Di Rumah Polonia, Said Iqbal menyampaikan pernyataan terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April 2014 | Foto: Kascey

Di Rumah Polonia, Said Iqbal menyampaikan pernyataan terkait dengan pelaksanaan Pemilu 9 April 2014 | Foto: Kascey

Susana berbeda terlihat di Rumah Polonia. Sehari setelah Pemilu diselenggarakan, rumah yang selama ini digunakan oleh relawan berkumpul itu mendapatkan banyak kiriman karangan bunga. Berupa ucapat selamat atas kemenangan Prabowo – Hatta.

Menjelang siang, beberapa element yang selama ini memberikan dukungan kepada pasangan nomor satu itu berdatangan. Mereka menyatakan tetap memberikan dukungan dan sangat percaya pemilu kali ini akan dimenangkan oleh pasangan Prabowo – Hatta. Salah satunya adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Dalam kesempatan itu, Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, bahwa Pemilu haruslah memberikan perubahan. Dan perubahan itu tercermin dari adanya kebijakan yang berorientasi kepada kesejahteraan.

Menurut Said Iqbal, buruh menaruh harapan kepada presiden terpilih nanti. Harapan yang ia maksud adalah Sepultura. Yang meliputi upah layak, jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat, jaminan pensiun, penghapusan outsourcing, Undang-undang Pekerja Rumah Tangga, subsidi untuk guru honor sebesar 1 juta per bulan, Undang-undang Tenaga Kerja Indonesia yang bersifat perlindungan dan bukan sekedar penempatan, perumahan murah, dan transportasi publik.

Menurutnya, Sepultura menjadi orientasi perjuangan. Sepultura menjadi alasan bagi buruh untuk terlibat secara aktif dalam Pemilu kali ini.

“Karena itu, siapapun Presiden yang terpilih harus menjalankan Sepultura,” katanya.

Ia mendukung sepenuhnya terhadap apa yang diumumkan Prabowo – Hatta. Bahwa pemilihan Presiden dimenangkan oleh pasangan nomor satu.

“Karena itu, ini sekaligus menjadi deklarasi kemenangan dari kaum buruh,” tambahnya.

Semua yang hadir bertepuk tangan ketika Said Iqbal menyampaikan pernyataan itu. Wajah-wajah cerah terlihat. Ia menambahkan, klaim kemenangan ini didasarkan pada laporan relawan Prabowo – Hatta di seluruh Indonesia yang menyatakan dalam hitungan real count pihaknya memperoleh suara mayoritas. Bahkan, di kota-kota industri, suara Prabowo – Hatta unggul secara mayoritas. Sebuah fakta bahwa kaum buruh memiliki impian yang sangat besar agar Sepultura bisa dijalankan.

Ia menuturkan, buruh di Indonesia berjumlah 44 juta orang. Dengan keluarga, angkanya mendekati 70 juta orang. Itu artinya, buruh memiliki suara yang sangat besar dalam Pemilu. Sangat wajar jika mereka menginginkan aspirasi dan kepentingannya diperhatikan. Tetapi demokrasi harus dibangun secara sehat. Demokrasi harus didasarkan atas suara rakyat, termasuk didalamnya adalah buruh.

“Kami tidak ingin demokrasi dibajak, dicederai dan diperjual belikan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya lembaga survey.” Demikian kritik Iqbal terhadap sejumlah lembaga survey yang menurutnya terkesan melakukan penggiringan opini publik. Seolah-olah ada pasangan tertentu yang telah memenangkan Pemilu.

Menurutnya hal itu adalah sebuah kebohongan. Kemenangan itu hanya bisa ditentukan oleh real count yang dilakukan oleh KPU. Memastikan kemenangan dengan hanya didasarkan pada quick count adalah bentuk intimidasi terhadap demokrasi.

Karena itu, disinilah pentingnya untuk ikut memastikan, agar dalam penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU tidak terjadi kecurangan. Ia meminta kepada seluruh relawan buruh untuk menjaga suara rakyat di PPS, PPK dan KPUD .

Kebernaran bukan hanya klaim sepihak. Kebenaran adalah milik Tuhan yang diteruskan oleh suara rakyat yang sudah menentukan pilihannya pada tanggal 9 Juli yang lalu. Dan karenanya, real count menjadi satu alat bukti untuk menyatakan kemenangan Presiden yang akan datang.

 

Fadli Zon: Hitung Cepat Bukan Berarti Hitung Tepat

Fadli Zon menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan buruh. | Foto: Kascey

Fadli Zon menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan buruh. | Foto: Kascey

Terhadap dukungan yang diberikan oleh KSPI, atas nama Tim Nasional Kampanye Prabowo – Hatta, Fadli Zon mengucapkan terima kasih. Ia mengatakan, dukungan dan kepercayaan dari buruh, khususnya yang tergabung didalam KSPI dan beberapa serikat pekerja lain sangatlah berarti.

“Kemarin, kita sudan menjalankan satu tugas demokrasi. Yakni pemilihan presiden. Kita ketahui, memang ada perbedaan dari hasil survey yang melakukan hitung cepat, atau quick count. Hitung cepat bukan berarti hitung tepat. Karena hitung tepat itu ada pada real count,” demikian kata Fadli Zon.

Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari KPU.

Suara rakyat yang sesungguhnya ada di TPS, PPS, PPK dan sampai nanti di KPU. “Itulah suara rakyat yang sesungguhnya. Yang kemarin sudah diumumkan adalah sample. Ada yang memenangkan kita, ada juga yang memenangkan mereka.”

Fadli melanjutkan, laporan dari  daerah-daerah sebagian besar sudah masuk.

“Di daerah penting yang padat penduduknya, kita menang,” kata Fadli.

Meskipun begitu, pihaknya akan tetap mengawal kemenangan ini agar menjadi kemenangan yang resmi. Dan kemenangan yang resmi ini akan diumumkan oleh KPU pada tanggal 22 Juli 2014 nanti.

Menyikapi pengumuman hasil quick count oleh beberapa lembaga survey, Fadli mengatakan, “Kita tidak ingin demokrasi dibajak oleh mafia survey. Marilah kita tunggu pada saat yang tepat. Kita kawal jangan ada kecurangan.”

Fadli menambahkan, mulai hari ini Tim Prabowo – Hatta juga akan merealis hasil real count dari setiap saksi yang ada di TPS.

“Hasil real count akan kita tampilkan kepada publik. Mari kita lihat dan kita bandingkan dengan hasil KPU,” ujar Sekretaris Tim Pemenangan itu.

Ia juga berharap, pada saat yang tepat aspirasi buruh akan menjadi kenyataan. “Kita akan melakukan dengan cara yang tepat. Kita tidak ingin sekedar melakukan klaim.” (Kascey)

Said Iqbal mendapatkan ucapan selamat dari Fadli Zon | Foto: Kascey

Said Iqbal mendapatkan ucapan selamat dari Fadli Zon | Foto: Kascey

Anggota KSPI dan beberapa serikat pekerja lain yang menjadi pendukung Prabowo - Hatta | Foto: Kascey

Anggota KSPI dan beberapa serikat pekerja lain yang menjadi pendukung Prabowo – Hatta | Foto: Kascey

Karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan Prabowo - Hatta | Foto: Kascey

Karangan bunga ucapan selamat atas kemenangan Prabowo – Hatta | Foto: Kascey