IMG_00000673_edit1Jika hanya memperjuangkan upah, berarti serikat buruh itu masih primitif. Demikian dikatakan tokoh Omah Tani Batang Handoko Wibowo dalam Rapat Konsolidasi Nasional Organisasi FSPMI di Cisarua pada tanggal 22-24 Agustusi 2013. “Serikat buruh juga harus terlibat dalam perjuangan isu-isu kemasyarakatan. Dan itu harus dimaknai sebagai perjuangan politik. Serikat buruh memang harus berpolitik,” kata Handoko.

Dalam kesempatan ini Handoko menyatakan dukungannya terhadap kebijakan “Go Politik” yang tengah diusung FSPMI. Dirinya juga menyatakan kesediaannya untuk berkeliling ke daerah-daerah guna mengkampanyekan caleg kader buruh.

Menurut Handoko, buruh hidup dari regulasi. Ketentuan tentang UMK, PHK, jaminan kesehatan, pensiun dan sebagainya, adalah bentuk dari regulasi itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri, bahwa regulasi adalah produk politik. “Ketika mereka membuat aturan, maka dampak dari peraturan yang mereka buat itu akan kita rasakan.  Bagaimana mungkin aturan itu akan berpihak kepada buruh, jika buruknya sendiri menjauhi politik?” Demikian argumentasi Handoko

Oleh karena itu, pemilu 2014 harus dimanfaatkan oleh kaum buruh sebagai pintu masuk untuk mendudukkan kader buruh sebagai anggota DPRD/DPR RI. Memang, dengan menjadi anggota legislatif tidak otomatis permasalahan akan selesai seketika. Tetapi kita percaya, jika ada kader buruh yang memperjuangkan kepentingan kaum buruh langsung dari dalam gedung parlemen, maka perjuangan serikat buruh menjadi lebih mudah.

Handoko optimis, peluang untuk menang besar. “Kalau yang lain masih mencari siapa yang akan nyoblos, maka Anda sedang menghjtung berapa orang yang akan memilih,” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri, akan selalu ada yang apatis ketika buruh berpolitik. Banyak yang berpendapat, bahwa politik itu tidak membawa manfaat. “Mereka akan bilang bahwa politik itu ngapusi, maling, dan bajingan,” kata Handoko. Kemudian pria yang jauh-jauh datang dari Batang – Jawa Tengah untuk memberikan pemahaman politik kepada kader FSPMI ini menambahkan, bahwa tugas para pimpinan buruh untuk memberikan penjelasan kepada mereka.

“Ini tugas organisasi. Tugas masa depan. Untuk memperjuangkan anggaran yang pro buruh dan regulasi yang mengayomi penduduk negeri ini,” ujarnya. Oleh karena itu, go politik adalah bagian dari upaya untuk membesarkan organisasi ini. “Tidak ada kita bicara untuk kepentingan pribadi.”

Handoko berpesan, agar buruh tidak ribut diinternal sendiri. Disaat semua gerakan tiarap, yang bisa memperbaiki Indonesia adalah buruh. “Kesempatan terbaik kita di tahun 2014 ini. Sedangkan yang kita lakukan hanya untuk memilih teman sendiri, kenapa harus ribut?” kata Handoko. (Kascey)

One Thought on “Kaum Buruh Harus Berpolitik”

  • Artikel yang sangat bagus …
    Ulasan informasi yang disampaikan sangat bermanfaat …
    Terimakasih informasinya min …
    Ditunggu artikel selanjutnya …
    Salam kenal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *