Aksi Buruh Purwakara Pemanasan Mogok Nasional
Aksi Buruh Purwakara Pemanasan Mogok Nasional

Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Purwakarta melakukan aksi didepan Wisma Bukit Indah Purwakarta Senin 28 Oktober 2012 . Dengan membawa mobil komando para buruh menuntut pihak pengelola kawasan KBI untuk mencabut spanduk-spanduk provokatif yang meresahkan para buruh.

Spanduk yang mulai dipasang pada Sabtu kemarin itu mencatut beberapa nama organisasi pemuda dan tokoh masyarakat yang ada disekitar kawasan industri. Tersebutkan dalam spanduk itu nama organisasi Tenaga Kerja Lingkungan Pabrik (TKLP) dan Karang Taruna dari 6 desa. Bahkan nama kepala desa Dangdeur juga diikutsertakan dalam spanduk tersebut.

Sebelumnya pada Senin pukul 01.00, perwakilan dari TKLP dan Karang Taruna dari ke-6 desa telah melakukan pertemuan dengan pimpinan KC FSPMI Purwakarta, Fuad. Dalam pertemuan tersebut mereka menyatakan bahwasanya pihak TKLP maupun Karang Taruna tidak akan turut campur dalam aksi Mogok Nasional dan menyatakan bahwa pencatutan nama TKLP dan Karang Taruna adalah ilegal.

Kembali ke aksi pagi ini, dalam orasinya Ketua PC SPAMK FSPMI Purwakarta Ade Supiani bahwasanya aksi provokasi yang dilakukan oleh pengelola kawasan adalah sebuah tindakan yang egois. Pihak pengelola seolah-olah ingin mengadu domba kepentingan buruh dengan kepentingan masyarakat sekitar. Padahal sebelum isu aksi Mogok Nasional ini santer diserukan pihak serikat telah meberitahukan kepada Forkab dan pengelola kawasan tentang aksi ini.

“Kita sudah kasih tahu jauh-jauh hari tentang aksi kita di tanggal 31 dan tanggal 1. Kita sudah transparan kepada mereka, kita juga udah bilang ga aakan ada sweeping pabrik dan tidak ada penutupan kawasan. Tapi kenapa pihak pengelola malah memilih cara yang arogan seperti ini” Kata Ade Supiani dalam orasinya.

Para buruh mengancam akan melakukan aksi susulan jika tuntutan mereka hari ini tidak dipenuhi oleh pihak pengelola. Akhirnya pihak pengelola mau menemui perwakilan dari para buruh dan membicarakan permasalahan tersebut.

Aksi ini pun ditutup dengan tertib setelah tercapai kesepakatan antara buruh dengan pihak pengelola. Dalam kesepakatan tersebut tertulis bahwa pihak pengelola akan mencabut semua banner dan spanduk yang dinilai meresahkan para buruh siang itu juga. Tepat pada pukul 10.30 aksi dibubarkan dengan damai.

Ada pemandangan menarik dalam aksi hari ini, pagi tadi sekitar 7 truk yang mengangkut personil TNI diterjunkan untuk melakukan pengamanan terkait aksi hari ini. Tapi saat terjadi aksi tak seorangpun aparat TNI yang terlihat di sekitaran aksi. Usut punya usut ternyata mereka ditugaskan untuk menugaskan sebuh pabrik dikawasan ini. Sebuah pertanyaan terbesit dibenak kami, Kenapa pabrik itu yang dijaga ada apa gerangan?

Salah satu pimpinan pabrik tersebut adalah pendiri ikatan HR dikawasan KBI. Pimpinan tersebut juga merupakan pengurus APINDO Purwakarta. Seperti sudah bisa ditebak kira-kira huru hara yang terjadi di KBI pagi ini ulah siapa. Lempar batu sembunyi tangan nih kaykanya akhirnya malah takut ketauan. (MH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *