Sejak jauh hari, buruh Jawa Timur telah siap melakukan mogok nasional | Foto: Kascey

Sejak jauh hari, buruh Jawa Timur telah siap melakukan mogok nasional | Foto: Kascey

Dalam pernyataan resminya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur akan melakukan mogok daerah bila tuntutannya diabaikan oleh Gubernur Jawa Timur. Tututan yang dimaksud adalah: Agar nilai UMK yang direkomendasikan Bupati/Walikota tidak diturunkan oleh Gubernur; Meminta Gubernur mencabut Surat Edaran Gubernur yang tidak akomodatif dan merugikan kaum buruh Jawa Timur; Menuntut agar tidak ada penundaan Upah Minimum di Jawa Timur, dan meminta Gubernur dan Walikota/Bupati se Jawa Timur bersama-sama Rakyat menolak kenaikkan harga BBM yang akan menurunkan daya beli masyarakat, menambah angka inflasi,menambah angka kemiskinan dan kesengsaraan bagi rakyat Jawa Timur dan rakyat Indonesia secara umum.

Seperti diketahui, daerah ring 1 Jawa Timur sudah merekomendasikan usulan UMK kabupaten Pasuruan sebesar Rp 2.700.000,Mojokerto Rp 2.697.000,Sidoarjo Rp 2.720.000 dan Gresik Rp 2.727.000.

“Angka tersebut merupakan angka yang sudah final dan berdasarkan regulasi yang benar.” Sebut Nandar, salah satu pengurus KSPI Jawa Timur. Untuk itu, lanjut Nandar, pihaknya menghimbau kepada Pakde Karwo (Sukarwo/Gubernur Jawa Timur) dengan segala kebijakannya untuk menetapkan Upah 2015 sesuai rekomendasi Bupati/ Walikota.

Namun demikian,masih menurut Nandar, setelah melihat surat edaran Gubernur tertanggal 3 November 2014 dirinya mengajak kepada seluruh komponen buruh Jatim agar lebih waspada karena dalam Surat Edaran tersebut sangat tidak relevan. “Karena bilamana berita acara rekomendasi upah tidak ditandatangani semua unsur,maka umk 2015 = umk yang sedang berjalan + inflasi+ pertumbuhan ekonomi sehingga ada indikasi yang tidak baik,” katanya

Nandar menambahkan, ada kemungkinan seluruh dewan pengupahan dari unsur Apindo tidak menandatangani rekomendasi upah. Untuk itu, kata Nandar, KSPI Jatim bersama aliansi buruh Jatim akan melakukan gerakan besar-besaran pada tanggal 13 November dan puncak mogok daerah yang dipusatkan di kantor gubernur Jatim pada tanggal 19 November 2014 dengan jumlah kurang 150.000 masa dari 5 kabupaten kota antara lain : Surabaya ,Gresik ,Sidoarjo,Pasuruan dan Mojokerto.

Menyikapi seruan itu, seperti biasa, FSPMI Jawa Timur menyambut dengan gembira. Saat ini mereka bahkan terus melakukan konsolidasi untuk memastikan aksi 13 November 2014 bisa berjalan sukses. Sejumlah buruh bahkan sudah mengganti foto facebook dengan gambar angka 13 yang dibawahnya terdapat tulisan ‘Buruh Jawa Timur Geruduk Suroboyo’. Bahkan ketika nantinya organisasi menginstruksikan untuk melakukan mogok daerah, mereka menyatakan telah sangat siap.

Jangankan mogok daerah. Kalaupun terpaksa harus melakukan mogok nasional, buruh Jawa Timur memastikan akan berada di garda depan. (*)

Categories: Aksi