Aksi Menolak WTO ( image : google)
Aksi Menolak WTO ( image : google)

LSM Indonesia for Global Justice (IGJ) menginginkan Pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jangan dijadikan sebagai ajang untuk sekadar mencari solusi yang memuaskan semua pihak terkait.

“Kami menyesalkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan win-win solution (memuaskan semua pihak),” kata Direktur Eksekutif IGJ Riza Damanik di Nusa Dua, Selasa.

Menurut Riza, pernyataan kepala negara tersebut berpotensi membuat petani dan nelayan Indonesia menjadi terancam kepada hal yang lebih besar.

Ia berpendapat, pihaknya sebenarnya masyarakat miskin Indonesia saat ini tidak membutuhkan “win-win solution” tetapi butuh untuk meraih kembali hak-hak yang seharusnya mereka terima.

“Kita mesti melindungi warga kita dari malnutrisi, kita mesti melindungi pekerjaan kita, melindungi warga kita dari kemiskinan,” ujarnya.

Riza menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Eropa dengan memberikan subsidi besar kepada pertanian mereka sendiri namun di saat yang bersamaan melarang pemberian subsidi kepada negara-negara berkembang bukanlah “win-win solution”.

Untuk itu, IGJ mendesak agar hak-hak masyarakat bawah termasuk petani dan nelayan dapat dipertimbangkan sepenuhnya dalam berbagai negosiasi terkait subsidi tersebut.

Sebagaimana diketahui, sejumlah LSM telah memobilisasi nelayan dan petani untuk menggelar unjuk rasa menolak WTO dan pertemuan kali ini dinilai sebagai kegagalan sistem multilateral dari organisasi itu.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan sistem perdagangan global harus memihak pada semua negara baik berkembang maupun maju karena pada hakikatnya perdagangan harus melibatkan semua pihak di posisi yang sama.

“Memberikan kesempatan pada negara miskin dalam perdagangan memberikan kesempatan mereka untuk berkembang. Kita harus meningkatkan kesempatan. Keberhasilan kita di Bali ini adalah bila dapat memberikan dorongan bagi ekspansi perdagangan global yang pada akhirnya membantu mengurangi kemiskinan,” kata Presiden saat membuka sidang WTO di Nusa Dua Bali, Selasa (3/12).

Presiden mengajak semua pihak yang ada untuk bersama-sama mewujudkan adanya keseimbangan dalam perdagangan sehingga semua pihak mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sama dari sistem perdagangan global yang disusun dan disepakati bersama.

http://www.antaranews.com/berita/407898/pemerintah-diminta-koreksi-total-instrumen-wto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *