirarta! Empu-empu tampan yang penuh kedamaian! Telah kamu ajarkan tatanan hidup yang aneka dan sejahtera, yang dijaga oleh dewan hukum adat. O, bagaimana mesti aku mengerti bahasa bising dari bangsaku kini?

O, Kajao Laliddo! Bintang cemerlang Tana Ugi! Negarawan yang pintar dan bijaksana! Telah kamu ajarkan aturan permainan di dalam benturan-benturan keinginan yang berbagai ragam di dalam kehidupan: ade, bicara, rapang, dan wari.

O, lihatlah wajah-wajah berdarah dan rahim yang diperkosa muncul dari puing-puing tatanan hidup yang porak-poranda.

Kejahatan kasat mata tertawa tanpa pengadilan. Kekuasaan kekerasan berak  dan berdahak di atas bendera kebangsaan.

O, anak cucuku di jaman cybernetic! Bagaimana akan kalian baca prasasti  dari jaman kami? Apakah kami akan mampu menjadi ilham kesimpulan ataukah kami justru menjadi sumber masalah di dalam kehidupan?

Bunda Ika dan putrinya | Foto: Kahar S. Cahyono

Bunda Ika dan putrinya | Foto: Kahar S. Cahyono

Dengan puisi ini aku bersaksi. Bahwa rakyat Indonesia belum merdeka. Rakyat yang tanpa hak hukum bukanlah rakyat merdeka. Hak hukum yang tidak dilindungi oleh lembaga pengadilan yang mandiri adalah hukum yang ditulis di atas air!

Bagaimana rakyat bisa merdeka bila polisi menjadi aparat pemerintah. Dan tidak menjadi aparat hukum yang melindungi hak warga negara?

Bagaimana rakyat bisa merdeka bila birokrasi negara tidak menjadi abdi rakyat, melainkan menjadi abdi pemerintah yang berkuasa?

Bagaimana rakyat bisa merdeka bila  hak pilih mereka dipasung tidak boleh memilih secara langsung wakil-wakil mereka di dewan perwakilan, dan juga tidak boleh memilih secara langsung camat mereka, bupati, walikota, gubernur, dan presiden mereka?

Dan partai-partai politik menganggap rakyat hanya abdi partai yang dinamakan masa politik partai! Atau kawula partai!

Bagaiman rakyat bisa merdeka bila  pemerintah melecehkan perdagangan antardaerah dan mengembangkan merkantilisme Daendels sehingga rela menekan kesejahteraan buruh, petani, nelayan, guru dan serdadu berpangkat rendah?

Bagaimana rakyat bisa merdeka bila  propinsi-propinsi sekedar menjadi tanah jajahan pemerintah pusat?

Tidak boleh mengatur ekonominya sendiri, tatanan  hidupnya sendiri, dan juga keamanannya sendiri?

Ayam, serigala, macan, ataupun gajah, semuanya peka pada wilayahnya. Setiap orang juga ingin berdaulat di dalam rumahtangganya.

Setiap penduduk ingin berdaulat di dalam kampungnya. Dan kehidupan berbangsa. Tidak perlu merusak daulat kedaerahan.

Hasrat berbangsa dan naluri rakyat untuk  menjalin ikatan dayacipta antarsuku, yang penuh keanekaan kehidupan, dan memaklumkan wilayah pergaulan yang lebih luas untuk merdeka bersama.

Tetapi lihatlah selubung kabut saait ini! Penjajahan tatanan uang penjajahan modal, penjajahan kekeraan senjata, dan penjajahan oleh partai-partai politik, masih merajalela di dalam negara!

Dengan puisi ini aku bersaksi bahwa sampai saat puisi ini aku tandatangani para elit politik yang berkedudukan ataupun yang masih berjalan, tidak pernah memperjuangkan sarana-sarana kemerdekaan rakyat.

Mereka hanya rusuh dan gaduh memperjuangkan kedaulatan golongan dan partainya sendiri.

Mereka hanya bergulat untuk posisi sendiri. Mereka tidak peduli kepada posisi hukum, posisi polisi, ataupun posisi birokrasi.

Dengan picik mereka  akan mendaur-ulang malapetaka bangsa dan negara yang telah terjadi!

O, Indonesia! Ah, Indonesia! Negara yang kehilangan makna! Rakyat sudah dirusak tatanan hidupnya. Berarti sudah dirusak dasar peradabannya. Dan akibatnyaa dirusak pula kemanusiaannya.

Maka sekarang negara tinggal menjadi peta. Itupun peta yang lusuh dan  hampir sobek pula. Pendangkalan kehidupan bangsa telah terjadi. Tata nilai rancu. Dusta, pencurian, penjarahan, dan kekerasan halal.

Penampilan yang luar biasa dari buruh Indonesia | Foto: Kahar S. Cahyono

Penampilan yang luar biasa dari buruh Indonesia | Foto: Kahar S. Cahyono

Manusia sekedar semak belukar yang  gampang dikacau dan dibakar. Paket-paket pikiran mudah dijajakan. Penalaran amanah yang salah mendorong  rakyat terpecah belah.

Negara tak mungkin kembali diutuhkan tanpa  rakyatnya dimanusiakan. Dan manusia tak mungkin menjadi manusia. Tanpa dihidupkan hatinuraninya.

Hati nurani adalah hakim adil untuk diri kita sendiri. Hatinurani adalah sendi dari kesadaran akan kemerdekaan pribadi.

Dengan puisi ini aku bersaksi bahwa  hatinurani itu meski dibakar tidak bisa menjadi abu. Hatinurani senantiasa bisa bersemi meski  sudah ditebang putus di batang.

Begitulah fitrah manusia ciptaan  Tuhan Yang maha Esa.

Penyesalan

Pemanasan mogok nasional yang dilakukan KSPI di DPR RI beberapa waktu lalu. | Sumber Foto: Kahar S. Cahyono

Pemanasan mogok nasional yang dilakukan KSPI di DPR RI beberapa waktu lalu. | Sumber Foto: Kahar S. Cahyono

Akan tiba saatnya, penyesalan itu engkau rasakan begitu menyiksa. Saat menyadari anak-anakmu memasuki dunia kerja dengan upah yang tak seberapa, dan sudah begitu statusnya outsourcing pula. Ya, dia adalah anak yang kau harapkan bisa meringankan beban hidupmu disaat tua. Tapi nyatanya, jangankan membantumu, untuknya sendiri pun masih harus nombok biaya hidupnya.

Kenangan hari ini akan terus menghantui disaat usia sudah beranjak senja: “Coba dahulu aku mendukung kaum buruh melakukan mogok nasional, pasti saat ini anak-anakku akan mendapatkan diupah dengan sangat baik sekali.” Tapi penyesalan selalu tak berguna. Tak menyelesaikan apa-apa.

Akan tiba saatnya, saat kau tak sekuat sekarang dan mulai sakit-sakitan, hanya bisa pasrah berharap keajaiban akan datang. Sementara untuk berobat ke rumah sakit, tak sedikit biaya yang dibutuhkan. Uang simpanan seumur hidup bekerja pun tak bakal cukup untuk biaya berobat atas sakitmu yang parah itu.  Rumah terjual. Tanah terjual. Seketika itu juga miskin engkau dibuatnya.

Kenangan hari ini akan terus menghantui disaat usia sudah beranjak senja: “Coba dahulu aku mendukung kaum buruh memperjuangkan jaminan sosial, bukannya malah menakut-nakuti mereka dengan berkedok menyelamatkan investasi.” Tapi penyesalan selalu tak berguna. Tak menyelesaikan apa-apa.

Tak pernah, dalam sejarah, perjuangan kaum buruh terpisah dari kepentingan masyarakat secara luas. Upah naik, harga kontrakan akan menyesuaikan. Ojeg disekitar kawasan industri menjadi ramai. Warung nasi tak pernah sepi, karena buruh tak lagi terus-terusan makan indomie.

Apalagi, selain upah, perjuangan buruh juga menyangkut hak yang paling asasi bagi setiap manusia: “kesehatan.”

Buruh hendak memastikan, per 1 Januari 2014 seluruh rakyat mendapatkan jaminan kesehatan tanpa terkecuali. Unlimited, dari lahir hingga mati. Bukankah ini sebuah karya besar? Lantas kenapa harus dihalang-halangi?

Inilah saatnya kesempatan terbaik bagi kita untuk mewujudkan itu semua. Selagi pertumbuhan ekonomi kita tinggi, selagi Indonesia menjadi negara tujuan investasi yang paling diminati. Selagi gerakan buruh semakin menguat dan berani berteriak lantang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

Jangan dihalang-halangi. Tak mungkin investor kabur keluar negeri. Lagian mau kemana mereka lari? Toh diluar sana upah buruh jauh lebih tinggi daripada disini.

Akan tiba hari, kalian akan membutuhkan apa yang mereka perjuangan saat ini. Mari bergabung dan mendukung pemogokan nasional. Jangan menyesal nanti…. (Kascey)

 

Langkah Kaki Si Peserta Aksi

Seorang peserta aksi sedang menyusuri jalanan Ibu Kota.

Seorang peserta aksi sedang menyusuri jalanan Ibu Kota.

Kususuri jalanan ini dengan sebuah keyakinan, bahwa satu saat nanti akan sampai pada tempat yang dituju. Tak masalah meskipun lelah menghampiri, karena kami sadar, tanpa menggerakkan kaki maka aku tak akan pernah sampai. Keyakinan itulah yang menuntun langkahku.

Jika saja aku tak seyakin ini, sudah barang tentu sejak dulu kami akan memutar arah. Buat apa berjalan tanpa kepastian pada tempat yang menjadi tujuan?

Sudah ratusan kali jalanan ini kususuri. Gedung DPR RI, Istana Negara, dan berbagai tempat dimana kebijakan dibuat pernah kami sambangi. Kami hendak memastikan jika apa yang menjadi tuntutan kami didengarkan. Oleh karenanya, aku merasa perlu untuk ikut hadir dan menyampaikan sendiri keinginanku. Tak boleh kutitipkan pada yang lain. Malu, jika untuk kepentinganku sendiri harus menitipkan pada yang lain.

Kemarin, 21 Oktober 2013, kami bergerak kembali ke DPR RI. Tuntutan kami masih sama dengan hari-hari sebelumnya: Upah Layak, jalankan jaminan kesehatan nasional per 1 Januari 2014, hapuskan outsourcing, dan sahkan UU PRT.

Dari DPR kami bergeser ke Istora Senayan. Disana kami mengikuti Dialog Kebangsaan, “Menggagas Indonesia Baru.” Banyak tokoh nasional yang hadir dalam Dialog Kebangsaan ini. Ada Ketua KPK Abraham Samad, Kepala Staff (TNI) Angkatan Darat Jenderal Budiman, Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua HKTI Oesman Saota, Ketua Umum PGRI Sulistyo, Ketua Umum KADIN Rizal Ramli, Budayawan Setiawan Djodi, dengan moderator Bambang Hari Mukti.

Sore itu acara ditutup dengan pagelaran musik rakyat, Iwan Fals. Setidaknya semua rangkaian itu membawa asa baru bagi kami semua, bahwa harapan itu masih ada.

Semangat itulah yang terus bergerak dalam diriku, hingga saat ini. Perubahan itu bisa diwujudkan. Dari sini, aku bisa melihat itu.

Selamat pagi Indonesia baru! Semoga kan tercapai semua cita-citamu. (Kascey)