SPAI FSPMI Bersyukur Bersama Forum Silaturahmi Serikat Pekerja Kawasan Industri MM2100

Bekasi, FSPMI – Beberapa Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI FSPMI) Kab/kota Bekasi  bersama dengan Forum Silaturahmi Serikat Pekerja MM2100 (FSSP MM2100) mengadakan agenda silaturahmi, diskusi, sekaligus Santunan Anak Yatim, Rabu (24/11/2021).

Acara yang di kemas dengan konsep “SPAI BERSYUKUR” ini selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus juga mengingatkan dan mengajak kepada kita semua untuk tidak lupa bersyukur dan berbagi atas segala nikmat dan rezeky yang sudah kita dapat.

Acara kali ini adalah serangkaian acara yang sebelumnya sudah di laksanakan di Saung Buruh Jababeka,  di Omah Buruh Ejip dan kali ini bersama FSSP MM2100,  selanjutnya akan dilaksanakan bersama Forum luar kawasan dan Forum kota Bekasi.

Acara dilaksanakan di sekretariat Yayasan As-syifa Yasin kampung Rawa Julang RT.05/02, Ds. Mekarwangi, Kec. Cikarang Barat, Kab. Bekasi dan didukung oleh PUK-PUK yang ada di wilayah MM2100 dan kabupaten/Kota Bekasi antara lain WICA, TTNT,  URC, MU, HOGY, SATO, MIL, PANTOS, BRATACO dan SPC GRANITA.

Hadir dalam acara ketua FSSP MM2100 Nono Kartono beserta segenap pengurus, Anang Widodo selaku bidang organisasi dan pendidikan PC SPAI,  Sudibyo selaku bidang sosial PC SPAI,  sementara dari pihak As-syifa Yasin di wakili oleh Agus Budiyanto dan perwakilan dari PUK.

Penulis : Dibyo Puri
Foto : Yana Mulyana

Merugikan Generasi Penerus Bangsa, FSPMI Bandung Raya Menolak Keras RUU Omnibus Law

Bandung,FSPMI- Geliat penolakan terhadap RUU Omnibus Law, terus di teriakan oleh para Pekerja/Buruh, Mahasiswa, bahkan oleh kalangan masyarakat umum.Sesuai draff RUU yang mereka dapatkan dari berbagai sumber, terutama pada klaster Ketenagakerjaan, mereka semua menilai rencana perubahan undang – undang tersebut, akan merugikan tidak hanya untuk mereka semua, melainkan akan sangat berdampak kepada generasi mereka kelak.

Seperti yang di teriakan oleh para pekerja/buruh FSPMI Bandung Raya, dalam agenda rapat koordinasi KC,PC,PUK dan Pilar, bertempat di kantror sekretariatnya Jl.Bapak Ampi RT.01/RW.03 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Kamis (27/02/2020).

Jujun Juansah selaku ketua KC FSPMI Bandung Raya, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal terkait hasil Work Show dengan para petinggi FSPMI dari berbagai daerah se Indonesia, di Training Center Cisarua Bogor, beberapa waktu yang lalu.

FSPMI Bandung Raya Menolak Keras RUU Omnibus Law

Jujun menegaskan, bahwa hasil daripada Work Show tersebut, salah satunya adalah keseriusan kita FSPMI dalam rangka menolak adanya RUU Omnibus Law, sekaligus merancang beberapa konsep dan strategi untuk melakukan berbagai kegiatan penolakan RUU Omnibus Law, terutama pada klaster Ketenagakerjaan atau Cipta Kerja, lebih lanjut Jujun mengintruksikan kepada seluruh PUK FSPMI yang ada di Bandung Raya, agar segera melaksanakan konsolidasi dengan seluruh anggota di tiap – tiap perusahaannya masing – masing.

Pada agenda konsolidasi di tiap – tiap PUK tersebut, KC FSPMI Bandung Raya pun, rencananya akan hadir untuk mensosialisasikan terkait bahayanya Omnibus Law Cipta Kerja, dengan berkeliling ke seluruh perusahaan sesuai jadwal yang telah di sepakati oleh semua PUK.

Selain itu FSPMI Bandung Raya juga, akan melaksanakan sosialisasi dan pengumpulan tandatangan berupa petisi, langsung kepada masyarakat umum di jalan – jalan, bahkan akan melaksanakan konsolidasi atau rapat akbar dalam waktu dekat, serta akan memasang spanduk penolakan Omnibus Law secara serentak yang akan di pasang di depan pabrik – pabrik dan tempat – tempat strategis di pinggir jalan raya.

Di penghujung acara peserta rapat bersama sama antusias mengikuti rekaman video dengan durasi pendek, terkait penolakan Omnibus Law Cipta Kerja yang di rekam langsung oleh tim Media Perdjoeangan FSPMI Bandung Raya.

(Kadry Supriatna)

Tolak Omnibus Law, PUK Epson Batam Gelar Sosialisasi

Batam, KSPI – Omnibus Law RUU Cipta Kerja perlu dilawan, perlu ditolak. Tapi apakah kita sudah siap untuk menjawab tantangan dari khalayak awam tersebut ? disini PUK SPEE FSPMI PT Epson Batam ikut serta dalam memberikan pengertian akan bahayanya Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja kepada anggotanya.

Sosialisasi yang digelar ini bertujuan agar seluruh anggota dapat memahami substansi isi dari RUU tersebut.

“Hari ini, kami PUK Epson Batam menggelar sosialisasi terkait dampak buruk RUU Cipta Kerja bagi buruh/pekerja,” kata Heri Aprianto, sekretaris PUK PT Epson Batam.

Sosialisasi ini dihadiri sekitar 500 anggota PUK yang sebagian besar adalah buruh perempuan. 27 Februari 2020 menjadi awal bagi pengurus PUK PT Epson Batam untuk terus menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law dan akan dilanjutkan dengan agenda yang lain.

PUK SPEE FSPMI PT Epson Batam ikut serta dalam memberikan pengertian akan bahayanya Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja kepada anggotanya.

Dalam waktu dekat pengurus PUK Epson Batam berencana mengadakan diskusi publik terhadap Omnibus Law di Sekretariat PUK di Ruko Pendawa.

Ada 9 alasan mengapa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang dijelaskan satu persatu oleh Alfitoni, 9 alasan tersebut yaitu ;
1. Hilangnya upah minimum (UMK/UMSK)
2. Hilangnya pesangon
3. Outsourcing bebas diterapkan di core bisnis
4. Kerja kontrak tanpa batasan waktu
5. Waktu kerja yang eksploitatif
6. TKA buruh kasar berpotensi bebas masuk ke Indonesia
7. Mudah di PHK
8. Jaminan sosial terancam hilang
9. Sanksi pidana bagi pengusaha hilang

Operator Hingga Manager, Hadiri Konsolidasi Akbar PUK SPAMK FSPMI PT. Hitachi Indonesia

Karawang, FSPMI – Tidak ada kata lelah untuk melakukan Konsolidasi. Seperti kali ini dilakukan oleh Kawan – kawan PUK SPAMK FSPMI PT. Hitachi Indonesia (HCID) Karawang. Rabu, (26/02/2020)

Bertempat di Ruang Sakura Rumah Makan Indo Alam Sari Jalan Arteri Karawang barat. Konsolidasi ini di hadiri oleh 150 anggota yang terdiri dari level operator sampai level manager .

Sebelum Konsolidasi Akbar dimulai terlebih dahulu ada penjelasan tentang Pembaharuan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) yang di isi oleh Tasuri wakil Ketua bidang PKB dan Hubungan Industrial PUK SPAMK FSPMI PT. HCID Karawang.

Konsolidasi Akbar PUK SPAMK FSPMI PT. Hitachi Indonesia

Heri Mulyono selaku Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. HCID Karawang mengatakan bahwa “Agenda ini adalah tentang sosialisasi tentang pembaharuan PKB. Selain ini juga untuk menjaga Silaturahmi anggota” pungkas nya Heri Mulyono.

Dalam kesempatan kali ini hadir juga Asmat Serum Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang sekaligus Ketua KC FSPMI Kabupaten Karawang. Asmat serum memberikan sambutannya
“Jangan anti tentang Omnibuslaw karena ini akan berdampak dengan perubahan PKB. Apalagi Pembaharuan PKB PT. HCID yang sudah mulai tahap yang sangat bagus.

Dan mulai saat ini suarakan penolakan Omnibuslaw.
“Sebagus apapun PKB jika Omnibuslaw di ketuk palu maka PKB tidak akan berguna.” Tambahnya Heri

Sampailah pada acara konsolidasi Akbar yang diisi oleh Aang Ruhaedin selaku Sekretaris bidang advokasi PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang .

Ada beberapa yang di jelaskan oleh Aang Ruhaedin dalam konsolidasi Akbar ini yakni tentang Komponen upah, pesangon, dan PHK serta keluh kesah untuk anggota yang berselisih dengan perusahaan.

Jangan lengah tentang Omnibuslaw
Solidaritas adalah jiwa FSPMI

(Akhmad Carsa)

Tanggap Bencana, PUK SPAMK FSPMI PT. AT INDONESIA Dirikan Posko Banjir

Karawang, KPonline – Tingginya curah hujan yang terjadi di Indonesia beberapa minggu belakangan ini membuat sebagian wilayah di Indonesia berdampak banjir.

Hal ini pun melanda pula di beberapa tempat di Kabupaten Karawang yang secara geografis dilalui oleh salah satu sungai besar yang ada di Jawa Barat yaitu sungai Citarum. Program Citarum Harum yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ternyata belum cukup ampuh untuk mengatasi bencana tahunan yang sering melanda sebagian wilayah di sepanjang aliran sungai ini. Dampak luapan sungai Citarum ini pun dirasakan oleh warga masyarakat yang bertempat tinggal di Perumahan Karawang Baru Indah Karawang Barat.

” Luapan Sungai Citarum masuk ke perumahan warga sekitar pukul 08.00 “ kata salah seorang warga yang bersedia di wawancarai.

Mendengar kabar tersebut kemudian para pengurus PUK SPAMK PT. AT Indonesia yang di pimpin oleh Engkos Kosasih berinisiatif untuk mendirikan POSKO BANJIR di wilayah Perumahan Karawang Baru Indah. Selain sebagai POSKO untuk tempat pengungsian anggota PUK SPAMK PT. AT Indonesia,

Posko Banjir PUK SPAMK FSPMI PT. AT INDONESIA

Posko Banjir PUK SPAMK FSPMI PT. AT INDONESIA

POSKO ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengungsi atau sekedar untuk melepas lelah bagi para korban banjir di Perumahan Karawang Baru Indah. Lokasi pendirian posko berada di belakang masjid di samping taman Perumahan Karawang Baru Indah, dipilihnya lokasi ini karena dianggap sebagai tempat strategis yang bisa dijangkau oleh para anggota PUK SPAMK PT.AT Indonesia dan para warga masyarakat.

Posko pengungsian ini juga dilengkapi oleh genset sebagai sumber catu daya, sehingga warga yang mengungsi bisa memanfaatkan nya sebagai sumber energi untuk peralatan elektroniknya.

“ Posko ini kita lengkapi dengan perahu karet untuk membantu evakuasi warga dan dispenser untuk kebutuhan minum warga terdampak banjir “ kata Engkos Kosasih.

Setelah posko banjir selesai berdiri kemudian secara simbolis Engkos Kosasih menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga sekitar . –Dan-