(Image : http://www.vectorfree.com)
(Image : http://www.vectorfree.com)

Meski Toyota, Ford, dan Holden (General Motors) sudah memutuskan untuk menghentikan operasional pabriknya di Australia, jumlah pekerja di bidang otomotif justru bertambah. Data Auto Skills Australia (ASA) menunjukkan, sekitar 4.000 lapangan kerja tercipta periode tahun fiskal 2012-2013.

Sampai Juni 2013, tercatat total 361.000 orang ditawarkan untuk bekerja di bidang otomotif, merupakan pertumbuhan terbesar dari sektor tenaga kerja di Australia. Divisi yang berkembang meliputi, penjualan suku cadang, perbaikan, perawatan, dan penjualan ban kendaraan.

“Penambahan pekerja di sektor ini lebih baik kondisinya, mengimbangi ancaman kehilangan pekerjaan di sektor perakitan dan penjualan kendaraan. Menunjukkan agregat positif, penambahan jumlah pekerja dari seluruh sektor penunjang industri,” tulis Auto Skills, yang dilansir Inautonews, akhir pekan lalu (23/3/2014).

Perakitan kendaraan
ASA menambahkan, jumlah pekerja yang ada di sektor perakitan kendaraan hanya berkisar 13 persen, sisanya justru datang dari industri pendukung, seperti servis, perbaikan, dan perawatan. Hasil survei terkini yang dilakukan menunjukkan 44 persen dari bisnis otomotif berkaitan dengan layanan purna jual.

Setidaknya ada 15 persen responden berkomentar bisnis ini akan menghadapi pertumbuhan yang negatif. Tapi, 50 persen responden lain percaya kondisi bisnis otomotif akan membaik dalam beberapa tahun terakhir meskipun tidak punya basis produksi lagi.

“Perusahaan besar itu (principal otomotif) sekarang tengah mencari jalan supaya tetap bisa ikut dalam industri otomotif dengan inovasi baru. Antara lain, menciptakan fasilitas bengkel yang bagus, pelatihan pegawai, modal usaha untuk peralatan, mengejar fokus konsumen, dan potensi servis,” tulis ASA.

http://otomotif.kompas.com/read/2014/03/25/1119041/Banyak.Pabrik.Tutup.Jumlah.Pekerja.Otomotif.di.Australia.Justru.Bertambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *