SBY ( Pesatnews.com )

SBY ( Pesatnews.com )

JAKARTA, PESATNEWS – Ahirnya, Churchill Mining memenangkan kasus melawan pemerintah Presiden SBY di peradilan arbitrase Internasional. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan membayar ganti kerugian kepada perusahaan asal Inggris tersebut.

“SBY mutlak bertanggung jawab penuh untuk ganti rugi pada churchill mining. Kemenangan Churchill Mining akibat kelalaian Pemerintahan SBY,” tegas Pengamat ekonomi yang juga Peneliti dari the Institute For Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng, Senin (3/3/2014).

Sebagaimana diketahui, kasus Churchill Mining tengah diproses di International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, karena perusahaan tersebut menganggap pemerintahan SBY telah melanggar Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia dengan United Kingdom (UK), berkaitan dengan perlindungan Investasi.

Perusahaan tambang yang beroperasi di Kalimantan Timur menuntut ganti rugi senilai US$2 miliar atas pembatalan sepihak terhadap ijin yang dimiliki perusahaan asal Inggris tersebut yang dilakukan oleh pengadilan Indonesia. “Churchill Mining PLC and Planet Mining Pty Ltd v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/12/14 and 12/40”

“Kemenangan Churchill Mining pada ronde pertama ini wajib diwaspadai, mengingat besarnya dana ganti rugi yang harus dibayarkan pemerintah Indonesia. Sementara kuat indikasi rezim SBY tidak secara sungguh-sungguh menangani kasus ini sejak awal,” tutur Salamuddin Daeng.

Ia menilai, SBY seolah melakukan pembiaran agar negara Indonesia kalah. “Entah maksudnya apa? Beberapa pihak mencurigai bahwa kemungkinan kongkalikong antara perusahaan asing ini dengan SBY. Kecurigaan ini beralasan mengingat kekalahan Indonesia menjelang diselenggarakannya pemilu 2014,” tandasnya.

Untuk itu, menurutnya, negara tidak perlu bertanggung jawab terhadap kasus ini. “SBY yang harus bertanggungjawab penuh atas kelalaiannya. Jika Indonesia dikalahkan maka SBY harus bertanggung jawab penuh atas kelalaiannya. DPR harus menolak APBN/uang rakyat digunakan untuk mengganti rugi menebus kesalahan SBY!” tegas Peneliti IGJ.

http://www.pesatnews.com/read/2014/03/03/39656/lalai-kasus-churchill-mining-sby-harus-tanggung-jawab


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *