Setelah kemarin membahas perkembangan FSPMI di Sumatera Utara, sekarang mari kita bicara tentang keberhasilan FSPMI Sumatera Utara dalam melakukan pembelaan terhadap anggotanya.

Beberapa waktu lalu, hampir tidak ada seorang buruh yang memiliki status kerja outsourcing membayangkan satu saat nanti dirinya akan menjadi karyawan tetap. Sebaliknya, mereka selalu dihantui oleh mimpi seperti ini:  Kontraknya diputus ditengah jalan, tanpa mendapatkan konpensasi yang sepadan dengan pengabdian yang sudah mereka lakukan. Sudah begitu, mereka mendapatkan dirinya kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena usia yang sudah tidak lagi muda.

Di sela-sela diskusi dengan PUK FSPMI PT. Green Continental Furniture. Patumbak, Deeli Serdang. Kita berhasil memperjuangkan anggota FSPMI di perusahaan ini menjadi karyawan tetap.

Di sela-sela diskusi dengan PUK FSPMI PT. Green Continental Furniture. Patumbak, Deeli Serdang. Kita berhasil memperjuangkan anggota FSPMI di perusahaan ini menjadi karyawan tetap.

Akan tetapi, kami berhasil membangunkan mereka dari mimpi buruk yang menghantuinya selama ini. Bagaimana tidak, menjadi karyawan tetap bukan lagi menjadi harapan bagi mereka. Itu adalah kenyataan.

Ini bukan sekedar bualan belaka. setidaknya kami  sudah membuktikannya di PUK SPL FSPMI PT. Baja Raya patumbak, Deli Serdang. Seluruh anggota FSPMI di perusahaan ini sudah menjadi karyawan tetap. Hal yang sama terjadi di PUK SPAI FSPMI PT. Green Cintinental, dimana anggota FSPMI sudah menjadi karyawan tetap. Tidak hanya itu, 10 orang pekerja yang di PHK juga sudah dipekerjakan kembali.

Saat Musnik di PUK SPAI FSPMI PT. Delta Atlantik Indah. Tanjung Morawa, Deli Serdang.  Tanggal 17 mei 2013

Saat Musnik di PUK SPAI FSPMI PT. Delta Atlantik Indah. Tanjung Morawa, Deli Serdang. Tanggal 17 mei 2013

Kabar baik juga datang dari PUK SPAI FSPMI PT. Delta Atlantik. Dimana 22 orang anggota FSPMI juga sudah diangkat menjadi karyawan tetap. Capaian-capaian yang  sudah kami sebutkan di atas, tentu saja membuat kami semakin bersemangat dalam melakukan kerja-kerja pembebasan. Membuat kami semakin percaya, jika kita terus bergerak dan berjuang,  keadilan dan kemuliaan bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia bisa didapatkan.

Kami juga berhasil memperjuangkan upah kawan-kawan di PT. Dirvi Mas yang semula hanya sebesar Rp. 1,1 juta menjadi  Rp. 1,5 juta. Perusahaan juga memenuhi hak-hak normatif lainnya. Pekerja di perusahaan ini, bahkan diperbolehkan pengusahanya untuk menjual sepatu yang diproduksi perusahaan dengan harga murah. Tentu saja, selisih harga yang didapat sangat menguntungkan pekerja.

Saat berdiskusi dengan PUK SPAI FSPMI PT. Asia Sakti.

Saat berdiskusi dengan PUK SPAI FSPMI PT. Asia Sakti.

Hal lain yang berhasil kami perjuangkan adalah, terkait dengan keberadaan FSPMI di PT. Lonsum. Awalnya kehadiran FSPMI tidak diterima oleh perusahaan. Mereka melakukan intimidasi dan mutasi. Bahkan ada yang di PHK. Akhirnya kami melaporkan tindakan menghalang-halangi kebebasan berserikat ke Polda Sumut. Tidak cukup dengan itu, kami juga melakukan aksi ke Kantor PT. Lonsum di Medan. Hasilnya, pengusaha mengijinkan FSPMI ada di perusahaan perkebunan itu, dan 3 orang anggota dan pengurus FSPMI yang di PHK dipekerjakan kembali.

Dan masih banyak lagi, kasus-kasus di tingkat perusahaan yang berhasil kami menangkan. Permasalahan pasti ada. Kesulitan pasti menghadang. Akan tetapi, kami tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan agar hak-hak kami sebagai buruh bisa kita dapatkan.

* * *

969674_4492593173416_1832262051_nSelain di tingkat pabrik, FSPMI Sumatera Utara juga berjuang di tingkat publik.

Kami juga berhasil menggalang aliansi untuk mengawal disahkannya UU No. 24 Tahun 2011. Aksi-aksi yang kami lakukan bersama dengan kawan-kawan KAJS Sumatera Utara ke DPRD  Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara mencapai 2.000  hingga 7.000 orang. Untuk ukuran sebuah gerakan serikat buruh di Sumatera Utara, jumlah itu sudah merupakan aksi yang relatif besar.

Dalam perjuangan upah di Tahun 2012, FSPMI  Sumatera Utara juga bergabung dengan MPBI Sumatera Utara. Dalam perjuangan itu, kami berhasil menaikkan UMK Medan dari Rp. 1.285.000 menjadi Rp. 1.6500.000. UMK Deli Serdang dari Rp. 1.290.000 menjadi Rp. 1.600.000; dan UMP Sumatera Utara dari Rp. 1.137.000 menjadi Rp. 1.375.000.  Saat itu, anggota FSPMI Sumatera Utara kurang dari 1.000 orang. Akan tetapi, kami berhasil membangun kesadaran bersama untuk bergerak, agar upah kenaikan upah menjadi siqnifikan.

Saya tahu, dalam perjuangan ini, tak sedikit tantangan. Juga cercaan. Tetapi kami tidak perdulikan semua itu. Bagi kami, asalkan  kaum buruh bisa menikmati hasil dari perjuangan yang kami lakukan, itu sudah lebih dari cukup.

Dalam hati, sering saya berjanji dalam diri sendiri. Bahwa saya akan terus berjuang dan bergerak tanpa mengenal kata henti, sepanjang kaum buruh masih tertindas dan hak-haknya diabaikan oleh pengusaha dan pemerintah.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *