Lebak, FSPMI – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi solidaritas tentang perjuangan upah buruh di Kabupaten Lebak, Banten, yang berlangsung hari ini di Kantor Bupati Lebak, Jum’at (26/11/2021).

Dalam pertemuan pengawalan upah 2022 akhirnya bertemu, yang di mana dari unsur buruh diwakilkan oleh Sidik Uen, Ade Supriyatna, Jamin dari SPN, Sopian S, Soni Andika, dan Kusmiati Nur dari FSPMI. Dan dari unsur pemerintah diwakilkan oleh Tajudin selaku Kadisnaker Kabupaten Lebak, Al Qadri selaku ASDA 1 Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana selaku Kabag Kesra Kabupaten Lebak.

“Kami meminta kenaikan upah Kabupaten Lebak dengan dasar KHL dan survey pasar tidak hanya menuntut tanpa dasar. Kami pun meminta bupati untuk mencabut rekomendasi upah tahun 2022 sebelumnya yang sudah ditandatangani mengacu kepada aturan PP 36/2021, karena putusan MK sudah dikeluarkan bahwa upah merupakan kebijakan strategis dan pemerintah daerah harus menjalankannya dengan dasar hukum aturan kembali ke PP 78/2015,” ucap Sidiq uen.

Tidak hadirnya Bupati Lebak diwakili oleh Asda 1 Kabupaten Lebak, Al- Qadri akan menyampaikan tuntutan buruh ini terhadap bupati.

“Kami menerima dengan baik aspirasi teman-teman buruh, namun hasil pertemuan hari ini harus kami sampaikan ke bupati, apakah akan dirapatkan kembali pleno pengupahan Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

Kadisnaker Kabupaten Lebak yang hadir, Tajudin mengatakan, tidak bisa langsung mencabut rekomendasi sebelumnya. “Perlu rapat kembali, karena baru kemarin hasil putusan MK dibacakan, jadi perlu adanya rapat mengetahui Bupati tentunya,” kata dia.

Unsur buruh tetap meminta hari ini harus dikeluarkan Rekomendasi Bupati Lebak terkait kenaikan Upah 2022.

“Kami minta kepastiannya Pak, hari ini harus diputuskan. Jika memang harus kembali untuk pleno Kabupaten Lebak setidaknya harus jelas kapan waktunya, karena pleno lanjutan di provinsi hari ini akan dilakukan dan kami butuh jawaban dari bupati. Jika memang harus tunggu sampai malam akan kami lakukan sampai ada jawaban pasti dari bupati,” ucap Soni Andika.

Karena waktu sudah menunjukan pukul 11.40 WIB waktunya menunaikan shalat Jum’at, rapat ditunda dan buruh tetap mengawal sampai ada kabar dari bupati Lebak terkait keputusan Hasil hari ini. (Mia/Ayu)