Jaminan Kesehatan Nasional 1 Januari 2014

Jaminan Kesehatan Nasional 1 Januari 2014

Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan akan resmi beroperasi pada 1 Januari 2014. Namun, banyak pihak menilai bahwa transformasi tersebut masih dipenuhi banyak persolan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial Haryadi Sukamdani mengaku tidak akan ikut dalam BPJS Kesehatan untuk sementara waktu. Pasalnya, mekanisme koordinasi manfaat atau Coordination of Benefit (COB) pelaksaaan BPJS kesehatan belum keluar hingga saat ini.

“Mungkin nanti Apindo akhir bulan ini akan keluarkan statemen resmi bahwa kita tidak ikut BPJS untuk sementara waktu sambil menunggu pengaturan COB-nya karena kalau enggak kita bayar double dong, bayar ke BPJS dan bayar top up juga, kan itu enggak benar.” Kata di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Dia mengatakan pihaknya terpakasa harus mengambil langkah sepihak, sebab kalau tidak akan menimbulkan masalah di internal perusahaan karena karyawan akan merasa haknya dikurangi.

Haryadi menilai transformasi menuju BPJS Kesehatan sara dengan berbagai persoalan. Menurutnya, hal tersebut diakibatkan oleh pembentukan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tidak dipersiapkan secara matang.

“Ini yang menjadi satu masalah bahwa kelihatan sekali bahwa UU SJSN tidak dipersiapkan matang sekali, artinya enggak pernah memperkirakan efek dan dampaknya.” kata dia.

Dia menilai UU SJSN tidak sempurna dan memiliki kerawanan di masa depan yang tidak diperhatikan pemerintah.”Ini dipersiapkan sangat tergesa-gesa karena Megawati waktu itu mau turun jadi presiden. Jadi menurut saya tidak sempurna,” tandasnya.

http://economy.okezone.com/read/2013/11/13/320/896563/apindo-tolak-ikut-bpjs-kesehatan


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *