Outsourcing vs Revolusi Industri 4.0

Jakarta,FSPMI.or.id – Rasanya sejak rejim Jokowi setiap 1 Mei perayaan Hari Buruh sedunia selalu mendapat respon negatif yang paling keras dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sekarang respon negatif kembali diperlihatkan saat perjuangan penghapusan sistem Outsourcing (OS). Rakyat diteror jika sistem Outsourcing dibubarkan maka akan banyak pengangguran.

Padahal ancaman pengangguran yang sedang menganga di depan mata adalah menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dengan Revolusi Industri 4.0 dunia industri tidak akan banyak menggunakan lagi tenaga manusia.

Sebelum ramai di bicarakan Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang sudah banyak korban pekerja yang di PHK. Contoh terjadi ketika PLN memaksakan penggantian kWh meter menjadi Listrik PraBayar/Token, yang berakibat banyaknya pekerja dari pabrik produsen kWh meter yang harus kehilangan pekerjaan dan tidak lagi ada penerimaan pekerja untuk menggantikannya.

Sedangkan sebagai penerima tenaga kerja yang baru tidak bisa karena pabriknya sudah tutup. Buruknya malah terjadi juga di perusahaan milik negara, BUMN, yang seharusnya negara menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyatnya malah dijadikan peluang bagi swasta untuk menghabikan uang negara dengan lahirnya vendor-vendor outsourcing

Di PLN saja dengan penggantian kWh meter menjadi prabayar berakibat dengan banyaknya pekerja pembaca meter yang harus kehilangan pekerjaan. Bahkan belum lama ini di Surabaya, Pekerja outsourcing PLN di bagian Operator Gardu Induk pun harus terkorban PHK padahal masa kerja mereka sudah puluhan tahun dan masih menjadi karyawan outsourcing pula. Ini sebagai bukti imbas Revolusi Industri 4.0 efeknya seperti efek domino yang akan merembet ke bidang lain.

Di sisi lain biaya yang dibutuhkan oleh perusaan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah biaya yang sangat besar yang harus disiapkan diawal untuk menyiapkan alat-alat yang lebih canggih, modern dan robotic. Sehingga menjadi sangat berkaitan dijalankannya sistem outsourcing yang kini diperparah dengan sistem magang adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga perusahaan bisa menutupi kebutuhan biaya untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang memang sangat besar.

Maka kecurigaan terhadap penghapusan sistem outsourcing dianggap akan menimbulkan banyak pengangguran adalah sikap yang sangat berlebihan dan seakan-akan menteror rakyat karena disampaikan secara masif dalam kampanye politik.

(Deddy)

Rachmawati Soekarno Putri Menangis Ingat Sosok Ayahnya dan Melihat Ada Dalam Diri Prabowo

SOLO, FSPMI.or.id – “Mata saya terasa sayup dan menetes tak terhankan dari tadi, saya meliat kalian di kota solo ini mengingatkan saya pada ayah saya terlebih dalam diri Prabowo Subianto ia ada dalamnya dan Prabowo yang bisa menjalankan ajaran ajaranya, terimaksih rakyat baik hatinya,” Ungkap Rachmawati Soekarno Putri ketika memberi sambuatn dan orasi dalam kampanye akbar Calon Presiden nomer urut dua Prabowo Subianto. Stadiun Sriwedari Solo. Rabo (10/4/2019)

Rachmawati juga menambahkan dia hidup di dalam ajaran ajaran ayahnya sejak ia masih di kecil dan yang dia sayangkan kesekian banyak orang yang ada hanya sedikit yang masih hidup di dalam ajaran jiwa patriot dan mimpi mimpi putra sang fajar itu

“Saya adalah orang yang hidup di dalam ajaran ajaran ayah saya bukan hanya sebagai anak tapi juga sebagai warga negara yang mencintai negeri ini, dan yang membuat saya sedih adalah hanya sedikit yang masih bisa mewarisi beliau dan Prabowo subianto salah satunya karena satu tau benar dan kami selalu bersama” Tukasnya

Ia juga menambahkan pesan kepada para Anggota TNI dan Polri ASN bahwa mereka adalah patriot pengayom masyarakat jadi jangan menjadi bagian dari kepentingan

“Yang terakhir saya berpesan kepada TNI dan Polri ASN kalian adalah pengayom rakyat jangan ikut ikut berkompetisi kalian adalah abdi negara bukan abdi kekuasan” Tandasnya

Selaras dengan itu dalam salah petikan orasinya Prabowo Subianto juga menuturkan bahwa pihaknya yakin TNI dan Polri sudah Netral dalam hajat negara itu

“kami yakin dan kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan TNI bekerjasama dengan KPU bahwa Mereka akan netral dan mereka akan mengemban amanah untuk lancaranya Pemilu besok, tapi yang pasti Mutlak kita sudah menang,” Pungak Prabowo Subianto

[Nkh]

Pada Kampanye Akbar Di Solo Prabowo Nyatakan Pihaknya Tidak Butuh Survey

SOLO, FSPMI.or.id – “Saya tidak butuh survey untuk tau siapa mmati yang akan menang, karena kita semua tau dan kalian tau di dari hanya melihat yang datang di Lapangan ini siapa yang akan menang, dan ketahuilah ini tidak hanya di Jawa Tengah tapi juga di manapun kita berada Mutlak Kita Menang,” Ungkap dengan gagah Capres nomer urut 2 Prabowo Subianto di atas panggung ketika menyapa pendukunya di Jawa tengah. Stadiun Sri Wedari Solo, Rabo (10/4/2019)

Seperti yang sudah di agendakan bahwasanga hari ini di solo adalah salah satu rangkain kampanye akbar terbuka oleh dari paslon nomer urut dua itu

diketau peserta kampanye tidak hanya datang dari sekitaran Solo Raya saja, mereka juga datang seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah bahkan sebagian dari Jawa Timur seperti Megetan dan Ngawi bahkan Bali

Prabowo Subianto juga menabahkan bahwa pihaknya tidak mengira kalo antusiasme warga Jawa Tengah itu begitu luar biasa masyarakat tumpah ruah memenuhi di Stadiun yang berada di kota yang terkenal dengan sebutan Teh Spirit Of Java itu apalagi memang hambatan untuk terselangaranya acara pada siang itu sempat terjadi terkait perizinan lokasi untuk kampanye terbuka itu

“Saya tidak menyangka bahwa siang ini saya di kejutkan sekaligus bahagia bisa bertatap muka dengan warga di Jawa Tengah setelah seperti yang kita semua ketahui bahwa kami sempat di hadapakan dengan perizinan yang berbelit dan terkesan di hambat,

bahwa pada rencana awal kita akan gelar acara ini di Lapangan Simpang Lima tapi ngak boleh, di Stadion Jati Diri tapi ngak boleh tapi kita tidak boleh putus asa karena rakyat tau siapa yang kita butuhkan untuk memimpin negeri ini” Tukasnya

Prabowo juga menambahkan “kemarin juga ada yang bertanya kepada saya dan terkesan mengejek ia bertanya ke poster dan baliho Bapak Prabowo ngak ada padahal kan calon Presiden kemudian saya menjawab saya tidak punya uang untuk cetak Baliho tapi kami percaya dan yakin tanpa baliho sekalipun kami ada di hati rakyat” Tandas Prabowo

“Hari ini kami semakin yakin bahwa kami berhenti untuk mengucap kata semoga, insyaallah karena jelas kita sudah menang, ini untuk kalian semua rakyatku” Pungaks Prabowo Subianto

[Nkh]