Nike dan upah Murah (Foto: New York Times)

Nike dan upah Murah (Foto: New York Times)

Jersey Tim Nasional Inggris yang diproduksi oleh Nike dibanderol 90 poundsterling atau Rp1,69 juta (kurs Rp18.743 per pounds). Tapi, ada cerita pahit di balik produksi jersey ini.

Jersey yang dipersiapkan untuk perhelatan Piala Dunia tersebut diproduksi di Indonesia. Namun, ternyata bayaran untuk buruh yang mengerjakan baju yang mahal ini sangat-sangat murah. Demikian seperti dilansir Mirror, Senin (7/3/2014).

Buruh-buruh ini hanya dibayar 30 pence per jam. Di mana, 100 pence setara dengan 1 pounds. Artinya, buruh ini cuma dibayar Rp5.642 per jam. Artinya, jika buruh tersebut bekerja selama delapan jam sehari, dan masuk kerja selama lima hari dalam seminggu, mereka hanya mengantongi gaji sebesar Rp1,26 juta tiap bulan.

Hal ini pun menimbulkan kemarahan publik Inggris. Sebab, harga jersey yang juga menurut mereka sangat mahal ini ternyata menyimpan skandal di balik produksinya.

Ribuan pendukung tim The Three Lion ini akan mendukung Wayne Rooney dalam Piala Dunia di Brasil pada Juni mendatang. Tentu saja, mereka bakal mengenakan jersey tim kesayangannya.

Sayangnya, jersey yang dijual seharga 90 pounds ini dinilai tidak menghargai jerih payah pekerja yang membuatnya. Ada sekira 171.000 buruh Nike di Indonesia yang tersebar di 40 pabrik yang memproduksi jersey tersebut.

Padahal, salah satu perusahaan manufaktur asal Prancis, Ultra Petita, yang menjadi produsen jersey untuk Piala Dunia, mengaku hanya membutuhkan biaya 4 pounds untuk memproduksi satu jersey di Indonesia. Tapi jika dikerjakan di Eropa memang akan membiayai sebesar 17 pounds per jersey.

Lalu, ketika Rooney mengantongi 300.000 pounds per minggu dengan menendang bola, buruh Indonesia yang mengerjakan jersey dengan namanya cuma dibayar Rp5.642 per jam.

http://economy.okezone.com/read/2014/04/07/320/966537/nike-jual-jersey-mahal-dari-buruh-ri-yang-dibayar-murah

Categories: Headline

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *