IMG_00000673_editOleh: Handoko Wibowo

Saya masih mengingatnya. Bu Tayib, panggil saja begitu. Guru taman kanak-kanak saya. Ia suka mengenakan kain batik, berkebaya, dan berkonde.

Tidak banyak orang yang tau sejarahnya hingga dia sampai ke desa saya. Kami bahkan tidak pernah melihat keluarganya. Kata orang, anaknya pelaut dan suaminya meninggal.

Setiap pagi, bu Tayib menjemput saya. Siangnya mengantar saya pulang ke rumah, dan setelah berganti pakaian, saya diajak ke rumahnya.

Disana saya diperkenalkan dengan segarnya sayur bayam dan labu. Dia juga sering membawa murid-muridnya ke lapangan kecil depan gedung pertanian tempat kami menumpang sekolah. Dia meniru gerak bebek waktu menyanyi: “potong angsa dikuwali….”

Dia berjalan seperti tentara sambil mengajari lagu nenek moyangku seorang pelaut..

Dia pula yang menceboki saya di sungai pinggir sekolah kalau saya berak.

Banyak orang Bandar yang menitipkan anak balita kepadanya. Tidak ada orang tua yang antar dan jemput kesekolah. Cukup diserahkan pada bu gurunya.

Terkadang saya melihat mamah memberikan amplop buat dia sebagai honor.

Bu Tayib tidak pernah mengeluh. Selalu ceria. Sesampai di rumahnya, dia mengganti kebayanya dengan daster. Paling suka kalau diajak mencuci piring habis makan di sungai belakang rumahnya.

Suatu saat saya ingat, saya disuruhnya memakai pakaian pelaut lalu naik panggung dengan membawa balon. Kawan yang lain memutari saya sambil bernyanyi: ‘balonku ada lima’.

Saya malu dan menangis.

Setelah kejadian itu, dia tidak pernah terlihat lagi. Entah kemana. Yang pasti, dia tidak ada lagi di desa kami.

Hingga hari ini, saya melihat taman kanak-kanak sudah tidak ada roh ‘bu Tayib’ lagi. Dia adalah sosok guru yang tidak berjarak dan tidak bertepi. Dia menjadikan anak-anak sebagai sahabat dengan tawa lepasnya. Dia mendidik, bukan memerintah.

Entah mengapa kenangan saya saat balita hanya terhadapnya. Sosok berkebaya, berkain dan berkonde. Bu Tayib, itulah namanya. (*)

Categories: Opini

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *