Ada paradigma dikalangan pekerja, bahwa serikat adalah musuh perusahaan dan selalu menjadi oposisi dalam suatu kebijakan. Banyak juga kaum buruh yang ketakutan akan adanya intimidasi dan penekanan jika mereka bergabung kedalam serikat pekerja.

image001.jpg4Bagi saya, ketakutan-ketakutan seperti ini adalah sebuah penjajahan: Dependent of soul.

Jiwa yang terjajah oleh pemikiran.

Jika ketakutan sudah menguasa jiwa dan pikiran, maka selamanya kita akan menjadi apatis. Tidak memiliki keberanian untuk melangkah karena takut jatuh.

Situasi seperti ini tidak boleh kita biarkan. Masih banyak kaum buruh yang belum berserikat. Oleh karena itu, kita harus bisa memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya, bahwa ketakutan-ketakutan seperti itu hanyalah mitos belaka.

Saya kira ada tiga cara yang bisa kita lakukan untuk membantu kawan-kawan yang masih menganggap bahwa serikat pekerja adalah organisasi yang musti dijauhi. Untuk mengatasi hal tersebut, saya memiliki tiga rumus berikut:

Pertama, bebaskan pikiran dari rasa ketakutan (freedom of mind). Kebebasan pikiran akan mendasari orang untuk berfikir realistis dan memiliki keberanian. Dengan adanya keberanian inilah, mereka tidak lagi ragu untuk berserikat, bahkan terlibat dalam kerja-kerja nyata dalam isu yang berhubungan dengan penindasan dan ketidakadilan.

Kedua, tanamkan pemikiran bahwa kita punya hak untuk berserikat. Jangan sampai hak kita dikalahkan oleh ketakutan kita. Tentu saja, propaganda tentang kebebasan berserikat sangatlah penting. Misalnya  bisa kita lakukan melalui e-mail, komunikasi internal, eksternal serta penyebaran lewat media sosial, dsb.

Selanjutnya, ini yang ketiga, kita juga harus menyakinkan pengusaha tentang pentingnya sebuah hubungan industrial. Bahwa serikat pekerja adalah partner dalam sebuah kelangsungan hidup perusahaan. Melalui  pintu ini, kita bisa meminta izin untuk melakukan sosialisasi serta orientasi kepada pekerja tentang pentingnya berserikat.

Keberanian itu menentukan.

Di PT. Epson, misalnya, tanpa keberanian karyawannya, saya kira selamanya hanya akan ada SPTP.

Perjuangan UMK, tanpa keberanian kita semua, saya kira tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan. Tanpa keberanian itu juga, kita tidak akan mendapatkan pekerjaan.

Bebaskan pikiran anda dari rasa ketakutan. Kemudian saksikanlah, betapa banyak hal indah yang bisa kita lakukan dengan bergabung dan menjadi anggota serikat pekerja. (Kascey)

.

Baca Tulisan Terkait:

Memilih FSPMI

“Bebaskan Pikiran dari Ketakutan”

– “Perubahan Membutuhkan Partisipasi”

“Andai Saja Pengambil Kebijakan Perpihak Kepada Pekerja”

3 Thoughts on “Edwin Christiawan: “Bebaskan Pikiran Dari Ketakutan””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *