IMG_00000672Komitmen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk menjadi organisasi serikat pekerja yang mandiri dan independent bukan hanya isapan jempol belaka. Hal ini terbukti, dari waktu ke waktu iuran anggota terus meningkat. Dengan mendanai perjuangannya sendiri, kaum buruh bisa menentukan cita-citanya tanpa intervensi dari pihak manapun.

Kita patut berbangga, bahwa FSPMI mampu menggerakkan roda organisasi dari dana yang diperoleh dari iuran anggotanya. Ini menjadi ciri organisasi yang kuat dan bermartabat.

Bahkan Handoko Wibowo, tokoh Omah Tani Batang, yang sempat mendengarkan paparan keuangan FSPMI mengatakan, Partai Politik pun akan iri jika tahu betapa antusiasnya anggota FSPMI dalam membayar iuran. “Hanya sedikit organisasi yang operasional organisasinya didanai oleh anggota,” ujarnya.

Menurut Bendahara Umum DPP FSPMI Judy  Winarno, hingga bulan Juli 2013 saja, iuran anggota yang sudah masuk ke DPP mencapai hampir 1,5 miliar. Seperti diketahui, besarnya iuran anggota FSPMI adalah 1% dari upah minimum. Dimana dari 1% tersebut, 60% dikelola oleh PUK dan 40% ditransfer ke DPP. Dana ini oleh DPP kemudian didistribusikan kiembali kepada seluruh perangkat organisasi: DPW, KC, PP, PC di seluruh Indonesia.

Disampaikan oleh Judy, terkait dengan peningkatan iuran anggota, jumlah distribusi ke perangkat pun meningkat. Distribusi untuk DPW FSPMI yang semula berjumlah Rp. 64,7 Juta menjadi Rp. 95 Jt (naik 47,5%). Sedangkan distribusi untuk KC FSPMI naik dari Rp. 29,7 Jt menjadi Rp. 40,5 Jt (naik 36,4%).

Distribusi untuk SPA juga mengalami peningkatan. Distribusi untuk SPEE FSPMI naik 73%, dari yang semula Rp. 78.720.000,- menjadi Rp. 127.210.000,-. SPAMK FSPMI naik 121%, dari semula Rp. 55.210.000,- menjadi Rp. 121.995.000,-. SPL FSPMI naik 75%, dari 31.350.000,- menjadi Rp. 47.605.000,-. Sedangkan si bungsu, SPAI FSPMI naik 43%, menjadi Rp. 36.300.000,-

Tentu saja kita berharap, dengan peningkatan jumlah iuran dan distribusi keperangkat organisasi, FSPMI akan tumbuh sebagai organisasi serikat pekerja yang kuat dan disegani. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan kehidupan kaum pekerja yang lebih sejahtera bisa tercapai. (Kascey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *