Bekasi, FSPMI – Hari ini Minggu (23/02/2020) para buruh terlihat bergerak membagi – bagikan Leaflet penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciker) yang sedang menjadi polemik di kalangan buruh dan masyarakat. 

Dimana dalam Omnibus Law, pemerintah berencana banyak merubah undang – undang yang berpotensi merugikan kaum buruh, seperti hilangnya pesangon, upah minimum akan hilang dan jaminan sosial bahkan terancam hilang.

Terkait hal itu, penolakan akhirnya bergelora di kalangan buruh. Mereka serentak membuat berbagai macam kampanye, dari mengadakan konsolidasi, bahkan salah satunya pembuatan leaflet yang berisi beberapa hal dalam Omnibus Law yang merugikan buruh.

Seperti di wilayah Cikarang Selatan, pembagian leaflet dikomandoi oleh Koordinator Area Garda Metal EJIP Agus Mustain. Para buruh tersebut beramai – ramai berjalan kaki mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya RUU Omnibus Law jika jadi diketok palu.

Di wilayah lain, seperti Tambun Selatan yang di komandoi Abdul Mutholib, juga serentak buruh – buruh kompak membagikan leaflet. 

Sosialisasikan Bahaya Omnibus Law Cipta Kerja, Buruh Bekasi Bagikan Leaflet ke Masyarakat

Penolakan Omnibus Law Ciker tersebut, banyak masyarakat yang akhirnya jadi paham akan hal tersebut, seperti salah satu bapak yang sedang makan bubur saat membaca isi leaflet, diapun banyak memberikan komentar.

“Wah ini mah bahaya kalo benar terjadi,” celoteh tukang bubur.

Sedang di tempat lain ibu – ibu senam juga spontan berucap, ” Nanti gaji suami saya berkurang dong,” keluhnya.

Sudah viral bahwa dengan adanya RUU Omnibus Law pemerintah mengaku bertujuan untuk menarik investasi.  Tapi disisi lain sebenarnya berisi keinginan pengusaha guna memuluskan hasratnya untuk mengeruk keuntungan sebesar – besarnya dengan mengurangi bahkan menghilangkan kesejahteraan buruh yang kini dilindungi dalam UU13/2003 atau UU Ketenagakerjaan.

Sebelum Omnibus Law dicabut atau tetap akan dipaksakan untuk di sahkan, para buruh berencana tetap akan mengadakan gerakan perlawanan terhadap RUU OMNIBUS LAW secara besar – besaran. ( Ocha )