Said Iqbal, Presiden FSPMI - KSPI

Said Iqbal, Sekretaris Jenderal KAJS

Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) kembali menegaskan sikapnya. Menuntut pemerintah segera menghapus sistim INA CBG`s dalam BPJS Kesehatan(sistim tarif minimal) ketika menjalankan program jaminan kesehatan nasional untuk seluruh rakyat. “Sistem INA CBG`s wajib diganti dengan sistim fee for servie,” demikian disampaikan Sekretaris Jenderal KAJS Said Iqbal.

Menurut Iqbal, sistem INA CBG`s justru menjadi penghambat jalannya jaminan kesehatan nasional, sebagaimana yang diamanatkan UU BPJS dan UU SJSN.

Sebagaimana diketahui, kedua Undang-undang tersebut mengamanatkan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat dengan unlimit biaya dan seluruh jenis penyakit ditanggung. Tetapi fakta dilapangan berbeda. Akibat sistim INA CBG`s, membuat adanya pembatasan tarif rumah sakit atau klinik yang mengakibatkan provider tersebut tidak memberikan pelayanan yang optimal. Bahkan, ada diantara mereka yang menolak pasien. Kondisi  ini diperparah dengan pembatasan jumlah, jenis dan mutu obat yang diberikan kepada pasien.

Sebagai contoh, pasien penderita penyakit kronis yang harus minum obat seumur hidup (hipertensi, lupus, jantung koroner, diabetes, dsb), harus datang berulang-ulang ke rumah sakit karena jumlah obat yang diberikan dibatasi. Disamping itu, ada juga mantan peserta Askes dan JPK Jamsostek yang mendapatkan penurunan mutu obat dan pengurangan jumlah provider.

Akibatnya mereka merasa pelayanan BPJS Kesehatan jauh lebih buruk. Padahal mereka membayar iuran…

Karena itu, KAJS menuntut penggantian sistim INA CBG`s dengan sistim “fee for service” yang selama ini digunakan JPK Jamsostek dan Askes. “Faktanya, JPK Jamsostek tidak rugi dengan menggunakan fee for service. Bahkan tetap untung,” ujarnya.

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *