Bekasi, KPonline – Ribuan buruh melakukan aksi unjuk rasa dengan berkonvoi di berbagai kawasan industri di Bekasi, bahkan serentak di Indonesia, Kamis (25/11/2021). Hal ini dipicu oleh kurang tanggapnya pemerintah dalam merespon permintaan buruh terkait kenaikan upah 2022.

Di kabupaten Bekasi misalnya, perundingan dewan pengupahan tidak menemukan kata sepakat hingga terkesan Plt. Bupati Bekasi Ahmad Marjuki tak punya keberanian ambil diskresi atas kejadian ini.

Salah satu pimpinan perusahaan di kabupaten Bekasi yang enggan disebut namanya pun angkat bicara terkait hal ini.

“Sebenarnya pengusaha mampu memberikan kenaikan upah tahun 2022, bohong kalau tidak mampu, walau kenaikan tidak sebesar 10% tapi bukan 1,09% juga kali,” selorohnya.

Lebih lanjut kepada media perdjoeangan, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi harusnya peka terhadap kondisi ini, karena ujung-ujungnya upah naik juga dan justru merugikan pengusaha.

Massa aksi tetap bertahan hingga ada keputusan dari dewan pengupahan dan rekomendasi bupati Kabupaten Bekasi tentang upah 2022. Hingga siang massa masih berkonvoi membentuk kelompok-kelompok kecil hingga besar.

Mereka tersebar di berbagai kawasan industri seperti MM2100, EJIP, Jababeka, Hyndai dan di luar kawasan. Rencananya mereka akan menuju kantor Pemda Bekasi untuk mendesak Bupati segera membuat surat rekomendasi UMK Bekasi tahun 2022. (Yanto)