perbaikanBagi anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), tentu sudah tidak asing lagi dengan Koran Perdjoeangan. Ya, Koran Perdjoeangan adalah salah satu dari lima pilar yang dimiliki FSPMI. Koran Perdjoeangan didirikan sebagai media perjuangan organisasi dan alat propaganda isu-isu perburuhan secara nasional. Hal ini didasarkan pada satu pemikiran, bahwa  selama ini tidak ada satupun surat kabar Nasional yang secara khusus memberitakan isu-isu perburuhan.

“Kita mentargetkan, Koran Perdjoeangan akan menjadi koran umum untuk mengimbangi media pro kapitalis,” ujar Obon Tabroni, yang baru saja ditunjuk oleh organisasi sebagai Pimpinan Umum Koran Perdjoengan. Direncanakan, kedepan Koran Perdjoeangan akan terbit seminggu sekali.

Untuk mempersiapkan segala sesuatunya, pada hari Kamis (27/6) kemarin, diadakan rapat kerja Koran Perdjoeangan yang dihadiri oleh Said Iqbal (Pendiri), Obon Tabroni (Pimpinan Umum), Rony Febrianto (Pimpinan Redaksi), Said Masykur (Redaktur Eksekutif), Didi (Wakil Manager Sirkulasi), dan beberapa reporter area DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Karawang, dan Tangerang.

Rapat kerja kali ini berhasil memetakan beberapa kelemahan mendasar yang dimiliki Koran Perdjoeangan. Beberapa kelemahan tersebut seperti:  Tampilan dan konten yang masih sederhana; Minimnya SDM; Konsolidasi dan komuinikasi antar reporter daerah belum berjalan dengan baik; Ketepatan waktu terbit yang sering molor;  Anggaran operasional peliputan setiap kegiatan belum ada; Kartu Pres belum tertata dengan baik; Minimnya kontribusi berita dari luar Jabodetabek; Belum memiliki data base yang baik sebagai arsip;  Distribusi yang belum berjalan lancar; hingga ruang kerja redaksi belum memadai.

Tentu kita sepakat, yang dibutuhkan terhadap semua kelemahan Koran Perdjoeangan saat ini bukanlah permintaan maaf. Akan labih baik, jika, kita segera melakukan langkah-langkah nyata  untuk memperbaiki semua kelemahan yang ada. Sehingga apa yang dikatakan Obon Tabroni, untuk menjadikan  Koran Perdjoeangan sebagai koran umum yang akan menjadi media penyeimbang bagi media pro kapitalis bisa dengan segera kita buktikan.

Rapat kerja ini rencananya akan dilanjutkan dalam sebuah pembahasan yang lebih serius pada tanggal 20 – 23 Juli 2013 di Training Center FSPMI, Puncak, Bogor.  Semoga saja, harapan untuk menjadikan Koran Perdjoeangan sebagai koran mingguan berskala nasional bisa segera kita wujudkan.

2 Thoughts on “Koran Perdjoeangan Siap Menjadi Koran Umum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *