Bidang Organisasi DPP FSPMI Gelar Pendidikan di Serang

Serang,FSPMI– Apa itu Serikat Pekerja? Bagaimana cara berorganisasi? Mungkin pertanyaan itu menjadi rasa keingintahuan pekerja yang memang awam sekali dengan organisasi serikat pekerja.

Tepat hari Minggu, tanggal 20 November 202, DPP FSPMI Bidang Organisasi mengadakan Training Organizer bersama Tim Organizer Serang dan Cilegon bertempat di RM Grogol, Cilegon.

Dengan tema “Bimbingan Teknis Perencanaan Pengorganisasian”, ini dihadiri oleh perwakilan beberapa PUK SPA Serang dan Cilegon, PIC Organizer daerah juga hadir dari DPP FSPMI yakni Nani Kusmaeni, Yasin, Mimin Ida Nurjanah dan Iza perwakilan dari Solidarity center

Dalam pembukaannya Nani Kusmaeni menyampaikan pentingnya bersolidaritas dengan cara berserikat dan pentingnya membangun juga memperluas jaringan agar organisasi menjadi kuat.

“Konsep berserikat itu memberdayakan bukan memanfaatkan.” Kata Yasin dalam sambutannya.

Dengan diadakannya training ini, tujuannya jelas membangun organisasi dimulai dari tujuan organisasi itu sendiri, bagaimana membuat kuat organisasi, serta meningkatkan pengetahuan tentang berserikat.

Pentingnya peran serta dari tingkatan Unit Kerja dan Cabang dalam memberikan pemahaman perekrutan anggota baru, sekaligus memberikan penyegaran kepada anggota yang telah lama bergabung dan harus mempunyai target.

“Harapannya adalah FSPMI Serang pun bisa menciptakan kader muda dalam mengorganiser dan memberikan warna baru dengan kreatifitasnya dalam mengembangkan Pimpinan Unit Kerjanya dimulai dari lingkungan tempat bekerjanya” Kata Isbandi Anggono selaku Perwakilan KC FSPMI Serang.(Muhimin/ Kontributor Serang)

Pendidikan Lanjutan Keorganisasian SPAI FSPMI Kota Surabaya

Surabaya,FSPMI – Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Kota Surabaya mengadakan Agenda pendidikan Pendidikan Lanjutan Keorganisasian dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Anggota Dalam Berorganisasi “. Cuaca yang sejuk di Sabtu pagi ,20 November 2021 membuat nyaman suasana Pendidikan Lanjutan di Chicu Fried Chicken ,jalan Kupang Jaya 33 Surabaya.

Pendidikan Lanjutan adalah jenjang pendidikan yang dilaksanakan setelah peserta menempuh Pendidik Dasar sebelumnya.Agenda Pendidikan Lanjutan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, Sabtu dan Minggu (20-21 November 2021) secara full day yang dimulai pukul 9.00 sampai dengan pukul 17.30 WIB yang diikuti oleh 25 peserta.

Peserta berasal dari 10 PUK SPAI Kota Surabaya yakni PUK Adhibaladika Agung, PUK Deverindo Indograha Raya, PUK G4S Security Services, PUK Prosam Plano, PUK Atlantic Biruraya, PUK Enam Jaya, PUK Fast Food Indonesia, PUK ISS Jatim, PUK Ultra Prima Abadi, PUK Tunjungan Crystal Hotel, dan 2 PUK SPAI Kabupaten Sidoarjo yakni PUK Leef Esens Flora dan PUK Triteguh Manunggal Sejati serta beberapa Pengurus dari PC SPAI Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Supriyadi selaku Ketua PC SPAI FSPMI Kota Surabaya menyampaikan bahwa demi mewujudkan kemandirian anggota perlu diadakan program pendidikan . Dengan adanya pendidikan baik secara formal di kelas maupun dengan diskusi secara santai, diharapkan peserta lebih paham dalam berorganisasi sehingga bisa diciptakan kaderisasi yang sudah siap di masa mendatang.

Hadir dalam agenda Pendidikan Lanjutan, beberapa pengurus dari Pimpinan Pusat SPAI FSPMI yakni, Nur Mubin selaku Ketua Bidang Pendidikan, Agus Riyanto selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, Koco Prasetyo selaku Ketua Bidang Infokom dan Aksi, Berhard Situmea selaku Wakil Ketua Bidang Advokasi, dan Amrizal selaku Ketua Bidang Organisasi.

Serikat Pekerja adalah organisasi yang kompleks, tidak bisa disamakan dengan organisasi lainnya bahkan sebuah Partai Politik.

Untuk mencapai segala sesuatu yang kompleks tersebut, maka perlu diadakannya Program Pendidikan bagi anggota.

