Meskipun saat ini saya terdaftar sebagai caleg DPRD Kota Batam dari Partai Hanura dengan Nomor urut 4 untuk Dapil Sei Beduk, Nongsa, Bulang dan Galang, bukan berarti kemudian hal ini meninggalkan jati diri saya sebagai seorang buruh. Saya menjadi seperti sekarang karena serikat buruh. Komitment saya terhadap kaum buruh menjadi harga mati. Pencalegan saya pun tidak lepas dari upaya untuk semakin meneguhkan komitment itu.

Dalam aksi menuntut UMK

Dalam aksi menuntut UMK

Apalagi hal ini sudah menjadi keputusan organisasi FSPMI. Sikap FSPMI sudah sangat jelas. Dari pabrik ke publik. Kami tidak hanya berjuang untuk isu-isu sektoral kaum pekerja. Tetapi kami juga berjuang untuk umat, karena sejatinya buruh pun bagian dari masyarakat. Jaminan kesehatan seluruh rakyat dan penolakan kenaikan harga BBM adalah salah satunya. Maksud saya adalah, ketika buruh menempatkan wakilnya di lembaga legislative maka dia tidak hanya berjuang untuk isu buruh.

Saya paham, saat ini kesulitan untuk mengorganisir kaum buruh ke dalam serikat pekerja adalah adanya ketakutan yang berlebihan akan kehilangan pekerjaan. Kebanyakan masih takut di PHK atau tidak diperpanjang kontrak kerjanya jika menjadi anggota serikat pekerja. Saya pikir, solusinya adalah harus sesering mungkin disosialisasikan kepada kaum buruh tentang arti penting serikat dalam upaya untuk melindungi dan memperjuangkan hak dan kepentingan kaum pekerja dan keluarganya.

Seorang buruh yang diPHK dan diputus kontrak kerjanya (apalagi jika kontraknya bertentangan dengan undang-undang) akan mendapatkan pembelaan yang maksimal hanya ketika kita berserikat. Tanpa serikat yang kuat, bahkan hampir mustahil upah akan meningkat pesat. Jaminan kesehatan seluruh rakyat dan jaminan pensiun untuk pekerja formal sepertinya juga tidak pernah akan kita dapat.

Jangan remehkan serikat pekerja.

Saya memiliki cerita tersendiri sehubungan dengan hal ini.

Juni 2009, saya mengadvokasi seorang Senior Supervisor di tempat saya bekerja. Ketika itu perusahaan melakukan PHK terhadap dirinya. Saya kira ini menjadi pelajaran bagi kita semua, jangankan operator biasa, seorang Senior Supervisor yang konon dekat dengan management pun bisa mengalami nasib yang sama.

Serikat bergerak cepat dan segera melakukan pembelaan. Perselisihan ini berlanjut hingga ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), dan kami dimenangkan. Hingga akhirnya, di bulan April 2010 si Senior Supervisor tadi bisa bekerja kembali dengan mendapat upah selama proses.

Saya kira cerita tadi adalah pengalaman yang paling berkesan bagi saya, selama bergabung dengan serikat pekerja. Pengalaman ini mengajarkan kepada saya untuk sabar, tekun, teliti dalam mencermati setiap permasalahan yang terjadi dan selalu berkoordinasi dengan perangkat organisasi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Sekali lagi, jangan remehkan serikat pekerja. Siapapun Anda, satu ketika pasti akan membutuhkannya.

Saya juga masih mengingat dengan baik aksi di bulan November 2011 untuk kenaikan UMK 2012. Karena saat itulah, sebagai Pangkorda, menjadi moment pertama kali bagi saya memimpin aksi yang diikuti puluhan ribu orang dan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Aksi itu berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dimana pada hari pertama saya terkena tembakan petugas di bagian leher.

Kapok?

Sama sekali idak.

Saya bahkan menjadi semakin tersemangati dan percaya, bahwa perjuangan ini harus kita menangkan. Jika dulu saya agak grogi saat memimpin aksi, saat ini bahkan boleh dikata seperti menjadi menu sehari-hari. Setiap orang pasti memiliki pengalaman pertama. Ketika itu sudah terlewati, semua akan menjadi terbiasa.

Saya berharap perjuangan FSPMI akan lebih meluas lagi. Seperti saat ini, dari pabrik menuju publik. Bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk negeri yang kita cintai ini.

“Yakinkan agar kita tetap amanah dalam setiap perjuangan untuk kejayaan kaum pekerja dan rakyat Indonesia. Salam dari Batam, untuk buruh Indonesia.” (kascey)

 

Berita Terkait:

Suprapto: “Bekerja Adalah Kerhormatan, Jangan Mau Direndahkan.”

Suprapto: “Jangan Mau Remehkan Serikat Pekerja Sebab Kita Akan Membutuhkannya”

Suprapto: “Politik Itu Untuk Perubahan”


2 Comments

Suprapto: “Politik Untuk Perubahan” · August 2, 2013 at 2:29 pm

[…] Suprapto: “Jangan Mau Remehkan Serikat Pekerja Sebab Kita Akan Membutuhkannya” […]

Suprapto: “Bekerja Adalah Kehormatan, Jangan Mau Direndahkan” · August 2, 2013 at 2:30 pm

[…] Suprapto: “Jangan Mau Remehkan Serikat Pekerja Sebab Kita Akan Membutuhkannya” […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *