Jika dalam beberapa hari yang lalu saya mengajak Anda mengenal lebih dekat perkembangan FSPMI di Sumatera Utara, kali ini saya ingin mengajak Anda ke Kota Batam. Banyak cerita bisa kita rangkai dari kota yang tumbuh sebagai salah satu daerah industri ini. Sebuah kota, yang beberapa waktu lalu para pekerjanya dikenal gigih saat memperjuangkan kenaikan UMK.

Di Batam, saya akan memperkenalkan kepada Anda, seseorang yang memiliki peran besar bagi kesejahteraan pekerja. Seorang aktivis perempuan, yang juga sebagai ibu dari 3 (tiga) orang buah hatinya: D. Prasetyo (SMA), M. Pratsabitah (SD), dan A. Prashiddiqah (TK).

477346_4344297060497_1208855705_oSebut saja, namanya: Herlina, Amd.

Perempuan kelahiran Pagaralam, 21 Oktober 1973 silam ini mulai aktif dalam kegiatan serikat pekerja, bermula dengan menjadi anggota biasa di PT. TEAC Electronics Indonesia.

“Tahun 2009, perusahaan mulai melakukan efficiency. Sejak saat itulah banyak pengurus PUK yang resign. Akhirnya kami mengadakan Musniklub. Mulai dari situ saya ikut aktif sebagai pengurus.” Sambil memandang jauh kedepan, Herlina mengenang romantika awal ketika dirinya bergabung dengan serikat pekerja.

Saat ini, Herlina dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Organisasi PPEE – FSPMI. Bukan kebetulan, jika ia dipercaya memegang jabatan itu. Karena, memang, ia adalah perempuan yang mumpuni dalam melakukan kerja-kerja organisasi.

Lihat saja, seabrek aktivitas keorganisasian pernah ia jalani. Beberapa diantaranya adalah, sebagai Ketua Umum Koperasi Karyawan PT. TEAC, Ketua PKK RW03 Baloi Permai – Batam Kota, Bendahara FSPMI PUK TEAC, Waka 1 Pendidikan dan Organisasi PUK TEAC, Bendahara PKK RT 01 Legenda Malaka, Bendahara Perwiridan Blok A Legenda Malaka, TEAM Auditor ISO PT. TEAC, dan Penasehat FKP/TEAM Kerja DPW KEPRI.

Herlina juga terlibat aktif di Partai Politik. Di Partai PKB, perempuan yang hobi traveling, rekreasi, belajar, dan mendengarkan musik ini didaulat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kota Batam, Sekretaris PPKB/Perempuan-PKB, dan Bendahara LPP/Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Kota Batam.

Tentu saja, peran Herlina tak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai jabatan yang diamanahkan kepadanya, sudah cukup untuk membuktikan hal itu. Perempuan juga bisa. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan konstribusi dan bermanfaat untuk banyak hal.

Si bungsu dari 5 bersaudara ini mengisahkan, sebagai karyawati, ia memiliki pengalaman pahit ketika perusahaan tempatnya bekerja, PT. TEAC Electronics Indonesia – Batam tutup pada akhir Maret 2013 yang lalu. Banyak buruh harus kehilangan pekerjaannya.

Bukan soal tutupnya perusahaan yang ia sesali, tetapi sebuah kondisi dimana kaum buruh belum sepenuhnya memiliki daya tawar lah, yang membuatnya selalu risau. Hingga saat ini.

296200_4468128316201_272397639_nPengalaman itulah yang kemudian membuatnya setia untuk melakukan kerja-kerja organisasi. Sebab, menurut Herlina, kurangnya kesadaran akan pentingnya berserikat membuat seorang pekerja kurang memiliki nilai jual. Tak heran jika kemudian hal itu membuat pekerja sulit meningkatkan kesejahteraannya.

“Mereka lebih menganggap kerja lembur adalah pilihan tepat untuk menutupi upah yang minim. Pilihan untuk lembur bahkan mengalahkan kesempatan mereka untuk hadir dalam pelatihan/pendidikan dan aksi solidaritas yang diselenggarakan serikat,” kata Herlina, prihatin. “Saya terpanggil untuk mendorong mereka agar memiliki kesadaran dalam organisasi,” ujarnya lebih lanjut.

Sebagai sosok yang merintis organisasi dari bawah, ia paham betul apa yang dibutuhkan warga. Termasuk didalamnya para pekerja.  Karena itu saya bisa memahami kerisauan hati seorang Herlina, saat menyindir para pekerja yang lebih asyik melakukan kerja lembur ketimbang meningkatkan pengetahuannya.

Ketika buruh lebih memilih lembur ketimbang mengikuti pelatihan dan aksi solidaritas yang diselenggarakan serikat, sejatinya ia telah “mengubur” dirinya sendiri dalam kesibukan yang nyaris tanpa arti. Apa yang dihasilkan dari lembur? Tidak lain hanyalah tambahan pendapatan, yang belum tentu cukup dan bisa ia nikmati dengan bahagia. Ya, kapan mau menikmati, jika ia asyik dengan kerja lemburnya? Minim bersosialisasi?

48011_4344262339629_1858414200_n

Di satu pihak, pendidikan dan solidaritas, akan membuat seorang buruh menjadi sosok yang memiliki martabat dan berpengetahuan. Dan, satu hal yang musti diingat, pengetahuan adalah jalan bagi seseorang untuk mencapai keberhasilan. Saya kira, itulah pentingnya serikat bagi bagi kaum pekerja.

“Mantan karyawan PT. TEACH adalah contoh nyata. Pada akhirnya, semua pekerja akan di PHK. Entah karena kesalahannya, entah karena pengusaha menutup perusahaannya. Karena itu, bergabunglah dalam serikat pekerja. Supaya daya tawar pekerja di mata pengusaha bisa meningkat,” ujar Herlina, mengajak

 

Artikel Terkait:

Herlina: “Perempuan Bisa”

Herlina: “Rahasia Dibalik Angka Dua”

Herlina: “Kita harus terus berbenah”


2 Comments

Herlina: “Kita harus terus berbenah” · July 16, 2013 at 8:47 am

[…] Herlina: “Perempuan Bisa” […]

Herlina: “Rahasia Dibalik Angka Dua” · July 16, 2013 at 8:48 am

[…] Herlina: “Perempuan Bisa” […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *