Bekasi, FSPMI – Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kab/Kota Bekasi memberikan apresiasi terhadap Plt. Bupati Bekasi Ahmat Marjuki dan Walikota Bekasi Rahmad Effendi yang telah merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Kab/Kota (UMK) tahun 2022.

Hal ini disampaikan Ketua KC FSPMI Kab/Kota Bekasi Sukamto. “Saya selaku Ketua KC FSPMI Bekasi mengapresiasi terhadap surat rekomendasi kenaikan UMK 2022 yang diterbitkan oleh Walikota Bekasi Rahmad Effendi dan Plt. Bupati Bekasi Ahmad Marjuki,” kata Sukamto di Kantor FSPMI Bekasi, Tambun, Jumat (26/11/2021).

Sukamto menambahkan, dirinya mengaku lega karena UMK Bekasi naiknya tidak 0 %. Meskipun begitu, dirinya sedikit kecewa karena pihak Serikat Buruh khususnya FSPMI menuntut kenaikan UMK bisa 10%.

“Harusnya pemerintah bisa mengabulkan permintaan kita yaitu sebesar 10 %. Kami para buruh saat ini mengalami penurunan daya beli luar biasa dengan adanya pandemi. Lihat saja itu harga minyak goreng, telur dan kebutuhan pokok lain sudah naik duluan. Kalau upah buruh tidak naik, bisa repot kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, secara khusus, Sukamto meminta kepada Plt. Bupati Bekasi dan Walikota untuk segera menerbitkan Surat Rekomendasi Upah Minimum Sektoral (UMSK) atau Upah di Atas Upah Minimum (UDUM) tahun 2021.

“Setelah urusan UMK ini selesai, kami minta kepada Pak Bupati dan Pak Walikota Bekasi untuk segera menerbitkan Surat Rekomendasi tentang UMSK 2021. Ini udah mau penghujung tahun, udah masuk akhir bulan November. UMSK ini sifatnya sudah sangat mendesak,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Pak De Kamto dengan jargon ‘ora urus’ ini juga menyampaikan agar perjuangan buruh khususnya Bekasi tidak berhenti sampai di sini. FSPMI Bekasi akan mengawal nilai kenaikan UMK hingga ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kepada semua anggota FSPMI di seluruh Kabupaten dan Kota Bekasi, jangan berpuas diri. Ayo sama-sama kita kawal nilai UMK Bekasi agar segera ditetapkan melalui SK Gubernur Jawa Barat,” tutup Pak De.

UMK Kabupaten Bekasi direkomendasikan naik 5,51 % dan UMK Kota Bekasi 7,85 % pada tahun 2022 mendatang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat seharusnya bisa langsung menyetujui dan segera mendatangani SK kenaikan UMK Kabupaten dan Kota Bekasi tanpa syarat apapun dan tidak menggunakan PP 36 tahun 2021 sebagai acuan kenaikan UMP/UMK.

Narahubung
Koordinator Daerah Media Perdjoeangan Bekasi – Wiwik Aswanti (081284940803)