Aktivitas industri di kawasan Industri Ngoro, Kabupaten Mojokerto, saat ini terancam lumpuh, sepanjang Selasa (29/10/2013) hari ini.

Ini menyusul ribuan buruh dari Ngoro Industrial Park (NIP) Mojokerto, sedang melakukan aksi mogok kerja serentak di wilayah ini.Para buruh mendesak kenaikan UMK dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 3,4 juta.
Kenaikan upah minimum kabupaten (UMR) Mojokerto ini harus mulai diberlakukan pada tahun 2014 mendatang. Saat ini, massa buruh terus berkonsentrasi di Ngoro Industri sebelum bergeral mengglar aksi ke kantor Pemkab Mojokerto.
“Kami sejak tadi pagi siap beraksi demi nasib dan kesejahteraan kami,” kata Koordinator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Eka Hernawati.
Berbagai solidaritas dan federasi buruh seluruh Mojokerto siap menggeruduk kantor Pemkab.
Dengan mengusung poster tuntutan, mereka satu suara menuntut kenaikan upah sebesar 50 persen.
Eka menuturkan bahwa sudah saatnya buruh disejahterakan dengan cara menaikkan upah yang layak di Kabupaten Mojokerto.
Kabupaten Mojokerto saat ini masuk ring I seperti halnya Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan. Di Mojokerto, UMK saat ini Rp 1,7 juta.
Buruh saat ini terus akan memperjuangkan tuntutan kenaikan UMK menjadi Rp 3,4 juta.
Pantauan SURYA Online (Tribunnews.com Network) saat ini, ratusan petugas polisi sedang bersiaga di kantor Pemkab. Sementara massa buruh saat ini sedang menuju kantor Pemkab dari Ngoro.
http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/29/mogok-ribuan-buruh-mojokerto-lumpuhkan-industri-ngoro