Karawang – Ribuan Buruh dari beberapa federasi yang tergabung dari Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) Karawang serempak melakukan aksi unjuk rasa dengan Tema Karawang Darurat Upah, Selasa (23/11/2021).

Hal ini dipicu pasca Pemerintah Pusat secara resmi mengumumkan kenaikan UMP tahun 2022 rata-rata nasional sebesar 1,09 persen.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, angka tersebut diperoleh dengan menggunakan formulasi penghitungan baru yang berasal dari PP turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 atau UU Cipta Kerja. Selasa, (23/11/21)

Setelah pengumuman UMP 2022, dari Pemerintah provinsi Jawa Barat secara resmi juga sudah menetapkan kenaikan upah minimum provinsi tahun 2022 naik 1,72 persen dari tahun ini atau menjadi Rp 1.841.487.

Dari pantauan awak Media Perdjoeangan ribuan buruh dari kawasan kawasan Yang ada di Kabupaten meradang dan memanas di depan Gerbang Pemda Kabupaten Karawang yang masih menunggu Hasil Keputusan Rapat KBPP dengan Bupati Karawang.

Menurut keterangan salah satu masa aksi mengungkap mereka akan menunggu sampai malam bila perlu menginap di Depan Pemda karena ini merupakan perjuangan upah Karawang yang sebagai Urat nadi kaum buruh.

“Kami semua buruh yang tergabung dalam Koalisi Buruh Pangkal Perdjoeangan (KBPP) akan terus bertahan sampai ada Keputusan yang pasti bagi kami sebagai buruh Karawang, bila perlu kami akan menginap sampai pagi,” tutur salah satu buruh yang enggan disebut namanya itu.

Bahkan menurutnya, dengan aksi Karawang darurat upah ini pemerintah harus buka mata kalau Upah Karawang tahun 2021 ini harus ada keputusan malam ini.

Aksi hari ini pun yang masih bertahan di depan Pemda kota dan kabupaten seperti Cilegon sampai tuntutan buruh di penuhi.