Pegusaha Jepang PT. Yohzu Indonesia Tak Taat Aturan Hukum di Indonesia….!!

Layak untuk DIPIDANAKAN..!

10090_240036346121353_138784425_n
Buruh PT Yohzu Menuntut keadilan (foto : fb FSPMI)

Perusahaan PT.Yohzu Indonesia yang beralamat di Kawasan Jababeka Kab.Bekasi Jawa Barat, sejak 18 Maret 2013 telah melakukan pelanggaran aturan hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Peristiwa ini dimulai dari TIDAK DIJALANKANNYA isi Perjanjian Bersama yang telah disepakati bersama antara Pihak Pengusaha dengan Pihak Serikat Pekerja PUK SPAMK FSPMI PT.Yohzu Indonesia, padahal Perjanjian Bersama tersebut juga telah di catatkan pada Pengadilan Hubungan Industrial di Bandung.

Atas tindakan Pengusaha tersebut, para pekerja sudah berusaha merundingkan dengan pihak Pengusaha, dua kali perundingan tak menemukan titik temu, bahkan ajakan berunding ketiga dari Pekerja tak di gubris oleh Pengusaha PT.Yohzu. Atas kejadian ini Pihak serikat pekerja melakukan reaksi dengan tidak masuk kerja selama satu hari di tanggal 19 Maret 2013 sebagai wujud protes atas arogansi perusahaan tersebut.

Tanggal 20 Maret 2013, Serikat Pekerja kembali beritikat baik dengan mengirimkan surat permohonan untuk kembali bekerja di tanggal tersebut, namun rekan-rekan pekerja tak Diizinkan masuk ke area perusahaan sampai dengan sekarang. Atas kejadian ini yang sudah berbulan-bulan, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia melakukan Aksi Unjuk Rasa ke Perusahaan sejak tanggal 11 Juni 2013 dan rencananya akan berakhir sampai tanggal 15 Juni 2013 mendatang secara terus menerus sampai Tuntutan Pekerja agar Pengusaha menjalankan isi Perjanjian Bersama dan kembali mempekerjakan 101 pekerja yang tidak dipekerjakan.

Korlap Aksi Nasional Garda Metal FSPMI Nuh Fahrozy dan Sekjen Nasional Garda Metal FSPMI Isnaini Maszuki yang hari ini bertanggung jawab atas aksi ini menegaskan, Ribuan Pekerja yang hari ini Aksi di depan PT.Yohzu Indonesia akan terus bertambah, dan nanti ribuan pekerja di seluruh kawasan Kab/Kota Bekasi akan datang berduyun-duyun untuk memberikan dukungan solidaritas ke PT.Yohzu Indonesia. Kami akan duduki perusahaan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan jika tuntutan pekerja tak segera dipenuhi.

Sementara Wakil Pimpinan Cabang SPAMK FSPMI Kab/Kota Bekasi Khairul Bakri yang kebetulan juga ada di lokasi aksi hari ini menyampaikan dengan tegas, akan menginstruksikan seluruh anggota buruh di Kab/Kota Bekasi untuk geruduk perusahaan PT.Yohzu Indonesia agar mau penuhi tuntutan para pekerja. Sedangkan Pengurus Cabang SPAMK FSPMI Bekasi Bidang Advokasi Sunarto dan Rudolph fokus ke Pengadilan Hubungan Industrial Bandung untuk mengeksekusi isi Perjanjian Bersama yang ada.

LBH FSPMI Jabar Nyumarno saat di konfirmasi mengatakan, status pekerja demi hukum masih pekerja PT.Yohzu Indonesia, mangkir 1 hari yang dilakukan pekerja menurut aturan hukum belum bisa di PHK, kecuali mangkir 5 hari berturut-turut. Kemudian Pengusaha juga wajib menjalankan isi Perjanjian Bersama yang nyata-nyata tidak dijalankan penuh.

Bahkan, kami menemukan indikasi Tindakan Pidana yang dilakukan oleh Pengusaha Yohzu yaitu tidak dibayarkannya Upah Pekerja selama dua bulan berturut-turut dan dugaan PENGGELAPAN atas uang iuran JHT Jamsostek dari pekerja. Selain itu tindakan tidak mempekerjakan 101 pekerja (termasuk seluruh Pengurus Serikat Pekerja) juga tergolong tindakan penghalang-halangan kemerdekaan berserikat yang juga merupakan tindakan Pidana. Kami akan sesegera mungkin Pidanakan Pengusaha Jepang PT.Yohzu agar menimbulkan efek jera.

Bekasi, 12 Juni 2013
Hormat kami,

Nyumarno
LBH FSPMI JAWA BARAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *