Akhirnya kabar gembira itu datang juga. Sebanyak 377 orang anggota FSPMI di PT. Asahimas yang beberapa waktu lalu melakukan mogok kerja, akhirnya mendapatkan seluruh hak-hak mereka. Termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).
Pengamanan yang berlebihan saat aksi di Asahimas. Sumber Foto: Yodi Hastanto

Pengamanan yang berlebihan saat aksi di Asahimas. Sumber Foto: Yodi Hastanto

Demikian salah satu isi Perjanjian Bersama antara Pihak Pekerja (FSPMI) dan Pihak Pengusaha (PT. Asahimas) yang disaksikan oleh Perwakilan dari Disnaker Kabupaten Karawang, Perwakilan dari Depnakertrans Pusat dan Kapolres Kabupaten Karawang.
“Perjanjian Bersama tersebut diperoleh dari hasil perundingan yang panjang. Dimulai dari hari Sabtu pukul 19.30 ditanggal 27 Juli 2013, dan berakhir hari Minggu pukul 03.00 dini hari tanggal 28 Juli 2013. Demikian disampaikan Baris Silitonga, DPW FSPMI Provinsi Jawa Barat, sebagaimana yang dikutip beberapa kawan di media sosial.
Selain kepastian untuk mendapatkan THR, seluruh pekerja yang sedang melakukan mogok kerja akan masuk kembali bekerja mulai tanggal 14 Agustus 2013. “Status mereka saat ini diliburkan, hingga tanggal 14 Agustus nanti.”
Sedangkan terkait dengan status pekerja outsourcing,  akan lakukan evaluasi oleh manajemen bersama-sama dengan FSPMI. Tentu saja, evaluasi ini dengan mengacu kepada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan lainnya. Proses evaluasi itu sendiri akan dimulai pada hari Senin, 29 Juli 2013 hingga tanggal 13 Agustus 2013.
Untuk memastikan proses seleksi ini berjalan lancar, selama proses seleksi berlangsung, kedua belah pihak tidak boleh melakukan intimidasi langsung ataupun tidak langsung. Termasuk didalamnya melakukan aksi.
Bagaimana nasib pekerja yang tidak lolos seleksi dan evaluasi? Mereka akan mendapatkan kompensasi yang besarnya akan dimusyawarahkan kemudian, dengan mengacu kepaada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003.
Dengan adanya kesepakatan ini, semua hasil perundingan yang sebelumnya dinyatakan batal/gugur dan diganti dengan Perjanjian Bersama ini. Mogok Kerja pun mulai hari ini dihentikan.

Meskipun belum sepenuhnya selesai, tetapi hasil perundingan ini cukup melegakan. Tentu saja kita semua berharap, dari hasil evaluasi tersebut, pekerja outsourcing di PT. Asahimas bisa menjadi pekerja PKWTT. Dengan demikian mereka akan memiliki kepastian kerja, kepastian upah, dan akhirnya bisa menjadi pekerja sejahtera.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *