Aparat bersiap membubarkan aksi buruh PT. Indofood Purwakarta | Foto: Devl Purwakarta

Aparat bersiap membubarkan aksi buruh PT. Indofood Purwakarta | Foto: Devl Purwakarta

Buruh PT. Indofood Cbp Sukses Makmur tbk, Div. Packaging, Purwakarta berduka. Kemarin sore, Rabu (2/7) aksi mogok kerja yang mereka lakukan secara damai direpresif oleh aparat kepolisian. Akibat tindakan itu, beberapa orang buruh menderita luka. Puluhan motor rusak dan enam orang buruh ditahan.

Padahal buruh Indofood yang sedang melakukan mogok kerja hampir semuanya sedang menjalankan ibadah puasa. Tidak bisa disangkal, ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Apalagi, seperti kehilangan kendali, aparat bahkan sampai mengejar dan menangkap buruh hingga kedalam pabrik.

Presiden FSPMI-KSPI Said Iqbal mengutuk tindakan oknum aparat kepolisian yang telah merepresi buruh. Apalagi saat ini bulan Ramadhan. Seharusnya aparat keamanan bisa menahan diri dan lebih bijak dalam melihat persoalan. Dengan membubarkan mogok kerja buruh melalui kekerasan, kata Iqbal, terkesan pihak kepolisian lebih mengutamakan kepentingan pengusaha. Karena itu pihaknya akan melakukan langkah-langkah secara organisasi untuk menyikapi peristiwa ini.

“Hukum dan keadilan harus ditegakkan,” kata Iqbal.

Senada dengan Said Iqbal, Iswan Abdullah juga menyatakan protesnya. Laki-laki yang menjabat sebagai Vice Presiden FSPMI ini tak bisa menyembunyikan marahnya. “Pihak kepolisian, Anda dibayar dengan pajak. Termasuk pajak dari keringat-keringat buruh. Seharus Kepolisian mengayomi seluruh masyarakat, bukan menjadi pembeking pengusaha hitam yang diduga karena bayaran uang. Dalam konteks hubungan industrial berdasarkan ketentuan normatif, pihak kepolisian tak punya hak untuk mencampuri bahkan menjadi antek para pengusaha hitam. Tugas kepolisian hanya kamtibmas. Sementara itu tidak ada pelanggaran kamtibmas yang dilakukan oleh karyawan PT. Indofood karena memang aksinya sesuai peraturan perundangan yang dilakukan secara damai.”

Permasalahan buruh PT. Indofood Cbp Sukses Makmur tbk, Div. Packaging ini berawal dari permintaan berunding tentang kenaikan upah yang selama ini dirasa tidak adil. Karena permintaan berunding tidak ditanggapi, buruh memutuskan untuk melakukan mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan Undang-undanng. Hingga saat ini, buruh Indofood sudah 4 bulan tidak mendapatkan upah. Bahkan jaminan kesehatan yang sebelumnya mereka dapatkan sudah diputus.

Terhadap tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian, hari ini (3/7) buruh akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan kemudian dilanjutkan di Kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Selain mengutuk tindakan aparat kepolisian yang merepresi buruh di bulan Ramadhan, FSPMI-KSPI juga menuntut lima hal berikut:

1. Usut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat Brimob yang sedang melakukan aksi mogok kerja di PT. Indofood Cbp Sukses Makmur tbk, Div. Packaging, Purwakarta.

2. Copot Kapolda Jawa Barat.

3. Menuntut Pihak Kepolisian memberikan biaya pengobatan dan ganti rugi terhadap kendaraan buruh yang rusak.

4. Menuntut management PT. Indofood untuk ikut bertanggung  jawab dan meminta maaf di media nasional.

5. Angkat pekerja Outsourcing menjadi pekerja tetap.

Selain mendesak agar 5 tuntutan itu direalisasikan, buruh juga menyerukan kepada masyarakat untuk memboikot produk Indofood. Seruan boikot dilakukan karena Indofood diproduksi dengan cara mengeksploitasi buruh-buruhnya. (Kascey)

 

Categories: Aksi