Rayakan HUT , FSPMI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Penurunan Harga & Pencabutan PP 78 Tahun 2015

Jakarta,FSPMI- Ribuan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FFSPMI) merayakan hari ulang tahun ke 19 dengan menggelar mengelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara

Dalamnya aksinya hari ini buruh FSPMI mengusung 3 tuntutan yang disebut Tritura.

Aksi buruh FSPMI pada peringatan HUT ke 19

Tuntutan pertama adalah Mendesak Jokowi untuk menurunkan harga kebutuhan pokok , Listrik dan BBM dan menjalankan kedaulatan pangan & energi.

Yang kedua adalah menghentikan kebijakan upah murah yang terbukti membuat daya beli masyarakat turun dengan mencabut PP 78 Tahun 2015.

Yang ketiga adalah terkait Pilkada dan pilpres yang akan datang, buruh akan melakukan penolakan terhadap politisi-politisi busuk yang terbukti menyengsarakan rakyat dan akan memilih pemimpin yang amanah dan pro terhadap rakyat dan buruh

Selain di Jakarta, aksi serupa juga digelar di Medan, Batam, Surabaya, Semarang, Bandung dan beberapa wilayah lain di Indonesia

6 Februari Bergerak , Buruh akan Kepung Istana Tuntut Jokowi Turunkan Harga Beras & Kebutuhan Pokok

Jakarta,KPOnline- Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FSPMI ) akan menggelar aksi besar-besaran pada 6 Februari 2018.

Pada kesempatan aksi ini buruh mendesak Joko Widodo agar menurunkan harga kebutuhan pokok terutama harga beras, BBM dan listrik yang menyebabkan daya beli masyarakat turun.

Presiden FSPMI Said Iqbal mengatakan, buruh FSPMI di Jabodetabek akan menggelar aksi di Istana Negara dengan melibatkan 20 ribu orang buruh.

Selain itu aksi juga akan dilakukan di berbagai kota, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Batam, Yogyakarta, Aceh, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorotanlo, Manado, Banjarmasin, dan sebagainya.

“Faktanya, sebelum harga beras naik, daya beli masyarakat sudah turun. Apakah lagi dengan naiknya harga beras sekarang ini, daya beli masyarakat makin turun. Bahkan dalam hitungan KSPI & FSPMI daya beli buruh turun 20–25 persen dengan kebijakan upah murah dan naiknya harga beras seperti saat ini,” ujar Said Iqbal

Dalam aksi ini, tuntutan yang akan disampaikan adalah Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) antara lain turunkan harga beras dan listrik, tolak upah murah, dan tolak calon pimpinan daerah yang tak benar di Pilkada 2018.

Lebih lanjut, FSPMI sendiri mendukung sikap Komisi VI DPR RI yang meminta pemerintah menyetop impor beras.

Di samping itu, FSPMI mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lamban dan penuh pencitraan. Dalam kampanye dan kegiatanya selalu menyuarakan kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani namun faktanya malah memperbanyak import beras.

Persiapan Pengawalan UMSK & Aksi 6 Februari , FSPMI Karawang Lakukan Konsolidasi

KONSOLIDASI AKBAR FSPMI KARAWANG

Karawang,FSPMI- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Karawang mengadakan konsolidasi akbar dengan tema “Melangkah Bersama Menuju Perubahan”,yang bertempat di Aula Masjid AL – GHAMMAR Jl. Interchange tol Karawang Barat KM 3 pada tanggal 12 Januari 2018.

Agenda konsolidasi akbar tersebut di hadiri oleh ketua konsulat cabang FSPMI Karawang Bung Rustan, ketua perangkat cabang SPAMK Karawang Bung Asmat Serum, ketua perangkat cabang SPAI Karawang Bung Rahmat Binsar, ketua perangkat cabang SPEE Karawang Bung Doni, Koordinator daerah Garda Metal Karawang Bung Dani Wildan dan anggota Garda Metal Karawang serta anggota FSPMI yang berjumlah kurang lebih 350 orang.

Dalam sambutannya Bung Rustan selaku ketua konsulat cabang FSPMI Karawang mengatakan bahwa FSPMI akan terus berusaha melakukan pergerakan-pergerakan yang masif untuk melawan kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap buruh.

” Terkait tentang kenaikan upah tahun 2018 yang hanya di tentukan di bawah 10% dan wacana pembagian upah sektoral yang dibagi menjadi 26 menurut pemerintah dan pengusaha, kita akan siapkan aksi penolakan” ujarnya.

Beliau berharap tindakan nyata dari semua anggota serikat pekerja FSPMI untuk berjuang bersama menentukan nasib kita sendiri. Menghadapi tahun politik maka buruh pun harus berpolitik agar buruh bisa menentukan kebijakan untuk kepentingan kaum buruh,khususnya buruh FSPMI.

Selain itu pada akhir acara beliau mengingatkan bahwa tanggal 6 februari 2018 adalah hari jadi FSPMI yang ke 19 tahun,maka beliau menghimbau kepada seluruh anggota serikat pekerja untuk membuat spanduk ucapan hari jadi FSPMI dan di pasang di tempat-tempat strategis.

Untuk agenda aksi di Jakarta pun beliau menargetkan 1000 anggota untuk hadir pada peringatan hari jadi FSPMI tersebut.

Acara di tutup dengan doa yang di pimpin oleh Bung Doni di lanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

HIDUP BURUH,HIDUP BURUH,HIDUP BURUH