Bicara pendidikan adalah bicara tentang sistem, yakni penyampaian dari materi dan adanya diskusi. Ada Materi, ada Trainer, dan ada Peserta adalah syarat diadakannya agenda pendidikan.
Dengan kemauan dan kesadaran yang tinggi dari anggota untuk belajar dalam Program

Pendidikan, maka akan menambah wawasan anggota itu sendiri demi kemajuan organisasi.
Materi pendidikan lanjutan terbagi atas 5 sesi, yakni ;
1. Serikat Pekerja dan Organisasi
2. Administrasi dan Kesekretariatan
3. Manajemen Keuangan Serikat Pekerja
4. Analisis SWOT
(strength , weakness, opportunities, threats)
5. Permusyawaratan Organisasi

Materi pendidikan lanjutan yang langsung disampaikan oleh Nur Mubin juga membahas tentang teknik perundingan , “Dalam sebuah perundingan, ada beberapa hal yang menjadi pegangan bagi anggota, yakni Kepentingan,Kemanusiaan, Sosial dan Undang-Undang”, kata pria yang akrab di panggil Pakde ini.

3 hal terpenting dari hasil perundingan antara Serikat Pekerja dengan Pihak Perusahaan terhadap fasilitas Serikat Pekerja adalah :
1. Pemotongan COS (Check of System) melalui payroll atau sistem penggajian ;
2. Diberikannya ruang Kesetariatan bagi Serikat Pekerja; dan
3. Adanya PKB (Perjanjian Kerja Bersama) di Perusahaan.

Sesi terakhir Pendidikan Lanjutan hari pertama ditutup dengan membuat tugas atau praktek dalam membuat rancangan anggaran pengeluaran belanja organisasi atau budgeting anggaran di internal PUK ( Pimpinan Unit Kerja) masing-masing.

(Maynang Suhartanto)

Antisipasi PHK Massal Akibat PPKM Darurat, Ini Yang FSPMI NTB Lakukan

Jakarta,FSPMI-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang oleh Pemerintah sampai tanggal 23 Agustus 2021 khusus daerah luar pulau jawa. Dengan kebijakan ini tentunya akan berpengaruh kepada beberapa sektor, termasuk disektor ketenagakerjaan. Mengingat kebijakan PPKM ini sangat terasa oleh perusahaan, termasuk Perusahaan di NTB ini juga.

Mengingat PPKM ini akan berpengaruh ke beberapa hal di sector ketenagakerjaan, semisal seperti akan adanya pekerja yang dirumahkan, pengurangan tenaga kerja di beberaja jenis perusahaan, seperti Perhotelan, restoran, atau usaha-usaha yang pendapatannya menurun. Hal ini tentunya akan memicu gelombang PHK terhadap pekerja.

Maka hal diatas perlu sekiranya untuk diantisipasi, agar gelombang PHK tersebut tidak terjadi. Shinggah hal inilah yang mendasari Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Nusa Tenggara Barat (DPW FSPMI NTB) merapatkan barisan untuk membahas terkait ancaman gelombang PHK di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Disamping itu kami mendorong kepada Pemprov NTB DPRD Provinsi NTB agar angkat bicara hal tersebut, tentunya perlu strategi dan kebijakan yang harus dikeluarkan oleh Pemvrov NTB guna menjaga keseimbangan antara perusahaan dengan pekerja. Termasuk juga dengan pemerintah daerah Kabupatan / Kota dan DPRD Kabupaten / Kota di wilyah NTB untuk melakukan hal yang sama, dalam hal ini angkat bicara terkait mengantisipasi ledakan PHK.

Puluhan Pemuda Sosa Julu Geruduk Kantor Managemen PT. DNS PHG SSI. Begini Ceritanya

Jakarta,FSPMI-Sedikitnya sekitar 40-an massa pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pemudi (IPP) Kecamatan Sosa Julu, Kabupaten Padang Lawas, dengan mengendarai puluhan unit sepeda motor datang menggeruduk Kantor Managemen PT. Damai Nusa Sekawan (DNS) anak perusahaan Perata Hijau Group (PHG) Kebun Sosa Indah (SSI) pada hari senin (09/08/2021) pagi tadi.

Kedatangan puluhan massa pemuda dari 12 desa di Kecamatan Sosa Julu itu, untuk mempertanyakan tentang legalitas perusahaan PT. DNS PHG SSI, juga guna menuntut kewajiban perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota RSPO, yang selama ini dinilai pemuda merugikan masyarakat Sosa Julu.

Koordinator massa aksi puluhan pemuda itu, diantarnya Muhammad Habibi Hasibuan, Sahwin Harahap, Arifin Bakti Harahap dan penangung jawab Awal Raja Tola Hasibuan. Dalam aksinya, masa menuntut masalah legalitas HGU (Hak Guna Usaha) PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah.

Selain itu, masa aksi juga menuntut kewajiban perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta itu, soal kebun plasma ssluas 20% dari luas legalita HGU PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah, sesuai dengan aturan UU tentang Perkebuan dan Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN Nomor 11 / SE-HK.02.02/VIII/2020 tentang Pelaksanaan Kewajiban Perusahaan Dalam Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat.

“Kami menuntut perusahaan PT. DNS Kebun Sosa Indah, anak perusahaan PHG, untuk memberikan atau mengadakan lahan plasma kepada masyarakat, Kemitraan usaha perkebunan, seperti yang tertuang dalam Undang-undang nomor 39 tahun 2014 pasal 57 tentang perkebunan
serta menuntut tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) hingga peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” massa aksi saat menggeruduk kantor managemen PT. DNS PHG Kebun Sos Indah itu.

“Dalam aksi damai ini ada empat tuntutan kewajiban yang kami minta kepada PT. Damai Nusa sekawan (DNS) kebun Sosa indah agar disegera di penuhi, dimana selama ini kami menilai perusahaan tersebut tidak menjalankan tanggungjawabnya dengan baik sesuai amanat undang-undang nomor 39 tahun 2014, serta merugikan masyarakat Sosa Julu,” terang Sahwin.

Massa aksi yang datang secara mendadak dan masih jam kerja di pagi hari itu, tida bertemu dengan Manager PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah. Massa aksi hanya diterima oleh Kepala Tata Usaha (KTU) PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah, Sutaryo yang didampingi oleh sejumlah personil security perusahaan.

“Manager sedang perjalanan dinas ke kantor PT. VAL PHG Huta Lombang. Nanti demo ini akan disampaikan kepada pihak pimpinan managemen,” ujar Sutaryo menanggapi aspirasi massa pemuda.

Sebelum membubarkan diri, massa pemuda sempat membuat kesepakatan dengan KTU PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah, Sutaryo yang isinya, dalam waktu 3×24 jam pihak massa aksi harus mengadakan forum diskusi dengan pihak managemen PT. DNS PHG Kebun Sosa Indah untuk mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan. Apabila tidak tercapai solusi atas tuntutan yang disampaikan oleh massa IPP Sosa Julu, maka massa pemuda IPP Sosa Julu akan memblokir jalan produksi perkebunan swasta tersebut.

PUK SPAMK-FSPMI PT.JAI Selenggarakan RAKERNIK 1, Debat Panaspun Tak bisa Dihindarkan

Pasuruan,FSPMI- PUK SPAMK-FSPMI PT Jatim Autocomp Indonesia (PUK JAI) telah melangsungkan Rapat Kerja Unit Kerja (RAKERNIK) yang pertama.

Bertempat di Auditorium PT. Jatim Autocomp Indonesia (JAI) yang berada di Jl. Wonoayu No.26, Wonoayu Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/8/2021).

Dihadiri oleh sekitar seratus anggota, RAKERNIK 1 diawali dengan sambutan dari Ketua panitia yaitu Ichwan Hakim.
“Ucapan terima kasih tak lupa disampaikan untuk seluruh peserta yang telah merelakan waktunya untuk hadir dalam acara RAKERNIK 1 ini,” Ucapnya.

Lebih lanjut Ichwan menyampaikan, semua peserta diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua PUK terpilih, Satya Agung TS.
Menurut Agung “kondisi politik Indonesia saat ini yang cenderung kurang berpihak kepada kaum buruh.”

Lanjut Agung menyampaikan, sudah saatnya organisasi sebesar FSPMI untuk mempunyai kendaraan politik sendiri.

“Sudah saatnya buruh berjuang secara politik untuk bisa menelurkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak untuk kepentingan buruh,” tegasnya.

Agung juga kembali menambahkan “Disamping itu, perlu adanya penguatan di sektor ekonomi pekerja, sehingga kedepannya pendapatan buruh bukan lagi hanya melulu soal gaji, akan tetapi buruh juga dapat memperoleh income dari kegiatan ekonomi organisasi pekerja.”

Turut hadir pula Ketua PC SPAMK Kabupaten Pasuruan Memed Hermanto, yang sekaligus bertindak untuk membuka acara tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing bidang. Dari bidang 1 sampai dengan bidang 5 menyampaikan semua program kerja selama setahun kedepan.

Ada satu bidang baru pada kepengurusan PUK SPAMK-FSPMI PT.JAI periode 2021-2024, yaitu bidang 6 Bidang Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan (Ekonomi dan Litbang).

Debat panas pun tak terhindarkan ketika membahas tentang rencana penyesuaian COS menjadi 3%.

Interupsi anggota terus menerus terjadi karena banyak dari anggota yang mempertanyakan kenapa harus ada penyesuaian tersebut.

Saling lempar argumen pun terus terjadi sehingga membuat acara yang seyogyanya berakhir pukul 13.00 WIB ini pun akhirnya molor hingga pukul 18.00 WIB.

Namun semua kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan sukses dan lancar tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.(Budi Satriya)