3 Aksi Buruh Paling Heroik Dalam Bulan November 2018

Jakarta, FSPMI – Tiga aksi buruh di tiga provinsi ini terbilang yang paling heroik. Meskipun terjadi di tiga provinsi terpisah, tetapi aksi dilakukan dalam waktu dan tujuan yang sama. Sama-sama dilakukan pada hari Senin (19/11/2018) dan bertujuan untuk memperjuangkan upah layak.

Adapun standart upah layak bagi mereka adalah kenaikan upah minimum yang didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dimana dalam KHL ada beberapa komponen kebutuhan. Terdiri dari makanan; pakaian; perumahan termasuk di dalamnya listrik, air, dan gas; transportasi; pendidikan; dan sebagainya.

Dengan demikian, ketika kaum buruh berbicara upah layak, sejatinya mereka tidak saja berbicara tentang seberapa besar nominal yang akan dibawa pulang. Pada saat yang bersamaan, mereka juga sedang berbicara tentang terpenuhinya kebutuhan sebagaimana tersebut di atas.

Tiga provinsi dengan aksi buruh paling heroik yang terjadi dalam pekan ini terjadi di Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat.

Jawa Tengah

Aliansi Gerakan Buruh Berjuang Jateng (Gerbang Jateng)

Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Berjuang Jateng (Gerbang Jateng) melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade empat titik akses menuju Kota Semarang. Keempat titik akses menuju Kota Semarang yang sempat lumpuh yakni jalur Pantura (Jl.Raya Semarang-Kendal), jalur Pantura Demak, Exit Tol Banyumanik, dan Exit Tol Gayamsari.

Blokade dilakukan ribuan buruh dari berbagai serikat yang berasal dari berbagai kota, seperti Semarang, Jepara, Grobogan, Demak, Kendal, Ungaran, Solo Raya, Magelang, dan lain sebagainya.

Aksi ini disebut-sebut sebagai aksi terbesar buruh Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan hampir 20 ribu buruh serentak turun ke jalan.

Tuntutan dalam aksi ini adalah, setarakan upah buruh Jawa Tengah dengan Provinsi lainnya, tolak PP No.78 Tahun 2015 tentang Pengupahan sebagai dasar untuk penetapan UMK 2019, tetapkan UMK 2019 Jawa Tengah berdasarkan KHL, tetapkan formulasi UMSK dan struktur skala upah.

Banten

Beberapa media menyebut, aksi buruh Banten ini diikuti kurang lebih 30.000 orang buruh. Adapun Tim Gabungan Pengamanan Demo Buruh yang diturunkan berjumlah 1.200 personel.

Aparat berhasil menyekat dan mengalihkan demo buruh ke sejumlah lokasi, terutama mengalihkan dari lokasi di depan Rumah Dinas Gubernur Banten.

Kapolres Serang Kota mengatakan, pihaknya menghimbau kepada buruh untuk memindahkan lokasi demo ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang. Namun sebagian buruh tidak mau pemindahan lokasi tersebut dan akhirnya tertahan di daerah Parung, Kota Serang.

Penyekatan massa buruh di Jl Serang-Jakarta agar buruh tidak melakukan aksi di rumah dinas Gubernur. Karena rumah dinas ada di jalan protokol dan di tengah kota. Jika masuk kota, dikhawatirkan akan melumpuhkan kota.

Akibatnya, jalur arteri Serang-Jakarta lumpuh akibat massa buruh yang akan melakukan aksi ke rumah dinas Gubernur Banten. Buruh bertahan di tengah jalan dan mengakibatkan kemacetan sampai 1 kilometer ke arah perempatan Ciruas.

Aksi Buruh di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)

Buruh bertahan di kawasan lampu merah Parung. Ini adalah jalur arteri dari Kota Serang menuju Tangerang sampai Jakarta. Akibatnya, kendaraan roda dua yang akan ke sana dialihkan melalui Jalan Tol Serang Timur. Sampai pukul 18.00 WIB, massa buruh dari berbagai aliansi ini belum membubarkan diri.

Sejak pukul 08.00 WIB telah mengalir dari berbagai daerah seperti Tangerang Raya, Cilegon dan Kabupaten Serang. Dari arah Cilegon, para buruh tertahan di daerah Kepandean, kemudian bergabung di daerah Parung. Buruh dari daerah Serang dan Tangerang Raya juga berhenti di daerah Parung dan menolak untuk dialihkan ke KP3B.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Banten Bersatu melakukan Aksi Menuntut Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Banten Tahun 2019 sebesar 9,17% berdasarkan Hasil survey dan Inflasi juga Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten.

Jawa Barat

Aksi yang sama juga dilakukan buruh di di Jawa Barat. Mereka mendatangi Gerung Sate dengan membawa 5 tuntutan, yakni: (1) Penetapan UMK 2019 berdasarkan UU 13/2003 pasal 88 ayat (4), dan kenaikan UMK 2019 sebesar 20% dari UMK 2018; (2) Tolak segala bentuk upah yang nilainya dibawah UMK 2019; (3) Cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan; (4) Gubernur membuat surat pencabutan secara resmi tentang PERGUB No. 54 tahun 2018; dan (5) Gubernur membuat surat edaran kepada Bupati/Walikota se-Jawa Barat, untuk memfasilitasi perundingan UMSK tahun 2019.

Di Jawa Barat, buruh ditemui Gubernur Ridwan Kamil. Beberapa capaian yang mereka dapatkan dalam aksi ini adalah, secara resmi akan dikeluarkan surat pencabutan Pergub No 54 Tahun 2018 yang akan disampaikan kepada Bupati se-Jawa Barat.

Selain itu, juga dilakukan penundaan untuk menetapkan UMK 2019 diseluruh wilayah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan merekomendasikan kepada Kepala Daerah se-Jawa Barat untuk segera memfasilitasi perundingan UMSK 2019.

Apabila ada daerah yang merekomendasikan upah padat karya, buruh juga mewanti-wanti agar Gubernur Jawa barat menolak.

 

Kado Untuk Iqbal (1)

431239_3119729526546_193226425_nOleh: Obon Tabroni *)

Hingga hari ini, saya tidak pernah bisa melupakan masa-masa itu. Satu masa, ketika saya mulai berinteraksi dengan Said Iqbal. Sosok bersahaja yang kini menjadi Presiden FSPMI dan kemudian menjelma sebagai tokoh buruh berkelas dunia. Penghargaan De Febe Elizabeth Velasquez Trade Union Award yang baru saja diterimanya, adalah bukti nyata bahwa ia telah menorehkan karya nyata sebagai pembebas buruh yang tertindas.

Saat itu awal tahun 90-an, ketika kawan-kawan PT. Kotobuki Elektronics Indonesia (sekarang PT. PHCI) melakukan aksinya yang pertama. Dan dalam aksi yang pertama itulah, awal saya melihat kepemimpinan Iqbal.

Aksi memang tidak berlanjut. Tetapi interaksi saya dengan Iqbal terus terajut. Apalagi setelah Iqbal dan Vony akan di PHK.

Ketika itu, jumlah pekerja di PT. Kotobuki Elektronics Indonesia kurang lebih sebanyak 700 orang. Iqbal menjadi leader di Final Departemen. Sementara saya adalah maintenance di Painting & Molding. Komitment Iqbal terhadap kesejahteraan kaum buruh sudah terlihat sejak dulu. Nyatanya, meski sudah menjadi leader, Iqbal berani berdiri di garis terdepan memimpin aksi.

Saya mulai aktif dalam serikat.

Tanggung jawab saya yang pertama adalah membantu pengurus di bidang pendidikan sebagai biro. Kondisinya belum  seperti yang kita lihat sekarang. Jangankan sekretariat. Lemari arsip pun belum kami miliki. Meskipun begitu, tidak sedikitpun mengurangi semangat kami untuk melakukan kerja-kerja organisasi.

Kami sudah terbiasa melakukan meeting di sela-sela tumpukan kardus spare part Matrial Departement. Itu pun kami lakukan pada saat istirahat sore atau sepulang kerja. Perusahaan belum mengijinkan kami menggunakan jam kerja untuk menjalankan aktifitas serikat pekerja.

Konsep PKB yang pertama, juga kami rumuskan dari balik tumpukan kardus di sela jam istirahat. Lama kami menjalani masa-masa sulit itu. Tetapi tanpa saya sadari, justru kesulitan-kesulitan itulah yang membuat kami semakin kuat dalam melangkah. Tidak membuat kami menjadi cengeng dan mudah menyerah  ketika menghadapi masalah.

471002_491312814221449_1577616051_oHingga satu ketika, perusahaan memberikan kami sekretariat. Jangan kira itu ruangan mewah yang dilengkapi alat pendingin. Apa yang kami sebut sebagai sekretariat itu, tidak lain adalah bekas bedeng project yang sudah ditinggalkan. Di tempat yang baru ini,  kami bukan hanya meeting tentang serikat pekerja. Kami juga berdiskusi agar perusahaan tetap eksis, produktifitas tinggi, karyawan yang tidak disiplin dan absensi tinggi kami ingatkan, program perusahaan yang bertujuan meningkatkan produktifitas kami dukung, kami selalu diingatkan jika perusahaan adalah ladang kami yang harus kami jaga. Tentu saja, kami pun sering mengingatkan perusahaan kalau mereka keluar dari aturan dan kebiasaan

Waktu berjalan.

Pasca MUSNIK, posisi saya bukan lagi sebagai biro, tetapi menjadi pengurus . Tanggung jawab pun bertambah. Tanggung jawab pertama saya di pengurus adalah sebagai Team Perundingan Kalender Kerja. Kemudian berlanjut untuk perundingan bonus, kenaikan upah dan Asuransi Kesehatan.

Oh, ya. Kali ini saya akan menceritakan sesuatu yang paling saya ingat ketika pertamakali harus mengabil keputusan tentang bonus. Sehari sebelumnya, team sudah menyepakati beberapa hal terkait konsep, strategi dan personal yang akan ikut dalam perundingan. Jadwal perundingan pun sudah disepakati dengan pihak perusahaan. Sehabis istirahat sore, jam 16:00 WIB.

Dari jam 13:00 kami sudah siap.

Akan tetapi, hingga jam 14.00 Iqbal belum datang.

Akhirnya dengan menggunakan pager (saat itu belum ada HP) kami mengontak Iqbal. Lega. Saat mendapat jawaban jika Iqbal sedang  OTW.

Jam 15:30. Belum datang!

Jam 16:00. Ini waktu yang telah disepakati, bahwa perundingan akan segera dimulai. Tetapi Iqbal belum datang juga.

Saat itulah kami sangat gelisah. Panik. Tanpa kehadiran Iqbal, kami tidak cukup memiliki kepercayaan diri untuk berargumentasi dengan pihak perusahaan. Apalagi perundingan kali ini akan mengambil keputusan penting untuk 7000-an anggota kami.

Jam 16:30, terdengar panggilan di  speaker dari personalia. Bahwa kami semua di tunggu di Meeting Room.

Saya mengupat. Hati berdebar tak karuan. Panas dingin. Tapi okelah, show must go on.

Siapa sangka, itu menjadi pengalaman pertama berunding dengan Presdir. Memutuskan sesuatu yang berat tanpa Iqbal, yang sebelumnya memang sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti ini. Meski suasana perundingan sempat memanas, akhirnya kami bisa menyelesaikan itu dengan baik.

374217_2167804803155_1431565387_n

Wajah tanpa dosa itu. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya. Betapa tidak, Iqbal hanya tertawa ketika bertemu kami, selepas perundingan yang menegangkan itu terjadi.

Namun dari situ, saya mendapatkan pelajaran yang berharga. Akhirnya saya memahami, terkadang untuk mengkader seseorang, harus terlebih dahulu dijerumuskan.

Setelah itu kami mulai berani berjalan sendiri. Meskipun tanpa Iqbal. Saya pikir, itulah sebabnya mengapa kita berorganisasi. Kita harus mulai terbiasa untuk tidak hanya bergantung pada seseorang. Siapa pun boleh keluar-masuk organisasi ini, tetapi cita-cita perjuangan harus tetap dilanjutkan.

Banyak keputusan strategis yang kami buat setalah itu. Termasuk Asuransi Kesehatan. Berbekal pengalaman kelahiran anak pertama saya yang bermasalah di Rumah Sakit, saya bertekad cukup saya yang mengalami. Kami berjuang. Hingga akhirnya, pada tahun 1997 di tempat kami bekerja, wanita punya hak menanggung suami dan anak. Meskipun suami masih bekerja. Semua biaya ditanggung. Tanpa limit.

 

Bersambung…

*) Tulisan ini diedit kembali oleh Kahar S. Cahyono, tanpa merubah substansi/isi

FSPMI Launching Caleg Buruh

Meskipun ditolak oleh sebagian besar elemen masyarakat, akhirnya sidang paripurna DPR RI mengesahkan UU ORMAS. Pengesahan Undang-undang ini tidak berselang lama dengan kenaikan harga BBM, yang juga ditolak oleh rakyat. Dengan dua peristiwa besar yang saling berdekatan ini – pengesahan UU ORMAS dan kenaikan harga BBM – pemerintah seolah-olah sedang mempertontonkan kekuasaannya. Sebagai penguasa, apapun bisa ia lakukan

Hal sebaliknya terjadi pada UU BPJS. Meskipun dalam Undang-undang ini mengamanatkan per 1 Januari 2014 seluruh rakyat Indonesia mendapatkan Jaminan Kesehatan, namun pemerintah mewacanakan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2019. Meskipun rakyat mendesak agar pemerintah segera menjalankan Undang-undang ini, namun seolah mereka tak peduli. Mereka tak merasa risih sedikitpun, meskipun hal itu nyata-nyata melanggar konstitusi.

Satu hal yang sering kali luput dari perhatian kita adalah, baik UU ORMAS, UU BPJS, termasuk kenaikan harga BBM, semua itu adalah produk politik. Suka atau tidak suka, ketika keputusan politik sudah dibuat, maka rakyatlah yang akan merasakan dampaknya.

Lalu kita mendengar beberapa orang diantara kita dengan sinis memberikan pernyataan, bahwa politik itu kotor.  Politisi itu tak lebih dari kumpulan “bandit”. Mereka hanya mengatasnamakan rakyat hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Saking sibuknya menunjuk pihak lain,  mereka lupa memberikan solusi. Barangkali benar, di tangan “para bandit” politik itu kotor. Tetapi bukankah hal itu juga berlaku sebaliknya: Di tangan pejuang, politik itu memberikan harapan?

Nah, dalam konteks itu, menyadari bahwa perjuangan kaum buruh erat kaitannya dengan kebijakan politik, FSPMI memutuskan untuk memberikan dukungan kepada kader-kader terbaik organisasi untuk maju dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 2014 nanti.

Dukungan ini tidak berarti menjadikan FSPMI menjadi underbow partai politik. Sama sekali, tidak. Partai hanyalah media, agar kader-kader FSPMI bisa berada di atas panggung pemilihan umum. Pun kader FSPMI tidak maju hanya melalui satu partai. Kader-kader FSPMI menjadi caleg melalui PDI Perjuangan, PAN, PKS, dan beberapa partai lain. Kita tidak mempermasalahkan hal itu, karena memang FSPMI tidak memposisikan diri sebagai kepanjangan tangan partai politik tertentu. Buruh pilih buruh: apapun partainya, buruh pilihannya.

Sumber Foto: Fb Surya Tjandra

Sumber Foto: Fb Surya Tjandra

Untuk mengenalkan kader-kader FSPMI yang akan maju dalam pemilihan umum legislatif 2014, tanggal 1 Juli 2013 yang lalu diselenggarakan launching caleg buruh. Acara ini berlangsung di Puri Ardhya Garini, Jakarta Timur, dan diikuti lebih dari dua ribu peserta. Sehari sebelumnya, caleg buruh FSPMI juga diperkenalkan dalam Jambore Nasional I Garda Metal, di Bumi Perkemahan Cibubur.

Dalam acara launching tersebut, terdapat 32 (tiga puluh dua) nama caleg buruh yang direkomendasikan FSPMI. Mereka tersebar di 10 (sepuluh) wilayah. Masing-masing adalah Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cimahi, Jawa Timur, Kepri, Bintan, Karimun, dan Sumatera Utara.

Sengaja, acara launching caleg buruh ini diselenggarakan bertepatan dengan pemutaran perdana film Working Class Heroes di Indonesia. Seolah hendak menegaskan kepada para caleg buruh, bahwa mereka menjadi seperti yang sekarang karena dukungan kaum buruh. Jika kelak mereka terpilih sebagai anggota legislatif, pada hakekatnya hal itu hanya untuk melanjutkan perjuangan kaum buruh. “Jadilah pahlawan untuk kaum buruh,” begitu kira-kira pesan yang hendak kita sampaikan kepada mereka.

Kita membayangkan, pada satu saat nanti, ketika kaum buruh sedang melakukan aksi di jalan-jalan, di dalam Senayan ada wakil buruh yang berani berteriak lantang tentang apa yang menjadi aspirasi kaum pekerja. Di tangan para bandit, bisa jadi politik itu kotor. Tetapi di tangan para kader buruh, yang selama ini kesetiaannya kepada rakyat kecil sudah teruji, politik itu menjadi sesuatu yang menarik. Politik itu memberikan harapan: ia mempermudah bagi terciptanya jalan menuju kesejahteraan.

Siaran Pers 1 Juni 2013 : Pemanasan Mogok Nasional Jilid II Tolak Kenaikan Harga BBM

Siaran Pers Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI),
Aksi 1 Juni 2013
Seribu Buruh Pemanasan Mogok Nasional Jilid II
Tolak Kenaikan Harga BBM dan Outsourcing BUMN

Aksi Buruh BUMNSeribu massa buruh dari KSPI dan FSPMI yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melakukan aksi di dua lokasi yaitu; Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM Sabtu pagi (1/6) mulai jam 10.00 . Aksi akan di mulai di Kementrian ESDM untuk menolak kenaikan harga BBM, kemudian dilanjutkan ke Kementrian BUMN menuntut pengangkatan pekerja tetap bagi Pekerja outsourcing PT PLN, PT Telkom ,PT Indofarma,PT Pos ,PT Garuda Indonesia dan beberapa BUMN lainnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga presiden FSPMI Said Iqbal mengungkapkan, aksi 1 Juni ini merupakan aksi pemanasan MPBI menyikapi rencana kenaikan BBM di bulan Juni dan maraknya outsourcing di BUMN. Dia menegaskan, kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah pada bulan Juni ini hanya akan menurunkan daya beli masyarakat dan pekerja, kenaikan biaya transportasi, dan sewa perumahan.

Dia menerangkan, setiap kenaikan harga BBM Rp.500-1000 per liter, pertama akan menaikan ongkos transportasi Rp.30 ribu perbulan. Kedua, buruh akan membeli makanan dengan harga yang lebih mahal begitupun dengan harga sembako dan komoditi lainnya, harga sewa perumahan juga akan ikut naik. Jadi, lanjut dia, dapat dipastikan imbas dari kenaikan BBM ini akan menurunkan daya beli masyarakat 30 persen dari kenaikan UMP sebesar Rp. 500-700 ribu. Dampak paling fatal akan terjadi inflasi yang tinggi dan akan menjadikan bertambahnya orang miskin.
Dia menilai, seharusnya kenaikan BBM tidak perlu terjadi sebab Indonesia masih mempunyai potensi pajak yang besar, yang dapat digunakan untuk anggaran subsidi BBM. Menurutnya, sikap pemerintah yang bersikeras menaikan harga BBM justru menunjukan kegagalan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

Aksi seribu massa yang hari ini datang ke Kementerian BUMN ini juga menuntut agar outsourcing, PT PLN, PT Telkom, dan BUMN lainnya diangkat menjadi pekerja tetap. Perjuangan mereka sebelumnya dimulai dari kantor pusat PLN dan Telkom, audiensi dengan komisi IX DPR-RI, kantor Kementerian BUMN, sampai upaya bertemu Menteri BUMN. Namun, belum juga ada kepastian status sebagai pekerja tetap. Seharusnya BUMN memberikan contoh yang baik bagi perusahaan-perusahaan lain agar tidak melaksanakan sistem kerja outsourcing. Menurutnya, peraturan outsourcing di beberapa BUMN tersebut sangat jelas melanggar UU no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, dan Permenakertrans no 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pekerjaan.

Dia menerangkan, salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan BUMN adalah ,dengan memperkerjakan pekerja dengan status outsourcing lebih dari 5 tahun. Sementara berdasarkan kedua peraturan tersebut seharusnya mereka semua sudah diangkat menjadi pekerja tetap. Para buruh menagih janji menteri BUMN yang akan merubah status mereka menjadi pekerja tetap.

Dia memastikan, bila tuntutan buruh dalam aksi 1 Juni ini tidak direspon oleh pemerintah, dan pemerintah tetap memaksakan menaikan harga BBM Juni nanti. Maka, para buruh akan mogok nasional jilid II yang melibatkan 10 juta buruh pada 16 Agustus 2013 mendatang saat Presiden SBY membacakan nota keuangannya di DPR RI

Contact Person :
Badan Pekerja Majelis Pekerja Buruh Indonesia( MPBI )
Muhamad Rusdi : 0816 1717 8821, Subiyanto 0852 1625 2467, Togar Marbun : 0813 1149 8737

Diskusi Reformasi, Syukuran Buruh, dan Penluncuran Buku

Presidium MPBI

Presidium MPBI

Dalam rangka ucapan Syukur atas Penghargaan “The Febe Elisabeth Velasquez Award” yg telah diberikan oleh FNV (serikat buruh Belanda) kepada Bung Said Iqbal, melalui organisasi FSPMI/KSPI yg dipimpinnya, bersama semua buruh, serikat buruh, dan organisasi sosial lainnya dalam memperjuangkan Hak Rakyat dan Hak Kaum Buruh melalui 3 Tuntutan utama yakni Jaminan Sosial, Upah Layak, dan Tenaga Kerja Alih Daya (Outsourcing) di Indonesia.

Juga sebagai upaya untuk mengingatkan & mendesak Pemerintah “Penuntasan Kasus Marsinah”, sekaligus Peluncuran Buku dengan Judul “Perkotaan, Masalah Sosial, dan Perburuhan di Jawa Masa Kolonial”. FSPMI bersama dengan TURC, Kontras, dan organisasi masy. Sipil lainnya hendak melaksanakan kegiatan Diskusi Reformasi, Syukuran Buruh, dan Penluncuran Buku yg akan dilaksanakan pada:
Hari dan Tanggal: Sabtu, 1 Juni’13
Waktu: 13.00 – 16.00 WIB
Tempat: Kantor Kontras, Jl. Borobudur, No.14, Menteng, Jakpus.

Turut Mengundang:
1. FSPMI
2. KSPI
3. MPBI
4. Kontras
5. Imparsial
6. YLBHI
7. LBH Jakarta
8. KAPAS
9. TURC

Akan hadir beberapa Tokoh Gerakan Masy. Sipil, antara lain:
1. Said Iqbal (FSPMI/KSPI/MPBI),
2. Presidium dan Badan Pekerja MPBI,
3. Haris Azhar (Kontras),
4. Wardah Hafidz (UPC),
5. Poengky Indrarti (Imparsial),
6. Al Araf (Imparsial),
7. Otto Nur Abdullah (Komnas HAM),
8. Jumisih (FBLP)
9. Surya Tjandra (TURC)
10. Danang Widoyoko (ICW)
11. Hendry Saragih (SPI)
12. JJ Rizal (Komunitas Bambu),
13. dll

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Rosalina Karamoy (087882826711) dan Sdri. Yovita (081908863128)

Demikian Undangan ini kami sampaikan, besar harapan kwn2 berkenan hadir.

foto: fb buruh bekasi