Kunjungan Kerja Dewan Pengupahan dan dan LKS Tripartit Kota Batam ke Bekasi (2012)

Kunjungan Kerja Dewan Pengupahan dan dan LKS Tripartit Kota Batam ke Bekasi (2012)

Saya tidak akan pernah melupakan hari itu. Hari dimana ketika buruh Batam melakukan aksi besar menuntut agar UMK 2012 direvisi. Hari dimana ketika puluhan ribu buruh bersatu padu turun aksi. Menunjukkan kekuatannya: bahwa selama ini merekalah yang sebenarnya menggerakkan mesin-mesin produksi.

Ketika itu tanggal 23 dan 24 November 2011. Kerusuhan pecah ketika hujan turun, dan peserta unjuk rasa hendak berteduh di kantor Walikota Batam. Tetapi karena dihalang-halangi petugas, bentrok pun tak dapat dihindari.

Selain mengakibatkan korban luka-luka, kerusuhan di Rabu sore itu juga menyebabkan sebagian pintu kaca dan jendela Gedung Pemerintahan Kota Batam pecah. Sekitar 10 mobil milik pemerintah dan pegawai yang diparkir, rusak. Sebagian besar korban luka akibat lemparan batu dan terkena pecahan kaca. Bahkan beberapa orang pengurus PC terkena tembakan peluru karet petugas.

Tidak sia-sia. Setelah itu, UMK Batam tahun 2012 yang semula sudah ditetapkan sebesar Rp 1,310,000.- direvisi menjadi Rp 1,402,000.-. Tidak bisa dipungkiri, perubahan itu adalah murni hasil perjuangan kaum buruh. Tidak hanya mereka yang ikut aksi yang menikmati. Buruh yang saat aksi itu berlangsu sedang tidur di rumah pun, merasakan hasilnya.

Ketika peristiwa itu terjadi, kepengurusn Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Batam baru berumur 5 bulan. Sebagian besar adalah wajah-wajah baru yang duduk didalam kepengurusan. Saya salah satunya, yang “dijerumuskan” sebagai Sekretaris PC.

Seminggu sebelum tanggal 23 November 2011, Pimpinan Cabang menyurati seluruh owner dari setiap perusahaan yang menjadi anggota FSPMI. Kami meminta agar tanggal 23, 24 dan 25 November 2011 setiap pimpinan perusahaan meliburkan seluruh  pekerjanya, karena kami akan melakukan aksi 3 hari berturut-turut ke kantor Walikota.

Kami memiliki komitmen untuk menjadi yang terdepan dalam hal perjuangan upah. Bahkan organisasi telah mentargetkan, UMK Batam harus sama dengan UMK Bekasi: minimal seratus persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Dalam penyusunan dan penerapan strategi perjuangan, saya yang masih baru dikepengurusan tingkat cabang sangat berkesan dan sekaligus mendapat banyak pelajaran berharga. Terutama dari kawan-kawan yang masih memiliki komitment dan kepedulian terhadap perjuangan FSPMI. Walaupun, mereka sudah tidak lagi tercatat menjadi pengurus di organisasi ini.

Dari sini saya bisa tahu, siapa teman, siapa lawan. Siapa yang pinginnya terima bersih saja, siapa yang hanya mencari muka. Siapa musuh dalam selimut, siapa yang ikhlas berjuang untuk perubahan.

Kita bisa belajar dari fakta yang ada: perubahan itu harus diperjuangkan. Tidak akan berubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubahnya.

Perubahan tidak datang dengan tiba-tiba. Perubahan itu harus dipersiapkan, diperjuangkan.

Jika perjuangan upah selama ini hanya dilakukan sendiri oleh serikat buruh, alangkah lebih indah jika didukung oleh wakil rakyat (anggota DPRD/DPR) yang notabene representasi dari suara rakyat. Tetapi lihat saja, mereka seolah-olah tak peduli dengan perjuangan kaum buruh. Kita dibiarkan sendirian dengan berbagai problematikan ketenagakerjaan dan aksi-aksi: menjadi parlemen jalanan.

Itulah sebabnya, ketika Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memutuskan untuk mendukung kader-kader terbaiknya duduk dalam keanggotaan legislative, saya mendukung sekali. Jika berhasil, tentu gerakan buruh akan semakin kuat. Aksi-aksi jalanan yang selama ini dilakukan, akan menguat ketika juga disuarakan melalui gedung dewan oleh wakil rakat yang terhormat.

Saat ini nama saya tercatat sebagai calon anggota legislatif untuk Provinsi Kepulauan Riau dari Partai HANURA dengan Nomor Urut 3 Dapil Batam C (Sei Beduk, Bulang, Galang dan Nongsa).

Pencalegan saya bukan kehendak pribadi saya, tetapi atas rekomendasi organisasi. Karena, memang, tujuannya adalah untuk memperkuat kerja-kerja organisasi. Memaksimalkan perjuangan yang selama ini kita lakukan, misalnya tentang kenaikan upah sebagaimana yang saya ceritakan diawal. Mari merapatkan barisan, menguatkan tekad, agar buruh bermartabat. (Kascey)

.

Artikel Terkait:

– Frezi Anwar: “Sebab Setiap Perubahan Harus Diperjuangkan”

– Frezi Anwar: “Hasil Nyata Perjuangan Serikat Pekerja”

– Frezi Anwar: “Menjadi Penyambung Aspirasi Kaum Buruh”

– Frezi Anwar: “Urusan Pekerja, Serangkan Pada Ahlinya”

 


2 Comments

Frezi Anwar: “Sebab Setiap Perubahan Harus Diperjuangkan” | FSPMI · September 8, 2013 at 1:10 pm

[…] – Frezi Anwar: “Hasil Nyata Perjuangan Serikat Pekerja” […]

Frezi Anwar: “Menjadi Penyambung Aspirasi Kaum Buruh” | FSPMI · September 8, 2013 at 1:11 pm

[…] – Frezi Anwar: “Hasil Nyata Perjuangan Serikat Pekerja” […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *