Moto Garda Metal

Aksi Garda Metal Saat Ulang tahun FSPMI

Aksi Garda Metal Saat Ulang tahun FSPMI

Moto Garda Metal adalah : RESOLUSI

RE : Rela

SO : Solid

LU : Lugas

SI : Sigap

Rela : Masuk menjadi anggota Garda Metal atas dasar kerelaan hati tanpa paksaan

Solid : Satu komando, bertindak sesuai intruksi menjunjung tinggi kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan buruh/ pekerja

Lugas : Mudah beradaptasi dalam medan juang, dan dalam berhadapan dengan anggota lainnya.

Sigap : Cepat tanggap & rela berkorban.

CHECK OFF SYSTEM ( COS ) DAN ADMINISTRASI KEUANGAN SP

CHECK OFF SYSTEM ( COS ) DAN ADMINISTRASI KEUANGAN SP

LOGO FSPMI WEBA. Pengertian Check Off System
Yang dimaksud dengan Check Off System adalah cara pembayaran iuran organisasi dari para anggota kepada Serikat Pekerja dengan jalan mengutip sebagian upah pekerja ( 1% ) melalui pengusaha untuk selanjutnya diberikan kepada organisasi Serikat Pekerja.
B. Proses Pelaksanaan COS
1. Tahap pertama anggota memberikan surat kuasa melalui Serikat Pekerja tentang kesediaan untuk dipotong upahnya sesuai dengan ketentuan organisasi.
2. Pimpinan Unit Kerja selanjutnya menyerahkan surat kuasa tersebut kepada pengusaha disertai surat pengantar dari PUK berikut informasi tentang perincian nilai prosentase COS bagi masing-masing perangkat organisasi.
C. Pendistribusian Iuran
1. Berdasarkan permohonan dari Unit Kerja dan surat kuasa pemotongan upah dari para anggota Serikat Pekerja, Pengusaha melaksanakan pemotongan upah pekerja.
2. Selanjutnya uang iuran tersebut disalurkan ke rekening Bank masing-masing perangkat organisasi Serikat Pekerja dengan prosentase sesuai dengan ketentuan organisasi.
D. Rekening Bank
Untuk lebih tertib dan mudahnya pelaksanaan penyaluran uang iuran, maka semua perangkat organisasi wajib memiliki rekening bank yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Proses untuk mendapatkan rekening giro dari bank antara lain :
1. Menyampaikan permohonan secara tertulis kepada kantor cabang bank yang terdekat dengan dilampirkan :
a. Surat kuasa dari anggota
b. Salinan pengesahan pengurus Serikat Pekerja dari perangkat diatasnya.
2. Memberitahukan kepada bank yang bersangkutan tentang nama-nama pengurus yang diberi wewenang untuk menandatangani check pengambilan uang.
E. Pengambilan Uang di Bank
1. Sistem pengambilan uang dari bank dilakukan dengan check.
2. Penandatangan check dilakukan oleh 2 orang dari 3 orang pengurus yang diberi kuasa untuk itu oleh rapat pengurus (biasanya Ketua dan Sekretaris atau Ketua dan Bendahara)
F. Pedoman Singkat Administrasi Keuangan SP
Iuran anggota Serikat Pekerja melalui COS, merupakan satu bagian yang sangat penting bagi kehidupan organisasi. Tanpa adanya iuran tersebut akan sangat mustahil bagi Serikat Pekerja untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya, melaksanakan program kerja termasuk pembelaan terhadap anggota yang membutuhkan.
Mengingat dana organisasi diperoleh dari iuran anggota, maka sebagai konsekuensinya penggunaan dana tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada anggota. Karenanya perlu diatur adanya mekanisme pertanggung jawaban penggunaan dana tersebut secara terbuka melalui penataan administrasi keuangan Serikat Pekerja yang sederhana.
G. Sumber – Sumber Keuangan Organisasi
Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana menata keuangan organisasi, ada baiknya untuk diketahui darimana saja Serikat Pekerja memperoleh dana untuk kegiatan operasionalnya.
Sebagai kelengkapan informasi, maka perlu kiranya diketahui sumber-sumber dana yang nyata yang merupakan pendapatan bagi Serikat Pekerja.
Intern
1. Uang Pangkal
Dana ini diperoleh dari anggota yang baru masuk menjadi anggota Serikat Pekerja dan dilakukan hanya sekali saja terhadap anggota.
2. Uang Iuran
Merupakan kewajiban anggota Serikat Pekerja yang dipungut secara periodic setiap bulan yang besarnya ditetapkan berdasarkan AD / ART Serikat Pekerja.
3. Uang Konsolidasi
Diperoleh dari anggota karena keberhasilan atas perjuangan Serikat Pekerja melakukan upaya peningkatan kesejahteraan seperti kenaikan upah, bonus, PKB dan lain sebagainya.
4. Pengadaan Kartu Anggota
5. Keuntungan dari Usaha-usaha Ekonomi
Antara lain Pasar Murah, Bazaar, Pengadaan Paket Lebaran.
6. Usaha-usaha Lain yang sah
Seperti penjualan hasil produksi perusahaan yang afal, penyediaan kendaraan antar jemput karyawan dan lain-lain.
Ekstern
1. Sumbangan / bantuan yang tidak mengikat dari pengusaha kepada Serikat Pekerja, baik secara insidentil maupun berkala.
2. Bantuan dari perangkat organisasi Serikat Pekerja atau dari organisasi maupun instansi lain yang tidak mengikat.
H. Penggunaan Dana SP
Sebagaimana dikemukakan diatas, penggunaan dana Serikat Pekerja harus dapat dipertanggung jawabkan secara terbuka.
Oleh karenanya perlu disusun suatu rencana pengeluaran untuk kegiatan organisasi berdasarkan rapat pengurus dan dituangkan dalam bentuk Rencana Anggaran Belanja Organisasi ( RABO ). Dengan demikian pos-pos pengeluaran dana sudah dapat diperkirakan dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan organisasi.
Sebagai contoh dapat disebutkan beberapa pos-pos pengeluaran yang penting bagi kegiatan organisasi antara lain :
1. Kontribusi ke Perangkat Organisasi ( PP, PC SPA & DPP, DPW )
2. Bidang Pendidikan dan Organisasi
3. Bidang Pembelaan / Perlindungan
4. Biaya Rapat Organisasi
5. Kegiatan Sosial
6. Publikasi dan Survey / Penelitian
7. Kesekretariatan :
a. Inventaris, alat tulis kantor
b. Pemeliharaan
c. Rekening
8. Administrasi
a. Kop / Amplop surat
b. Stempel Serikat Pekerja
c. Blanko penerimaan / pemasukan
d. Perangko / Materai
e. Fotokopi / penggandaan
9. Transportasi
10. Gaji Staff Sekretariat dan Honoratium pengurus.
Penjelasan
Bahwa pada prinsipnya penggunaan dana organisasi harus diatur melalui RABO dan pos-pos pengeluaran seperti diatas hanya merupakan petunjuk tentang berbagai kebutuhan yang harus disiapkan. Akan tetapi tentu saja RABO harus mengacu pada kesiapan dan kemampuan anggaran dari dana yang tersedia di PUK.
Dan oleh karenanya tidak tertutup kemungkinan adanya pemisahan-pemisahan antara pengeluaran insidentil dengan pengeluaran yang dilakukan secara berkala.
Sebagai contoh misalnya ada undangan dari perangkat atas organisasi maupun instansi lain untuk menghadiri Pendidikan, Seminar, Lokakarya dan lain-lain sebagainya.
Akan tetapi yang paling penting adalah bahwa segala penggunaan ataupun pengeluaran organisasi harus dapat dipertanggung jawabkan melalui bukti pengeluaran yang otentik.
I. Prosedur Penggunaan / Pengeluaran Dana Organisasi
1. Setiap pengeluaran dana harus sepengetahuan Ketua / Sekretaris / Bendahara dan dilengkapi dokumen pendukung untuk maksud penggunaan dana tersebut.
2. Setiap pengeluaran dana harus dicatat dan dibukukan dalam buku kas, dan bukti pengeluaran serta dokumen pendukung disimpan secara terpisah dalam arsip pengeluaran organisasi.
3. Pengeluaran dana organisasi tidak harus berbentuk uang tunai dari kas secretariat, tetapi dapat diberikan dalam bentuk Cheque dengan persetujuan Ketua / Sekretaris / Bendahara.
4. Harus selalu diusahakan agar menyiapkan dana secukupnya pada kas secretariat, hal ini untuk memudahkan dalam hal ada kebutuhan mendesak yang tidak dapat dihindarkan.
J. Mekanisme Laporan Keuangan Organisasi
1. Setiap Unit Kerja wajib membuat laporan penerimaan dan pengeluaran dana secara periodic melalui papan pengumuman dan ditembuskan keperangkat organisasi.
2. Laporan Keuangan secara periodic dapat dilakukan setiap 3 bulan atau paling lambat 6 bulan sekali, dan dapat saat tutup tahun sebaiknya ditembuskan paling tidak kepada perangkat setingkat diatasnya.
K. Pengawasan Penerimaan dan Pengeluaran
Untuk memudahkan pengawasan lalu lintas keuangan maka hendaknya seluruh transaksi penerimaan maupun pengeluaran dicatat secara terperinci yaitu darimana sumber penerimaan itu diperoleh dan untuk apa dana tersebut digunakan dan dikeluarkan dengan cara :
1. Penerimaan Uang :
a. Dalam setiap penerimaan uang, harus disebutkan sumbernya, jumlah uang yang diterima, kapan waktu menerima dan siapa yang menerimanya.
b. Setiap penerimaan uang baik tunai maupun Cheque harus menggunakan bukti penerimaan baik berupa kwitansi atau tanda terima yang sah.
c. Selanjutnya dicatat dalam buku kas penerimaan serta buku registrasi
2. Pengeluaran Uang :
a. Setiap pengeluaran uang baik tunai maupun Cheque harus diketahui secara jelas, jumlah uang yang dikeluarkan, siapa yang mengeluarkan, atas persetujuan siapa dan untuk apa penggunaan uang itu dan kapan waktu pengeluarannya.
b. Setiap pengeluaran uang harus menggunakan bukti pengeluaran baik berupa kwitansi atau tanda terima lainnya yang sah.
c. Selanjutnya dicatat dalam buku kas serta buku registrasi pengeluaran.
L. Kelengkapan Administrasi Keuangan
1. Buku Kas ( Buku Kas Harian )
Untuk mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran uang organisasi, agar lebih mudah pengawasannya maka kegiatan pencatatan dilakukan pada hari transaksi dilakukan.
2. Buku Registrasi Pengeluaran
Setiap pos pengeluaran harus dibuatkan registrasi pengeluaran sehingga setiap saat dapat diketahui jumlah pengeluaran dari masing-masing pos tersebut.
Buku ini sangat membantu memudahkan bagi bendahara atau petugas secretariat untuk membuat laporan periodic.
3. Buku Registrasi Penerimaan
Digunakan untuk memudahkan pengawasan berapa penerimaan rutin yang diperoleh dari masing-masing sumber penerimaan tersebut ( Check Off, Konsolidasi, Pengadaan KTA dan sumbangan-sumbangan lainnya )

Profil FSPMI

  1. I.             DATA ANGGOTA FSPMI
(per Desember)

2007

2008

2009

2010

2011

Anggota
105. 985 110. 878

122. 882

113.263

127.429

Iuran (Rp)/Th

1,43M

1,70M

1,96M

2,33 M

2,41 M

Jumlah PKB

84

113

130

116

144

Nilai iuran berasal dari 40% iuran anggota PUK yang disetorkan  ke DPP

  1. II.           HARTA KEKAYAAN FSPMI

LOGO FSPMI WEBFSPMI mempunyai kantor/gedung milik sendiri yaitu : kantor pusat di Jakarta, kantor cabang Batam, kantor cabang Bekasi, kantor cabang Tangerang dan kantor cabang Serang.  Sedangkan kantor wilayah dan cabang yang lainnya masih menyewa yang dibayar dari iuran anggota.  Selain  itu, FSPMI memiliki pusat pelatihan milik sendiri (Training Center), yaitu di Cisarua-Bogor seluas 2000m2  (Tingkat Nasional) dan di kota Batam seluas 100m2.  FSPMI juga memiliki mobil operasional dan alat-alat IT/kantor yang merupakan hasil dari pembayaran iuran anggota.

  1. III.         SUSUNAN PENGURUS FSPMI (Periode 2011-2016)
  2. Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) FSPMI
  • Presiden                                    : Ir. H. Said Iqbal, ME.
  • Sekretaris Jenderal                  : Suparno B.
  • Bendahara Umum                    : Judy Winarno, ST.
  1. Serikat Pekerja Elektronik Elektrik  (SPEE)
  • Ketua Umum                             : Suhadmadi, SE.
  • Sekretaris Umum                     : Judy Winarno, ST
  1. Serikat Pekerja Automotif Mesin&Komponen (SPAMK)
  • Ketua Umum                             : Rustan, ST.
  • Sekretaris Umum                     : Muhidin, SS.
  1. Serikat Pekerja Logam (SPL)
  • Ketua Umum                             : HM. Yadun Mufid, SE.
  • Sekretaris Umum                     : Sabilar Rosyad
  1. Serikat Pekerja Perkapalan Jasa Maritim (SPPJM)
  • Ketua Umum                             : H. Makmur Komarudin
  • Sekretaris Umum                     : Mukiswara, SH., MH.
  1. Serikat Pekerja Aneka Industri (AI)
  • Ketua Umum                             : Obon Tabroni, SE.
  • Sekretaris Umum                     : Djamaludin Malik
  1. Departemen Perempuan
  • Direktur                     : Prihanani
  1.    VIII.   KANTOR WILAYAH/CABANG
  • DPW/PC Jakarta Telp : 021-4870 5770  Fax : 021-4870 5770
  • DPW Jawa Barat/PC Cimahi Telp : 022-6647846   Fax : 022-6031855  HP:081322225959
  • DPW Banten/PC Tangerang Telp/Fax : 021-5914985  HP : 08128618364
  • DPW Jawa Timur/PC Mojokerto Telp /Fax : 0321-619-919
  • DPW Jawa Tengah/PC Semarang Telp  : 024-70278918/70767979
  • DPW Lampung/PC Bandar Lampung Telp/Fax : 0721-251036  HP : 0813 7918 5005
  • DPW Sulsel/PC Makasar Telp : 0411-860231   Fax : 0411-510096  HP:0411-859431
  • DPW Gorontalo/PC Gorontalo Telp : 0435-821678   Fax : 0435-822122  HP:0852561418333
  • DPW Kepri/PC Batam-Bintan Telp : 0778-7059001  Fax  : 0778-371340 HP:085272739729
  • DPW Medan  Hp. 081396811316
  • PC Bogor-Depok Telp /Fax : 021-77821354  HP : 0817 716 540
  • PC Bekasi Telp : 021-88333980  Fax  : 021-88333968   HP : 0819 3227 1753
  • PC Karawang Telp/Fax : 0267-861 7437 HP: 0815 8505 2515
  • Purwakarta Telp/Fax : 0264-351 755  HP : 0817 142 648
  • PC Serang Telp/Fax : 0254-403707  HP : 081585008556
  • PC Cilegon Telp/Fax  : 0254-394134  HP : 08121201687
  • PC Sidoarjo-Surabaya Telp/Fax : 0321-619919  HP : 081330134048
  • PC Pasuruan Telp /Fax : 0321-619919  HP : 085230294419

IX.  AFILIASI  FSPMI (Nasional & Internasional)

Di tingkat nasional, FSPMI berafiliasi ke Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang beranggotakan 09 Federasi yaitu:, FSPKEP, SP.PAR Reformasi, SP.PPMI, PGRI, SP KAHUT-INDO, SP.FARKES Reformasi, ASPEK Indonesia, SP ISI, dan FSPMI.

Di tingkat International, FSPMI berafiliasi menjadi anggota International Metalwokers’ Federation (IMF) yang berkantor pusat di Jenewa-Swiss yang beranggotakan lebih dari 25 juta anggota di 101 negara dengan  207 federasi metal sedunia.

PROFIL
FEDERASI  SERIKAT PEKERJA METAL INDONESIA (FSPMI)

Jl. Raya Pondok Gede No. 11 Kramat Jati,Jakarta Timur 13550

Telepon :  +6221-87796916,              Fax      : +6221-8413954

Website : www.fspmi.or.id                E-mail  : dpp@fspmi.or.id

 

I.     PENDAHULUAN

Pembentukan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dilandasi oleh :

  1. Ratifikasi Konvensi ILO No. 87 tentang Kebebasan Berserikat jo  Kepres No.83 Tahun 1998, UU 21/2000
  2. Kongres I Garut 4 ~ 7 Februari 1999, lahirnya SPMI                (6 Februari 1999)
  3. Kongres II, Lembang 29 Agustus ~ 1 September 2001, SPMI dari Unitaris menjadi Federasi (FSPMI)
  4. Kongres III, Bandung  24 ~ 27 Nopember 2006
  5. Kongres IV, Bandung  10 ~ 11 Februari 2011

II.   ANGGOTA

FSPMI terdiri dari Serikat Pekerja Anggota (SPA) :

  1. SP  Elektronik Elektrik (SPEE)
  2. SP Automotif, Mesin & Komponen (SPAMK)
  3. SP Logam (SPL)
  4. SP Perkapalan Jasa Maritim (SPPJM)
  5. SP Aneka Industri (SPAI)
  6. Afiliasi khusus yang dapat menjadi anggota FSPMI, dari BUMN.

III.  VISI DAN MISI FSPMI

Visi

Membangun Serikat Pekerja yang Demokratis, Bebas, Representatif, Independen dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial

Misi

  1. Meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan pekerja Indonesia dan keluarganya yang layak bagi kemanusiaan yang adil dan beradab
  2. Meningkatkan rasa kesetiakawanan dan persaudaraan kaum pekerja dan keluarganya.
  3. Meningkatkan produktifitas kerja, syarat-syarat kerja, dan kondisi kerja.

IV.         PROGRAM KERJA FSPMI

A.      9 Program Kerja Utama FSPMI

 

  1. 1.      Perlindungan dan Pembelaan
    1. Meningkatkan kualitas & kuantitas PKB
    2. Memantau pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja  dan Pengawasan Ketenagakerjaan.
    3. Menyelengggarakan pendidikan serta pelatihan advokasi dan  menyelesaikan perselisihan perburuhan
    4. 2.      Pemberdayaan Pekerja Perempuan
      1. Membentuk direktorat dan biro perempuan di seluruh perangkat organisasi.
      2. Mendorong pekerja perempuan untuk aktif dalam berorganisasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
      3. Mensosialisasikan dan mengkampanyekan permasalahan Gender dan isu-isu permasalahan pekerja perempuan.
      4. 3.      Konsolidasi & Revitalisasi Organisasi
        1. Mengorganisir pekerja yang belum terorganisir dengan target jumlah  anggota 250.000 orang dan 500 unit kerja sampai  tahun 2011
        2. Menguatkan dan mengoptimalkan fungsi sekretaris jenderal, SPA dan audit sebagai prinsip dan tata kelola keuangan dan kinerja organisasi yang transparan dan bertanggungjawab
        3. 4.      Ekonomi dan Kesejahteraan
          1. Mempromosikan terwujudnya undang-undang pengupahan sebagai acuan sistim pengupahan layak nasional dan sistim upah sektoral
          2. Memperjuangkan terlaksananya jaring pengaman sosial melalui sistim Jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan pemeliharaan kesehatan
          3. Mendorong tumbuhnya koperasi pekerja disetiap perusahaan
          4. Membentuk Induk Koperasi Buruh Metal  Indonesia (INKOPBUMI) dan membuat kode etik usaha
          5. 5.      Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
            1. Mensosialisasi  undang-undang dan peraturan K3
            2. Menyelenggarakan Lokakarya dan pelatihan K3 sesuai prioritas
            3. Melakukan monitoring  dan pembentukan tim pelaksanaan K3  di tempat kerja
            4. 6.      Konsolidasi Keuangan
              1. Mendorong disiplin anggota dalam membayar iuran sebesar 1% dari upah
              2. Konsisten melaksanakan keputusan Kongres II tentang mekanisme pembayaran iuran anggota
              3. Menyusun program anggaran penerimaan dan pengeluaran organisasi serta profesionalisme administrasi
              4. Menyusun dan menyiapkan data keuangan untuk auditor sebagai laporan dan mengoptimalkan fungsi bendahara
              5. Membuat PO tentang keuangan Organisasi dan laporan tahunan keuangan organisasi
              6. 7.      Pengembangan Kemampuan Informasi  & Komunikasi
                1. Mempromosikan seluruh perangkat organisasi memiliki perangkat keras dan perangkat lunak penunjang  komunikasi
                2. Menerbitkan brosur, buletin serta mendokumentasi kegiatan organisasi
                3. Aktif membangun komunikasi dengan perangkat organisasi perburuhan lainnya di tingkat Nasional dan International

 

  1. 8.      Pendidikan, Pelatihan dan Kaderisasi
    1. Menyusun pedoman kurikulum dan silabus pendidikan
    2. Mencetak juru didik yang standar
    3. Melaksanakan pelatihan-pelatihan kaderisasi, peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengorganisasian.
    4. Aktif dan bekerjasama dalam pelaksanaan aktifitas pendidikan dengan organisasi – organisasi perburuhan International, antara lain IMF, ACILS, FNV, SASK, IF Metal dan FES
    5. Menyusun PO tentang pelaksanaan pendidikan dan buku panduan pendidikan
    6. Membangun pola dan sistem kaderisasi
    7. 9.      Membangun Solidaritas Pekerja
      1. Berperan aktif menjadi dan sebagai anggota International Metalworkers’ Federation (IMF)
      2. Aktif dalam politik perburuhan dengan membuat kode etik berpolitik bagi organisasi

 

B.   Lima Pilar Pendukung FSPMI

  1. 1.       Garda Metal

Alat perjuangan organisasi untuk melakukan penggalangan massa dan aksi-aksi demonstrasi dalam memperjuangkan isu buruh, isu kebangsaan dan isu solidaritas Internasional.

  1. 2.       Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FSPMI

Alat perjuangan organisasi yang resmi tercatat di notaris dan Pengadilan Negeri Jakarta , berfungsi untuk melaku-kan pembelaan dan advokasi terhadap anggota FSPMI (atau buruh lainnya) dalam menyelesaikan kasus perse-lisihan perburuhan, kasus perdata maupun kasus pidana.

LBH FSPMI terdiri dari 1 LBH tingkat pusat dan 9 LBH tingkat propinsi dengan jumlah pembela/pengacara lebih dari 70 orang yang berlatar belakang pendidikan S1 dan S2.  Beberapa diantaranya sudah memiliki izin beracara dan sertifikat advokat.

  1. 3.       Koran Perdjoeangan diterbitkan oleh FSPMI

Sebagai media perjuangan organisasi dan alat propaganda isu-isu perburuhan secara  nasional, karena selama ini tidak ada satupun surat kabar Nasional yang secara khusus memberitakan isu-isu perburuhan. Maka Koran Perdjoeangan  yang hadir secara nasional dengan tiras lebih dari 7500 eksplempar bertujuan menjawab persoalan ini (Buruh dan masyarakat umum dapat berlangganan).

  1. 4.       Induk Koperasi Buruh Metal Indonesia-INKOPBUMI

Alat perjuangan organisasi dalam upaya meningkatkan, mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada pada anggota FSPMI (buruh Indonesia) serta bertujuan meningkatkan ekonomi organisasi

  1. 5.       Pusat Pendidikan Buruh (Training Centre) milik FSPMI

Alat perjuangan organisasi dalam rangka mencetak kader yang berkesinambungan, keilmuan, loyalitas dan militan dalam memperjuangkan kepentingan anggota dan Bangsa Indonesia.

C. Alat Propaganda FSPMI

Terdiri dari Website FSPMI, e-mail, mailing list untuk  umum, leaflet FSPMI, Buku Saku Konstitusi, Program Kerja-PO FSPMI dan Koran Perdjoeangan yang diterbitkan oleh FSPMI secara nasional satu bulan sekali.

D. Isu Utama FSPMI

Dalam perjuangan gerakan buruh maka FSPMI memperjuangkan isu utama yaitu upah layak, penolakan outsourcing, penggunaan PKWT sesuai Undang-Undang dan ada perlindungan yang jelas, menguatkan fungsi pengawasan., jaminan sosial (social security), penguatan, pemberlakukan   hak-hak   dasar  buruh  ( jam kerja, lembur , cuti, bonus, pesangon) melalui PKB yang berpihak pada buruh  dan perlindungan bila terjadi PHK.

Sejarah FSPMI

Sejarah FSPMI
FSPMI yang merupakan  singkatan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia adalah Organisasi Serikat pekerja / buruh yang saat ini paling militan, konsisten & amanah dalam memperjuangkan kesejahteraan Buruh / Pekerja.
Terdiri dari beberapa SPA (serikat pekerja anggota).
1. Serikat Pekerja Logam,  ( SP- Logam / SPL )
– Main produksi besi/baja
Ketua Umum Serikat Pekerja Logam : Bpk. H. yadun M
Sekretaris Umum : Bpk. Sabilar Rosyad
2. Serikat Pekerja Elektronik Elektrik ( SP EE )
– Main Product : Komponen eletronik
Ketua Umum Serikat Pekerja / SP EE : Bpk. Suhadmadi. SH ex.PT. Pedida
Sekretaris Umum :  Bpk. Yudi Winarno
3. Serikat Pekerja Automotif Mesin & Kompenen. ( SP AMK )
Ketua Umum Serikat Pekerja  SP AMK : Bpk. Rustan. ( PT. HPPM )
Sekretaris Umum :  Bpk. Muhidin  ( Puk. Mushasi)
4. Serikat Pekerja Pelabuhan Jasa Maritim  ( SP PJM  )
 Ketua Umum Serikat Pekerja PJM :  Bpk. Makmur K
Sekretaris Umum : Bpk. Muhclis  ( PUK Suzuki).
5. Serikat Pekerja Aneka Industri ( SP AI )
 Ketua Umum Serikat Pekerja Aneka Industri ( SP- AI ) : Bpk. Obon Tabroni
Sekretaris Umum :  Bpk. jamaludin