Aji 1Nama saya singkat. Aji, SH. Tanpa gelar kesarjanaan yang kini melekat dibelakang nama saya, hanya terdiri dari tiga huruf saja: A-J-I.

Jika Shakespeare sempat mengatakan, apalah arti sebuah nama? Namun bagi saya, sebuah nama memiliki arti yang sungguh luar biasa. Nama adalah sdo`a. Didalamnya tersimpan sebuah harapan. Setidaknya itulah yang terfikirkan oleh setiap orang tua ketika memberikan nama kepada anak-anaknya.

Seperti halnya saya, Aji, terdapat harapan besar dalam pemberian nama itu. Agar saya menjadi orang yang berguna/bermanfaat. Itulah sebabnya, ketika ada yang bertanya seperti ini: Apa semboyan hidupmu?

Dengan spontan saya akan menjawab, “Dimanapun dan kapanpun harus bisa bermakna.” Menjadi berguna. Sebab mereka yang hidupnya tidak berguna dan memberikan manfaat kepada yang lainnya, sejatinya bukanlah manusia.

Saya lahir di Gresik, 24 April 1976. Dengan demikian, di bulan April yang lalu, usia saya genap 37 tahun.

Dari hasil pernikahan dengan Sri Mulyani, istri yang sangat saya cintai, kami dikarunia dua orang buah hati. Fadhilah Luthfi A. (putri) dan Rasya Aji A. (putra). Dengan kehadiran mereka, hidup saya menjadi penuh akan warna. Sepertinya mereka adalah orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menguatkan langkah kaki ini disaat goyah. Penyemangat dalam hidup saya.

Saat ini saya masih aktif bekerja di PT. NSK Bearings Manufacturings Indonesia (PT. NSK BMI) yang terletak di Kawasan Industri MM2100, Bekasi. Di perusahaan ini, saya bekerja sejak April 1995. Sebuah rentang waktu panjang, yang kemudian semua itu membuat saya memiliki padangan terhadap buruh dari sisi yang berbeda. Bahwa buruh bukanlah robot yang keberadaannya hanya untuk menggerakkan mesin industri. Lebih dari itu, buruh adalah manusia, yang harus diperlakukan selayaknya manusia.

 

Pengalaman di Serikat Pekerja

Boleh dikata, sebagian besar kehidupan saya bernuansa serikat pekerja. Sejak tahun 1996, saya sudah mulai aktif di serikat pekerja. Sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi PUK SP-LEM SPSI Periode 1996 – 1998, di PT. NSK BMI.

Ketika itu FSPMI belum berdiri.

Akan tetapi, diskusi kearah sana (rencana pembentukan FSPMI) sudah dimulai. Saya ikut hadir dalam pertemuan – pertemuan yang diselenggarakan Forum Kawasan MM2100. Hingga akhirnya berkesempatan hadir dalam Kongres Garut, yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal berdirinya FSPMI. Sejak saat itulah, ketika untuk pertamakalinya FSPMI didirikan, saya mulai aktif di serikat pekerja ini.

Boleh dikata, forum kawasan yang saat ini kita kenal, sudah ada sejak lama. Bahkan sebelum FSPMI didirikan. Di forum kawasan inilah kami mendiskusikan sebuah mimpi, untuk memiliki serikat pekerja yang mandiri dan militant. Sebuah mimpi untuk memurnikan kembali gerakan serikat pekerja, yang di era orde baru peran dan fungsinya direduksi.

Tahun 2004, saya terpilih sebagai Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. NSK BMI. Amanah ini saya emban hingga tahun 2007. Di tahun ini juga, untuk kedua kalinya saya mendapatkan kepercayaan dari kawan-kawan menjadi sebagai Ketua PUK, hingga Tahun 2010.

Dalam Musnik selanjutnya, saya menjabat sebagai Sekretaris bidang Advokasi PUK SPAMK FSPMI PT. NSK BMI periode 2010 s/d 2013. Dalam Musnik yang lalu, saya dipercaya duduk di kepengurusan sebagai Sekretaris bidang Pendidikan PUK SPAMK FSPMI PT. NSK BMI periode 2013 s/d 2016.

Selain di tingkat unit kerja, saat ini saya juga aktif di tingkat cabang, sebagai Sekretaris bidang Advokasi PC SPAMK FSPMI Kab/Kota Bekasi periode 2010 s/d 2014. Sebelumnya, saya juga ditunjuk menjadi Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi tahun 2011 s/d 2012, dan Bendahara PC SPAMK FSPMI Kab/Kota Bekasi periode 2006 s/d 2010.

Saat mejadi Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi, adalah saat-saat yang membuat saya sangat berkesan. Masih basah dalam ingatan saya. Saat Depekab sedang mengadakan rapat penentuan UMK Bekasi Tahun 2012, yang berakhir ketika adzan Subuh sedang berkumandang. Akan tetapi, sebagaimana kita ketahui bersama, keputusan UMK yang dihasilkan dalam rapat Depekab tersebut oleh Apindo digugat di PTUN. Hingga akhirnya, kemarahan kaum buruh sudah tak bisa dibendung, dengan pelakukan blokade tepat di Jalan Tol Jakarta – Cikampek.

Yang membuat saya berkesan adalah kesungguhan dan kekompakan untuk melawan. Hingga akhirnya sejarah mencatat, kaum buruh dimenangkan. Sejak saat itu, hingga berlanjut di Tahun 2013, upah minimum naik dengan sangat signifikan.

Saya optimis, perjuangan untuk UMK tahun 2014 juga akan berbuah manis. Organisasi mentargetkan kenaikannya sebesar 50%. Sebuah angka yang realistis, sebab kenaikan harga BBM yang ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu, nyatanya juga memangkas daya beli buruh hingga 30%. Itulah sebabnya, saya sepakat, kenaikan UMK sebesar 50% adalah satu hal yang tak bisa lagi ditawar-tawar. (kascey)

 

Biodata Singkat

Nama: Aji, SH

Tempat/Tanggal Lahir: Gresik, 24 April 1976

Pekerjaan: PT. NSK Bearings Manufacturings Indonesia

Jabatan: Sekretaris Bidang Advokasi PC SPAMK FSPMI Kab/Kota Bekasi

Caleg: Partai Amanat Nasional. Dapil 3 (Tambun Selatan). Nomor Urut 8

 

Berita Terkait:

Aji: “Karena Hidup Harus Bermakna”

Aji: “Kita Memang Harus Berpolitik?”

Aji: “Berserikat Bukan Sekedar Menghitung Untung dan Rugi”

 


3 Comments

Babas · April 25, 2018 at 4:04 am

Permisi, Maaf mau tanya
Cara melamar di NSK gimana yaa?

NURKHALISA AGUSTIN · August 29, 2019 at 1:38 pm

semoga ke depannya ukm tambah baju dang bisa mensejahterakan penjual

Aji: “Kita Memang Harus Berpolitik?” · July 29, 2013 at 2:07 pm

[…] Aji: “Karena Hidup Harus Bermakna” […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *