Peta Sumatera Utara

Peta Sumatera Utara

Mendengar nama Sumatera Utara, ingatan kita akan tertuju pada Danau Toba.  Itu tidak sepenuhnya salah, karena memang, sudah sejak lama danau ini menjadi tujuan wisata. Tempat yang menarik dan eksotis. Apalagi danau ini disebut-sebut yang terbesar di Asia Tenggara. Belum lagi keberadaan pulau vulkanik (Pulau Samosir) di tengah-tengah danau, yang semakin membuat daya tarik tersendiri.

Dari Wikipedia kita bisa mengetahui, bahwa Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano  (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari  Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

* * *

Bersama Ketua Serikat Petani Indonesia. Saragih bersaudara, kami berdua sama-sama berasal dari Deli Serdang, Kec. Bangun Purba. Persatuan Buruh dan Petani adalah modal berharga untuk memperbaiki negeri ini.

Bersama Ketua Serikat Petani Indonesia. Saragih bersaudara, kami berdua sama-sama berasal dari Deli Serdang, Kec. Bangun Purba. Persatuan Buruh dan Petani adalah modal berharga untuk memperbaiki negeri ini.

Bukan hanya tentang keindahannya. Sumatera Utara juga kaya akan sumber daya alam berupa gas alam di daerah Tandan, Binjai dan minyak bumi di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat yang telah dieksplorasi sejak zaman Hindia Belanda.

Selain itu, di Kuala Tanjung, Kabupaten Asahan juga terdapat PT. Inalum yang bergerak di bidang penambangan bijih dan peleburan aluminium  yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.

Sungai-sungai yang berhulu di pegunungan sekitar Danau Toba juga merupakan sumber daya alam yang cukup berpotensi untuk dieksploitasi menjadi sumber daya pembangkit listrik tenaga air. PLTA Asahan yang merupakan PLTA terbesar di Sumatra juga terdapat di provinsi ini, tepatnya di Kabupaten Toba Samosir.

Di kawasan pegunungan juga terdapat banyak sekali titik-titik panas geotermal yang sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi panas maupun uap yang selanjutnya dapat ditransformasikan menjadi energi listrik.

Selain kaya akan energi, Sumatera Utara juga terkenal karena luasnya perkebunan yang ada di daerah ini. Hingga kini, perkebunan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara. BUMN Perkebunan yang arealnya terdapat di Sumatera Utara, antara lain PT. Perkebunan Nusantara II (PTPN II), PTPN III, dan PTPN IV.

Hasil perkebunan yang dihasilkan dari provinsi ini antara lain: karet, coklat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkeh, kelapa, kayu manis, dan tembakau. Perkebunan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Tapanuli Selatan.

* * *

Dari apa yang saya uraikan di atas, kita dapatkan menyimpulkan, betapa provinsi ini memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Tentu tidak berlebihan, jika kemudian kami berharap, kekayaan itu bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Termasuk didalamnya kaum pekerja yang ada di Sumatera Utara.

Oleh karena itu, kami terus bergerak untuk memastikan hak-hak buruh bisa kami dapatkan. Dan tentu saja, apa yang saya sebut sebagai ‘gerakan’ itu bukan hanya sebatas kata-kata, tetapi juga tindakan.

Kami meminta  UMK sebesar 50% (lima puluh persen). Hal ini sebagai dampak kenaikan harga BBM beberapa waktu yang lalu.

Bersama kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT. Samkarya. Kami melakukan  syukuran dan santunan anak yatim

Bersama kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT. Samkarya. Kami melakukan syukuran dan santunan anak yatim

Selain kenaikan upah, bersama-sama dengan kawan-kawan lain di tingkat daerah dan nasional, kami juga ikut mendesak agar BPJS Kesehatan bisa berjalan efektif per 1 Januari 2014 dan BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Juli 2015. Ini sangat mendesak dan penting untuk segera direalisasikan. Mengingat peserta Jamsostek di Sumatera Utara baru 26 persen atau 440 ribu pekerja dari total 1,68 juta pekerja di Sumatera Utara.

Saat ini, kami juga tengah melakukan antisipasi adanya PHK sepihak. Khususnya menjelang hari raya (lebaran) dan sebagai dampak kenaikan harga BBM.

Kami juga berjuang menolak kenaikan BBM

Kami juga berjuang menolak kenaikan BBM

Tentu saja, semua itu tidak akan mungkin bisa diwujudkan oleh FSPMI sendiri. Saya berharap, fragmentasi dalam gerakan serikat pekerja bisa disatukan. Sehingga gerakan ini akan semakin kuat, dan mampu beberikan perubahan yang nyata untuk kesejahteraan kaum pekerja.

Bukan hal yang mudah untuk mengorganisir pekerja di Sumatera Utara. Dengan jumlah penduduk 14 juta orang yang tersebar di 33 kab/kota, Sumatera Utara jelas merupakan salah satu provinsi yang terpadat penduduknya.

Terdapat 10.678 perusahaan yang bergerak di sektor industri, perkebunan, pengolahan, tambang , perhotelan, perniagaan, dsb, dengan total pekerja formal mencapai 1,68 juta. Dari jumlah itu, kurang lebih baru 20 persen yang menjadi anggota serikat pekerja. Jauh lebih banyak pekerja yang tidak menjadi anggota serikat. Persis, disinilah letak tantangan kami kedepan: Bagaimana memberikan kesadaran kepada mereka yang belum menjadi anggota serikat agar bersedia bersama-sama memperjuangkan perubahan.

Kami juga terkendala oleh jarak tempuh yang begitu jauh akibat luasnya wilayah Sumatera Utara. Saat ini, FSPMI Sumatera Utara memiliki 3-4 full timer, dengan  20 PUK yang tersebar di 3 kab/kota: Kota Medan, Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Itu belum  termasuk Task Force FSPMI di Siantar Simalungun .

Saya optimis, FSPMI Sumatera Utara akan terus berkembang. Hingga tahun depan, kami mentargetkan akan terbentuk 50 PUK FSPMI dengan 5000 orang anggota.

Jika ditanya, apa yang akan dilakukan FSPMI Sumatera Utara dalam waktu dekat ini? Sebagai Ketua DPW FSPMI Provinsi Sumatera Utara, saya bisa menjabarkan sebagai berikut:

Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan Latsar I Garda Metal Sumatera Utara yang akan diikuti setidak-tidaknya 200 orang anggota.  Selanjutnya, mengingat 65 persen jumlah anggota FSPMI Sumatera Utaran adalah perempuan, kami akan mengadakan pertemuan rutin Biro Perempuan. Saya berharap, pada saatnya nanti, buruh perempuan bisa tampil maju ke depan dalam kepemimpinan FSPMI Sumatera Utara.

Bersama kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT. Scofindo, seusai Musnik

Bersama kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT. Scofindo, seusai Musnik

Pendidikan Dasar bagi anggota, juga rutin kami adakan. Targetnya, hingga akhir tahun 2013 ini, akan lahir sekurang-kurangnya 100 orang kader FSPMI yang siap melakukan tugas-tugas pengorganisasian untuk membesarkan FSPMI dan kemuliaan kaum pekerja.

Kami juga sudah menyiapkan diskusi rutin mulai bulan Agustus nanti, dengan mengambil tema: FSPMI Go Politik. Targetnya, saya, Minggu Saragih, Caleg dari aktivis buruh  yang direkomendasi FSPMI bisa lolos menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara pileg 9 April 2014: bukan untuk saya, tetapi untuk mempermudah kerja-kerja organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan kaum buruh dan rakyat Sumatera Utara.

Di kesempatan yang berbeda, saya akan berbicara panjang terkait pencalegan saya. Untuk itu, ikuti terus kabar dari Sumatera Utara di website kebanggaan anggota FSPMI ini.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *