Dihari ketiga Aksi Unjuk Rasa, Buruh FSPMI Serang turut hadir dalam Aksi Nasional di Jakarta

 

Serang, FSPMI – Penolakan terhadap kenaikan upah 2022 yang ditetapkan Gubernur menggunakan PP36/2021 terus di suarakan dari berbagai daerah tak terkecuali buruh Serang Banten.

Setelah dua hari melakukan aksi unjuk rasa / Mogok Kerja Daerah, dan dihari ketiga ini sesuai instruksi aksi dari DPP FSPMI dengan nomor surat : 00391/Org/FSPMI/XII /2021, Aksi dipusatkan di Ibukota Jakarta.

Massa aksi dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Serang dan Cilegon berkumpul di titik kumpul yang ditentukan yaitu Patung Kuda, Jakarta (08/12).

Puluhan ribu buruh yang melakukan aksi unjuk rasa hari ini tak hanya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) saja tetapi dari Federasi lain yang tergabung dalam KSPI dan KSPSI juga turun memenuhi kawasan patung kuda jakarta.

Isbandi Anggono dalam briefing sebelum berangkat ke Jakarta mengatakan,

“Kawan-kawan, perjuangan kita belum berakhir, saya paham semua sudah lelah, tetapi perlawanan harus terus dilakukan dengan kesabaran dan membangun gerakan anggota yang lebih kuat lagi” pungkasnya

“Berapa pun jumlah massa nya, kita tetap berangkat untuk menunjukkan bahwa statement gubernur telah menyakiti hati buruh”. Lanjutnya

Berikut beberapa tuntutan yang disampaikan pada aksi kali ini :

1. Berlakukan putusan MK yang menyatakan Omnibus Law Cacat Prosedural (Formil)

2. Cabut SK UMP/UMK yang sudah dikeluarkan Gubernur menggunakan dasar pertimbangan PP36/2021 tentang Pengupahan

3. Naikkan UMK Tahun 2022 5% – 10%

Tepat pukul 12.00 Wib massa aksi dari daerah sudah tumpah ke jalanan dan berjalan menuju depan Gedung Mahkamah Konstitusi.

 

 

Penulis : (Mia/Ayu)

Photo : Wahyu

Jakarta, FSPMI — Puluhan ribu buruh dari Konsfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta pada hari ini, Rabu (8/12).

Kali ini PUK SPAI FSPMI PT. Pou Yuen Indonesia Kabupaten Cianjur mengirimkan anggotanya ke Jakarta untuk ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Tuntutan pertama, buruh meminta pemerintah dan DPR mencabut Undang –
undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Tuntutan berikutnya adalah mendesak Pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Keputusan Upah Minimum Kabupaten atau Kota Tahun 2022.

“Tentunya hari ini kita datang jauh –
jauh dari Cianjur ke Jakarta hanya untuk menuntut hak kita sebagai buruh, Kita meminta semua tuntutan buruh dipenuhi”, Tegas Doni Ismail salah satu Anggota Garda Metal Kabupaten Cianjur.
(Fauzi Septianto/Galih)