Bekasi,FSPMI (02/05/2015)- Peringatan May Day di Gelora Bung Karno 1 Mei 2015 menyimpan duka mendalam untuk Buruh KSPI, khususnya Buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Sebastian Manuputty buruh PT Tirta Alam Segar, Pengurus PUK SPAI FSPMIPT Tirta Alam Segar yang sangat komitmen membela anggotanya dan sedang memperjuangkan K3 di perusahaannya dikarenakan kawannya banyak menjadi korban kecelakaan kerja,memutuskan untuk menjadi martir gerakan buruh KSPI dalam memperjuangkan Jaminan Sosial & K3 dengan cara melompat dengan api menyala di tubuhnya hingga akhirnya meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk membuka mata hati pemerintah tentang absennya pemerintah dalam melindungi rakyatnya.

Susana Duka Mengiring Prosesi PemakamanSebastian ( foto : Slamet Fitriono)

Susana Duka Mengiring Prosesi PemakamanSebastian ( foto : Slamet Fitriono)

Dalam status terarkhir dijejaring sosialnya Sebastian Manuputi menulis ” semampuku Kan berbuat apapun agar anda,kita dan mereka bisa terbuka, matanya telinganya dan hatinya untuk KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA ” Ternyata statu ini adalah juga sebagai ucapan perpisahan dari Sahabat Sebastian Manuputty.

Gegap gempita may day menjadi saksi akhir hidupnya. Selama ini, Sebastian dikenal sangat vokal membela kawan kawannya di perusahaan yang sangat sering terjadi kecelakaan kerja akibat tidak berjalannya sistem K3 , bahkan korban telah melaporkan masalah tersebut kepada dinas tenaga kerja, meski tidak ada respon. Hingga akhirnya dia memutuskan menjadi martir perjuangan.

Selamat Jalan Kawan…Dan martir tak akan membuat perjuangan berakhir. Ia akan menjadi energi baru. Engkau martir dan penyulut semangat perjuangan kami , tak akan kami sia siakan pengorbanan kamu.

#praysebastian

Categories: Siaran Pers